kolom melintang

Showing posts with label Artikel ringkas. Show all posts
Showing posts with label Artikel ringkas. Show all posts

Tuesday, September 1, 2015

BANYAK OMONG ADALAH MUSIBAH TERBESAR KITA SAAT INI

بسم الله الرحمن الرحيم

" BANYAK OMONG " ADALAH MUSIBAH TERBESAR KITA SAAT INI

Judul diatas sengaja saya buat dan saya jadikan tema pada artikel kali ini agar bisa menjadi sebuah inspirasi produktifitas kita dalam berkarya melalui tulisan, karya ilmiyah serta amaliyah sebagai jawaban atas merosotnya minat belajar generasi saat ini, terutama kaum santri selaku pewaris keluhuran khazanah ilmu-ilmu ke agama an. Topik kali ini adalah statement dari sebuah prediksi akurat dari apa yang pernah dilontarkan oleh para generasi salaf dahulu.

Al Imam Al Hafidz Ibnu Rojab al Hanbaliy ( L. 736 H - W. 795 H dalam usia 59 tahun ) berkata dalam kitabnya Fadhlul ' Ilmis Salaf 'Alal Kholaf, Hal. 26,28 dan 47 ;

وقد فتن كثير من المتأخرين بهذ – اي بكثرة الكلام – فظنوا ان من كثر كلامه وجداله وخصامه في مسائل الدين فهو اعلم ممن ليس كذلك،وهذا جهل محض .
وانظر الي اكابر الصحابة وعلمائهم كأبي بكر وعمر وعثمان وعلي، ومعاذ وابن مسعود وزيد بن ثابت كيف كانوا كلامهم اقل من كلام ابن عباس،وهم اعلم منه
وكذلك كلام التابعين اكثر من كلام الصحابة ، والصحابة اعلم منهم، وكذلك تابعو التابعين كلامهم اكثر من كلام التابعين ، والتابعون اعلم منهم.

فليس العلم بكثرة الرواية، ولا بكثرة المقال ، ولكنه نور يقذف في القلب ، يفهم به العبد الحق، ويميز به بينه وبين الباطل،
ويعبر عن ذلك بعبارات وجيزة محصلة للمقاصد.

وقد كان النبي صلي الله عليه وسلم أوتي جوامع الكلم واختصر له الكلام اختصارا،ولهذا ورد النهي عن كثرة الكام والتوسع في القيل والقال.

وقد ابتلينا بجهلة من الناس يعتقدون في بعض من توسع في القول من المتأخرين انه اعلم ممن تقدم، فمنهم من يظن في شخص انه اعلم من كل من تقدم من الصحابة ومن بعدهم لكثرة بيانه ومقاله، ومنهم من يقول : هو اعلم من الفقهاء المشهورين المتبوعين !

Artinya kurang lebih begini :

" Sungguh telah banyak dari generasi terakhir yang ditimpa musibah banyak omong, kemudian sebagian dari mereka menganggap bahwa orang yang banyak bicaranya dan perdebatannya dalam masalah agama berarti lebih pintar dari orang yang diam. Ketahuilah bahwa ini adalah pendapat yang keliru dan bodoh.

Cobalah engkau perhatikan para pembesar dari golongan sahabat dan ulama'-ulama'nya, semisal Abu Bakar, Umar, Utsman, Mu'adz bin Jabal dan Abdulloh ibnu Mas'ud serta Zaid bin Tsabit, pembicaraan mereka lebih sedikit daripada Ibnu Abbas, akan tetapi mereka lebih mengerti dari Ibnu Abbas.
Begitu pula para tabi'in, perkataan mereka tidak sejarang para sahabat, akan tetapi para sahabat lebih pandai daripada tabi'in. Begitu juga orang-orang setelah tabi'in ( yaitu Tabi'ut tabi'in ) pembicaraan mereka lebih banyak dari para tabi'in, dan tabi'in lebih memahami syariat Islam daripada tabi'it tabi'in.

