kolom melintang

Showing posts with label Keagamaan. Show all posts
Showing posts with label Keagamaan. Show all posts

Wednesday, May 22, 2013

Warisan Anak Cucu

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. at-Tahrim: 6).

Umumnya orang tua ingin anaknya bahagia. Untuk itu, sebahagian orang tua berusaha mengumpulkan harta yang banyak, terlepas status halal haramnya, untuk diwariskan kepada anak cucunya.  Namun, kalau dilihat dalam sejarah, para nabi dan orang-orang beriman lebih berharap meninggalkan anak-anak mereka dalam keadaan beriman, ketimbang harta banyak. 

Nabi Ibrahim, misalnya, pernah berdoa untuk kebaikan generasinya. Doanya: “Ya Tuhanku, Jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, Ya Tuhan Kami, perkenankanlah doaku” (QS. Ibrahim: 40).  Doa ini mengisyaratkan bahwa tak ada yang lebih baik ditinggalkan kepada anak-anak, kecuali mereka dalam keadaan beriman.

Hal yang sejenis juga pernah dilakukan Nabi Ya’qub.  Menjelang menghadap Ilahi! Nabi Ya’qub masih menyempatkan diri untuk bertanya kepada anak-anaknya, ”Apa yang kalian sembah sepeninggalku?” (QS. al-Baqarah: 133).

Sepatutnya kita mengikuti jalan yang pernah ditempuh oleh orang-orang beriman seperti itu dalam (meninggalkan warisan bagi) anak-anaknya. Jangan sampai mengikuti langkah-langkah setan atau jalan yang ditempuh oleh orang-orang yang sesat hidupnya, seperti orang-orang yang sengaja melakukan kemungkaran seperti korupsi dan perampokan agar mampu meninggalkan warisan yang banyak untuk anak cucunya.

Tuesday, April 23, 2013

Mukjizat Rasulullah SAW

Mukjizat Rasulullah SAW itu sebenarnya banyak sih...tapi ya itu tadi kalaupun ada dan hebat seperti Musa membelah lautan tidak akan membawa perubahan yang signifikan.

Menurut pendapat yang penulis temukan Mukjizat hanyalah sebatas pamer Allah belaka.

Namun kalau mau jujur mengubah perilaku manusia yang buas bagaikan binatang menjadi manusia yang terhormat dan mendapatkan kedudukan yang tinggi di sisi Allah saya rasa hal itu lebih dari sekedar mukjizat.

Seperti pesan Allah dalam Al Quran bahwa pribadi beliau adalah Ahklak yang agung. Saya merasakan pujian Allah pd NabiNya tidak main-main. Di dalam sejarah Kenabian belum ada manusia yang di puji oleh Allah selain dari Rasulullah sendiri. Pujian Allah ini merupakan Mukjizat yang tertinggi yang pernah di miliki manusia. tapi terkadang kita melewati begitu saja.

Sebagai umat islam kita memang tidak memerlukan mukjizat untuk beriman pada para nabi Allah. Tidakpun Allah menciptakan syurga dan neraka juga tidak perlu kita harus mengharapkan yang muluk2 atau takut di karenakan siksaan dan ancamanNya.

Yang terpenting dari itu semua adalah kita hanya mengharapkan keridhaanNya. Kalau Allah ridha, nanti apa yang kita minta juga di kasih.

SALAM

Monday, April 22, 2013

MUI : Tidak Sesat, Hanya Berbuat Dosa

Berbagai Kisruh , Kontroversi , Penghakiman , dan atau sengketa lainnya sejatinya telah sudah ada dan sudah dijelaskan didalam kitab Al Quran dan memang sudah menjadi sunnatullah yang harus terjadi "sebagai akibat dari suatu sebab yang dilakukan oleh manusia di bumi" dan kebanyakan dari hal tersebut adalah memang karena dari kesalahan mereka sendiri. 

Pun demikian dengan apa yang terjadi dengan Eyang Subur , Adi Bing Slamet , MUI dan sebagainya. berikut adalah episode terbaru antara MUI , Eyang Subur dan Adi.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjatuhkan fatwa bahwa Eyang Subur melakukan tindakan yang menyimpang dari agama Islam dengan membuka praktik perdukunan. Meski begitu, MUI menilai Subur tidak sesat.

"Dia belum sampai ke sesat. Dia seorang yang berbuat dosa, diminta untuk tobat. Kalau tobat, insya Allah diterima tobatnya," ungkap Ketua Investigasi MUI Umar Shihab di kantornya di Jalan Proklamasi, Jakarta Timur, Senin (22/4/2013).

"Dia tidak tahu salat yang benar. Dia harus tobat. Kalau dia minta, kita bimbing," lanjutnya.

Umar menegaskan, Subur juga sudah mengakui dirinya menyimpang dari syariat Islam. Selain praktik perdukunan, ia juga mempunyai delapan orang istri dalam satu waktu.

"Dia mengaku menyimpang dari segi syariat. Dia mengaku punya istri delapan. Dia menggunakan air garam dan kopi pahit. Itu dijadikan wadah untuk kesembuhan pasiennya. Itu praktik perdukunan," tuturnya.

Meski begitu, tampaknya Subur tak akan mendapat sanksi. Pihaknya pun berharap masyarakat bisa ikut memantau apa yang dilakukan Subur.