Jadi, kepandaian itu bukan dengan banyak meriwayatkan omongan orang atau banyak bicara, akan tetapi kepandaian itu merupakan " nur " yang diletakkan oleh Alloh dalam hati seorang hamba. Dan dengan nur itu, seorang hamba dapat mengetahui akan kebenaran dan dapat membedakan antara yang hak dan bathil, serta mampu merumuskan kebenaran itu dalam kalimat yang relatif singkat namun mengandung sarat akan makna dan mengena pada sasaran. Seperti halnya Rosululloh Shollallohu 'alaihi Wasallam yang telah di prioritaskan oleh Alloh dengan " Jawami'ul kalim " ( bisa mengungkapkan kalimat yang sedikit namun sarat makna dan padat dan berisi ). Oleh sebab itu ada sebuah hadist yang melarang kita banyak bicara atau bercerita tentang hal-hal yang tidak bisa dijamin kebenarannya dan tidak juga dapat diketahui endingnya.

Kita sekarang telah ditimpa bencana banyak bicara, banyaknya orang bodoh yang selalu menyangka bahwa orang yang banyak bicara dizaman sekarang ini berarti lebih pandai dari orang-orang dulu ".

BEBERAPA PENGAKUAN DARI GENERASI SALAF TENTANG KEUNGGULAN GENERASI MEREKA

Sebagaimana dikutip oleh Syaikh Abdul Fattah Abu Ghuddah yang lahir tahun 1336 H- wafat tahun 1417 H,dalam bukunya yang berjudul " Qimatuz Zaman 'indal Ulama', Hal. 90-92. Sebagaimana berikut :

١. قال مجاهد بن جبر المكي، التابعي الجليل، وشيخ القراء والمفسرين، الحافظ المحدث الإمام، الفقيه العابد، المولود سنة ٢١ والمتوفى سنة ١٠٤ رحمه الله تعالى ; ذهب العلماء ! فلم يبق الا المتعلمون، وما المجتهد فيكم اليوم الا كاللاعب فيمن كان قبلكم ". من " التاريخ الكبير " لأبن ابي خيثمة ( مخطوط )

1. Imam Mujahid bin Jabr Al Makki, beliau seorang tabi'in, guru para qori' dan para mufassir, Al-Hafidz Al-Muhaddist Al-Imam, lahir pada tahun 21 H dan wafat tahun 104 H rohimahulloh, telah berkata ;

" Para ulama' telah pergi, dan yang tinggal sekarang hanya pelajar-pelajar. Dan para mujtahid sekarang tidak lebih seperti anak-anak yang suka bermain di era salaf ".  ( Di kutip dari kitab " At-Taarikh al Kabir karya Ibnu Abi Khoitsamah. Kitab ini masih berupa tulisan tangan pengarangnya atau belum dicetak ).

٢. وقال بلال بن سعد الأشعري الدمشقي، التابعي الجليل، والإمام الرباني الواعظ، شيخ اهل دمشق، احد الثقات الزهاد، والعلماء العباد المتوفي بحدود سنة ١٢٠ رحمه الله تعالي ; زاهدكم راغب، ومجتهدكم مقصر، وعالمكم جاهل، وجاهلكم مغتر ". من كتاب الزهد للإمام هبد الله بن المبارك، ص ٦٠  .

" Bilal bin Sa'ad al Asy'ary ad Dimasyqi, seorang tabi'in besar, Imam ar Robbaniy al Wa'idz ( ahli nasehat ), guru penduduk Damsyq, salah seorang yang terpercaya dan ahli zuhud, ulama'nya para ahli ibadah yang wafat di penghujung tahun 120 H rohimahulloh, berkata ;
" Orang zuhud dari kalian masih tergolong lalai. Mujtahid dari kalian masih tergolong sembrono. Orang pandai dari kalian masih tergolong bodoh, dan orang bodoh dari kalian adalah yang banyak tertipu ". ( Dinukil dari kitab " Az-Zuhd " karya Imam Abdulloh ibn Al Mubarok, Hal. 60 ).

٣. وقال حماد بن زيد : قيل لأيوب السختياني— البصري، التابعي الجليل، والحافظ الامام،أحد الاعلام، سيد الفقهاء والعلماء، المولود سنة ٦٨، المتوفي سنة ١٣١ رحمه الله تعالي ; العلم اليوم اكثر ام اقل ؟ قال : الكلام اليوم اكثر، والعلم كان قبل اليوم اكثر ". من " المعرفة والتاريخ " للفسوي ٢ : ٢٣٢  .

" Hammad bin Zaid berkata, " Ayyub as Sakhtiyaniy al Bashri seorang tabi'in besar, Al Imam Al Hafidz, salah seorang yang paling 'alim, penghulu para fuqoha' dan para ulama', yang lahir pada tahun 68 H dan wafat pada tahun 131 H rohimahulloh, ( beliau ditanya );

" Ilmu pengetahuan sekarang ini lebih banyak atau sedikit "?. Beliau menjawab, " Pada era sekarang berbicara lebih banyak, sedangkan pada era dulu ilmu pengetahuan lebih banyak ". ( Di nukil dari kitab " Al Ma'rifah wat Taarikh " karya Al Fasawi, jilid 2,Hal. 232 ).

٤. وقال ابو عمرو بن العلاء البصري، التابعي الجليل، المولود سنة ٧٠ والمتوفي سنة ١٥٤ رحمه الله تعالي، احد القراء السبعة، واعلم اهل عصره بالقرآن والقراءآت والعربية والأدب والشعر والنحو، وكانت كتبه التي كتبها عن العرب الفصحاء، الذين خلطهم ولقيهم، قد ملأت بيتا له الي قريب من السقف ; " ما نحن فيمن مضى ، الا كبقل في اصول نخل طوال ". من " موضع اوهم الجمع والتفريق " للحافظ الخطيب البغدادي،١ : ٥

" Abu 'Amr bin al 'Alla' al Bashry, seorang tabi'in besar yang lahir tahun 70 H dan wafat tahun 104 H rohimahulloh yang merupakan salah satu ahli qiro'at sab'ah, dan orang yang paling 'alim di masanya tentang Al-Qur'an, qiro'at, bahasa arab, sastra, syair dan nahwu dan adalah kitab-kitab yang ditulisnya menggunakan bahasa arab fushah ( murni ), berkata ;
" Tidaklah kami ini dibandingkan dengan orang-orang dulu, melainkan seperti jamur kecil yang tumbuh disekeliling pohon kurma yang tinggi ". ( Di nukil dari kitab " Muwaddhihu Auhamil Jam'i wat Tafriiq " karya Imam Al Khothib Al Baghdady, jilid 1,Hal. 5 ).

Syaikh Abdul Fattah Abu Ghuddah, memberikan komentarnya ;

فهؤلاء الأئمة التابعون الاربعة من بلدان متباعدة وفي ازمان مختلفة، قد اتفقت عبارتهم علي مضمون واحد هو اعلمية السلف السابقين علي مثلهم السلف الخالفين، فكيف من تأخر زمانهم عنهم قليلا او كثيرا، فالبون بينهم شديد وكبير وان كانوا أئمة كبارا. وقد نبه الي هذا غير واحد من العلماء الكبار، ولو طال كلامهم وضيق المقام لنقلت كلام عدة من الأئمة في هذا الموضوع.

Mereka adalah 4 imam tabi'in yang berasal dari negara yang berbeda saling berjauhan dan hidup dizaman yang berlainan. Namun inti dari pendapat mereka adalah satu, serta sepakat bahwa para generasi dahulu lebih pandai dari generasi sekarang. Apalagi kalau dibandingkan dengan generasi sebelum salaf, maka akan tampak sekali perbedaan yang sangat kontras sekalipun mereka telah mencapai kedudukan pemimpin yang tinggi.
Banyak sebenarnya dari para ulama' besar yang menuturkan hal ini. Kalau saja bukan karena panjangnya apa yang mereka katakan serta terbatasnya kitab ini, maka akan saya tuliskan pendapat-pendapat mereka dalam bab ini ".

Marilah kita berkarya betapapun sedikitnya ilmu yang kita miliki, agar generasi ( anak cucu ) kita tidak terwarisi oleh kemalasan dan segudang alasan ketidak sempatan kita demi meninggalkan kebanggaan pada diri mereka karena terlahir dari sulbi para pecinta ilmu dan amal serta karya.

Danny Ma'shoum
Sidoarjo.
Rabu, 2 September 2015.

Thursday, May 7, 2015

TALQIN DAN VARIASI REDAKSINYA

BACAAN TALQIN DAN VARIASI REDAKSINYA

بسم الله الرحمن الرحيم

Talqin adalah sebuah doa sebagai bimbingan bagi orang yang akan meninggal maupun bagi jenazah yang telah dikebumikan. Bacaan talqin ini merupakan bagian dari ajaran-ajaran Dienul Islam yang bersumber dari hadist-hadist Nabi Muhammad SAW, dan biasanya dibaca ketika prosesi pemakaman jenazah selesai dikebumikan, dimana para pengiring jenazah berdiam sejenak mendengarkan salah seorang ( modin ) membacakan doa yang dikhususkan bagi jenazah tersebut sebagai paripurnanya acara prossesi pemakaman.
Ada beberapa hadist Nabi SAW yang menganjurkan pembacaan doa talqin jenazah ini, diantaranya adalah ;

(1). Hadist yang diriwayatkan oleh Al-Hakim dari sahabat Utsman r.a :

كان النبي صلى الله عليه وسلم اذا فرغ من دفن الميت وقف عليه، فقال : استغفروا لأخيكم واسئلوا له التثبيت فإنه الآن يسأل . ( رواه الحاكم )

" Bahwa Nabi SAW apabila selesai menguburkan mayat, beliau berdiri dan berkata ; " Mintakanlah ampun saudaramu dan mintakanlah supaya ia berketetapan, karena sekarang ia ditanya ". [ HR. Al-Hakim ]

(2). Hadist yang diriwayatkan oleh Jama'ah dari Abu Sa'id Al-Khudry, sebagaimana Yahya bin Abil-Khoir dalam kitabnya Al-Bayan, Juz 3, Hal. 9 , Terbitan Daarul Kutub al-Ilmiyyah, tahun 2002.

لقنوا موتاكم لا اله الا الله . ( رواه الجماعة )

" Talqinkanlah orang-orang yang akan mati dari kamu semua dengan kalimat " Laa Ilaaha Illa Alloh ". [ HR. Al-Jama'ah ]

(3). Hadist yang diriwayatkan oleh Abu Sa'd bin Manshur ( Hadist Mauquf ) dari Dhlomroh bin Habib salah seorang tabiin :

عن ضمرة بن حبيب احد التابعين قال : كانوا يستحبون اذا سوّي على ميت قبره ، وانصرف الناس عنه ان يقال عند قبره ، يا فلان قل لا اله الا الله ثلاث مرات يا فلان قل ربي الله، ودينى الاسلام، ونبي محمد . ( رواه ابو سعد ابن منصور )

" Dari Dlhomroh bin Habib, salah seorang tabi'in berkata ; " Apabila sudah diratakan kubur salah seorang mayit, dan pengantarnya meninggalkannya pulang kerumah masing-masing, ada seorang yang berkata disisi kuburnya, " Ya fulan, katakanlah olehmu LAA ILAAHA ILLA ALLOH tiga kali, Ya fulan,..katakanlah ; Tuhanku ialah Alloh, Agamaku ialah Islam dan Nabiku ialah Muhammad ". [ HR. Abu Sa'd bin Manshur ]

(4). Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ath-Thobroni dari Abi Usamah yang menguatkan tentang mendengarnya mayit dari dalam kubur sehingga perlu ditalqin adanya sebagai bimbingan baginya ;

وروي الامام الطبراني حديث الى ابي امامة مرفوعا عن النبي صلى الله عليه وسلم انه قال : اذا مات احد من اخوانكم فسوّيتم التراب على قبره فليكم احدكم على رأس قبره ثم اليقل يا فلان ابن فلان فانه يسمعه. ( رواه الطبرانى )

" Dari Abi Umamah dari Nabi SAW, Bahwasannya beliau berkata : " Ketika salah seorang saudaramu ( yang muslim ) meninggal dunia, ratakanlah tanah kuburnya, kemudian katakanlah, " Ya fulan bin fulan..." bahwasannya mayit didalam kubur itu mendengar ". [ HR. Ath-Thobroni ]

——————

REDAKSI-REDAKSI TALQIN

Redaksi-redaksi talqin ini saya sadur dari buku " BIMBINGAN PERAWATAN JENAZAH " , Hal. 96-108 yang disusun dan diterbitkan oleh Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Gresik.

√. REDAKSI TALQIN YANG PENDEK DAN SINGKAT.

(*) Adapun redaksi Talqin yang pendek berdasarkan Hadist riwayat Imam Ath-Thobroni yang dinukil oleh Syaikh DR. Wahbah Zuhaili dalam kitabnya Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, Juz 2, Hal. 537, sebagai berikut :

يا عبد الله ابن امة الله اذكر ما خرجت عليه من دار الدنيا شهادة ان لا اله الا الله وان محمدا رسول الله. وان الجنة حق. وان النار حق. وان البعث حق. وان الساعة آتية لا ريب فيه. وان الله يبعث من في القبور . وانك رضيت بالله ربا . وبالإسلام دينا . وبمحمد صلى الله عليه وسلم نبيا . وبالقرآن اماما . وبالكعبة قبلة . وبالمؤمنين اخوانا .

√. REDAKSI TALQIN YANG PANJANG

(*) Redaksi Talqin yang panjang menurut Imam Barnawi yang mengutip dari Imam Qosim Al-'Ubbadi yang tercantum dalam kitab 'Ianatut Tholibin, Juz 2, Hal. 140, Karya Allamah As-Sayyid Bakri Syatho' Ad-Dimyathi, sebagai berikut :

بسم الله الرحمن الرحيم

كلّ شيئ هالك الا وجهه له الحكم واليه ترجعون كل نفس ذائقة الموت وانما توفون اجوركم يوم القيامة فمن زحزح عن النار وادخل الجنة فقد فاز وما الحياة الدنيا الا متاع الغرور منها خلقناكم وفيها نعيدكم ومنها نخرجكم تارة اخرى منها خلقناكم للاجر والثواب وفيها نعيدكم للدود والتراب ومنها نخرجكم للعرض والحساب. بسم الله وبالله ومن الله والى الله وعلى ملة رسول الله صلى الله عليه وسلم هذا ما وعد الرحمن وصدق المرسلون ان كانت الا صيحة واحدة فإذا هم جميع لدينا محضرون، يا فلان بن فلانة او يا عبد الله او يا ابن امة الله يرحمك الله ذهبت عنك الدنيا وزينتها وصرت الآن في برزخ من برازخ الآخرة فلا تنس العهد الذي فارقتنا عليه في دار الدنيا وقدمت به الى دار الآخرة وهو شهادات ان لا اله الا الله وان محمدا رسول الله. فاذا جائك الملكان الموكلان بك وبأمثالك من أمة محمد صلى الله عليه وسلم فلا يزعجاك ولا يرعباك واعلم انها خلق من خلق الله تعالى كما انت خلق من خلقه فإذا اتياك واجلساك وسألاك وقالاك ما ربّك وما دينك وما نبيك وماعتقادك وما الذى مت عليه فقل لهما الله ربّى فاذا سألاك الثانية فقل لهما الله ربّى فاذا سألاك الثالثة وهي الخاتمة الحسنى فقل لهما بلسان طلق بلا خوف ولا فزع الله ربّى والإسلام دينى ومحمد نبيّ والقرآن امامى والكعبة قبلتى والصلوات فريضتى والمسلمون اخوانى وابراهيم الخليل أبى وانا عشت ومتّ على قول لا اله الا الله محمد رسول الله. تمسك يا عبد الله بهذه الحجة واعلم انك مقيم بهذا البرزح الى يوم يبعثون ، فاذا قيل لك ما تقول في هذا الرجل الذى بُعِثَ فيكم وفي الخلق اجمعين فقل هو محمد صلى الله عليه وسلم جاءنا بالبينات من ربه فاتّبعناه وأمنّا به وصدقنا برسالته فان تولو فقل حسبي الله لا اله الا هو عليه توكلت وهو رب العرش العظيم.  واعلم يا عبد الله ان الموت حق وان نزول القبر حق وان سؤال منكر ونكير حق وان البعث حق وان الحساب حق وان الميزان حق وان الصراط حق وان النار حق وان الجنة حق وان الساعة آتية لا ريب فيها، وان الله يبعث من في القبور، ونستودعك اللهم يا أنيس كل وحيد ويا حاضرا ليس يغيب آنِس وحدتنا ووحدته وارحم غربتنا وغربته ولقّنه حجته ولا تفتنّا بعده واغفرلنا وله يا رب العالمين ، سبحان ربك رب العزّة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين .

√. REDAKSI TALQIN DALAM BAHASA JAWA

(*) Sedangkan redaksi Talqin dalam bahasa jawa yang disusun oleh Kyai Bisyri Musthofa ( ayahanda Gus Musthofa Bisyri ) adalah sebagai berikut :

بسم الله الرحمن الرحيم

كلّ شيئ هالك الا وجهه له الحكم واليه ترجعون كل نفس ذائقة الموت وانما توفون اجوركم يوم القيامة فمن زحزح عن النار وادخل الجنة فقد فاز وما الحياة الدنيا الا متاع الغرور منها خلقناكم وفيها نعيدكم ومنها نخرجكم تارة اخرى منها خلقناكم للاجر والثواب وفيها نعيدكم للدود والتراب ومنها نخرجكم للعرض والحساب. بسم الله وبالله ومن الله والى الله وعلى ملة رسول الله صلى الله عليه وسلم هذا ما وعد الرحمن وصدق المرسلون ان كانت الا صيحة واحدة فإذا هم جميع لدينا محضرون . — ( lalu dilanjutkan membaca redaksi bahasa jawa dibawah ini ..)

Hei fulan ( ..... ) saiki siro wus mati ngalih marang ngalam kubur, yo iku ngalam barzah, siro ojo nganti lali perkoro kang siro sungkemi naliko siro pisah karo kito kabeh. Hiyo iku nyakseni yen temen ora ono Pengeran Kang Haq kejobo Gusti Alloh Ta'ala. Lan nyekseni yen Gusti kanjeng Nabi Muhammad iku utusane Gusti Alloh Ta'ala.
Hei fulan (......) ! sing ati-ati yen siro ditekani malaikat loro ( dua ) kang dipasrahi nyubo marang siro, siro ojo kaget lan ojo gemeter, ngertio ! saktemene kang bakal nekani siro iku iyo podo makhluqe Alloh.
Hei fulan ( ..... ) ! yen malaikat loro mengko takon marang siro mengkene :
Sopo Pengeranmu ?
Opo Agomomu ?
Sopo Nabimu ?
Opo i'tiqodmu ?
Lan opo kang siro sungkemi naliko siro mati ?

Yen siro ditakoni mengkono, jawabo ! Pengeranku iku Gusti Alloh. Yen dikaping pindoni takone, jawabo maneh ! Gusti Alloh iku Pengeranku. Yen den kaping teloni takone, yo iku pitakon kang pungkasan, siro jawabo kang teges, ojo gemeter lan ojo kuatir, " Gusti Alloh iku pengeranku, Agomo Islam iku Agomoku, Gusti Kanjeng Nabi Muhammad iku Nabiku, Kitab Al-Qur'an iku panutanku, Sholat sembahyang iku kuwajibanku, wong Islam kabeh iku sedulurku, Nabi Ibrohim iku bapakku, aku urip lan mati netepi ucapan " LAA ILAAHA ILLALLOH MUHAMMADUR ROSULULLOH SOLLALLOHU 'ALAIHI WASALLAM ".
Hei fulan ( ..... ) ! Hujjah tak wuruk ake marang siro iku cekelen temen-temen, ngertio yen siro bakal manggoni ing ngalam kubur nganti besok dino qiyamat, yo iku dinane wong-wong ahli kubur podo ditange'ake.
Hei fulan ( ..... ) ! ngertio yen pati iku haq, manggon ing kubur, pitakone munkar nakir ono ing kubur, dinone tangi saking kubur, onone hisab, timbangan amal, wot shirotol mustaqim, neroko lan suwargo, iku kabeh haq lan mesti anane. Setuhune dino kiyamat iku mesti tumekane, lan setuhune Gusti Alloh bakal nangi'ake wong kang ono ing ngalam kubur.

ونستودعك يا الله، اللهم أنيس كل وحيد ويا حاضرا ليس يغيب. آنس وحدتنا ووحدته وارحم غربتنا وغربته ولقنه حجته ولا تفتنا بعده واغفرلنا وله يا رب العالمين ، سبحان ربك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين .

————
(*) Dari ketiga redaksi diatas, kata / lafadz " abdulloh bin amatillah " atau " ya fulan " diganti dengan nama jenazah / mayit yang bersangkutan, (..... bin .....) atau namanya si mayit saja.

Wallohu a'lam bis Showab.

Sidoarjo, Rabu 6 Mei 2015
Danny Ma'shoum.