Kenapa Ari Ginanjar Dinilai Sesat

Dinilai banyak yang bertentangan dengan ajaran agama Islam, Emotional and Spiritual Quotient (ESQ) milik Ary Ginanjar Agustian difatwa sesat oleh Mufti Malaysia.

Fatwa Mufti Malaysia itu ditandatangani oleh Mufti wilayah persekutuan Malaysia, Datuk Hj. Wan Zahidi bin Wan Teh tanggal 10 Juni 2010, dan dirilis dalam situs resmi pemerintah Malaysia www.muftiwp.gov.my, Rabu (7/7/2010). Oleh Mufti Malaysia, ESQ dianggap ajaran yang dapat merusak akidah serta syariah Islam.

Ciri-cirinya, menurut Mufti Malaysia adalah, ESQ mendukung paham liberalisme karena menafsirkan Al-Quran dan As-Sunnah secara bebas. ESQ mengajarkan bahwa pada dasarnya ajaran seluruh agama adalah benar dan sama.

ESQ mendukung paham liberalisme karena menafsirkan Al-Quran dan As-Sunnah secara bebas...

ESQ juga dianggap menuduh para Nabi mencapai kebenaran melalui pengalaman dan pencarian. Ini sangat bertentangan dengan akidah Islam soal Nabi dan Rasul.

ESQ dituduh telah mencampuradukan ajaran kerohanian bukan Islam dengan ajaran Islam. Mufti juga melihat jika ESQ menekankan konsep ‘suara hati’ sebagai rujukan utama dalam menentukan baik buruk suatu perbuatan.

ESQ juga dianggap salah karena telah menjadikan logika sebagai rujukan, bukannya Al-Quran dan Hadits...
ESQ juga dianggap salah karena telah menjadikan logika sebagai rujukan, bukannya Al-Quran dan Hadits. ESQ juga dianggap mengingkari mukjizat karena bertentangan dengan keadaan zaman sekarang yang serba logik, dan tidak dapat diterima akal.

ESQ dinilai salah karena menggunakan kode 19 rekaan dari Rasyad Khalifah untuk menafsirkan Al-Quran. Rasyad Khalifah mengaku sebagai rasul dan membawa agama baru yang dinamakan ‘submission’. Teori ini bahkan dipandang lebih tinggi dibanding Al-Quran.

ESQ menyamakan bacaan Al-Fatihah sebanyak 17 kali oleh orang Islam dengan ajaran Bushido Jepang. Ini adalah tafsiran sesat...

ESQ menyamakan bacaan Al-Fatihah sebanyak 17 kali oleh orang Islam dengan ajaran Bushido Jepang. ESQ dianggap telah menafsirkan makna kalimat syahadat dengan “triple one”. Menurut Mufti, itu adalah tafsiran sesat.

Dalam laman facebook yang dibuat oleh pengikut ajaran Ary, salah seorang juga sempat menanyakan soal fatwa Mufti ini. Account dengan nama ‘FKA ESQ 165 - Samarinda Kukar’ tersebut meminta tanggapan dari pengikut yang lain terkait fatwa Mufti.

ESQ juga dianggap menuduh para Nabi mencapai kebenaran melalui pengalaman dan pencarian. Ini sangat bertentangan dengan akidah Islam soal Nabi dan Rasul...

Hingga kini Ary Ginanjar belum bisa dihubungi. Dia masih berada di luar negeri. Sedangkan sekretarisnya, Susi, tidak mau mengomentari fatwa ini. Dalam situs resmi ESQ juga belum ada tanggapan terkait fatwa Mufti Malaysia yang menyesatkan ajaran ESQ.

Sebenarnya beberapa waktu lalu telah ada yang menilai ESQ sesat di Indonesia. Pada sebuah sesi tanya jawab dalam sebuah acara dari salah satu radio di Bekasi, seorang ustadz yang mengisi acara tersebut ditanya oleh pendengar yang meminta tanggapan ustadz tersebut tentang training ESQ. Dengan sangat mengejutkan sang ustadz tersebut membeberkan kesesatan ESQ menurut yang ia pahami dan poin-poin yang ia anggap sesat itu agak mirip dengan apa yang difatwakan oleh mufti Malaysia ini.

Wednesday, April 17, 2013

Manusia Tidak Sepenuhnya Bebas

Dalam Berbagai catatan disebutkan dan atau diterangkan bahwa manusia adalah Makhluk Yang Bebas  pada catatan itu ditulis bahwa manusia memiliki kehendak bebas ( free will) yang kurang lebih berarti bahwa manusia memiliki kemampuan untuk dapat membuat suatu pilihan secara sukarela, bebas dari segala kendala atau tekanan yang ada. 

Pertanyaan dan sekaligus pernyataan tentang kehendak bebas yang sejak awal muncul dari sebuah pemikiran dari para filosofis tentang masalah kehendak bebas dapat dinilai dengan jawaban yang mereka berikan kepada sebuah pertanyaan apakah kehendak bebas itu ada ? 

Pada hakekatnya manusia tidaklah memiliki kehendak bebas karena setiap manusia terikat pada sebuah ketentuan dari Allah Subhanahu Wata'ala Tuhan Yang Maha Agung, Maha Bijaksana , Maha Kuasa yang kita kenal kemudian dengan Sunnatullah dan atau ketentuan Allah yang dalam prakteknya kemudian ada ketentuan yang baik dan ada ketentuan yang jelek. 

Arti sebuah kebebasan bagi manusia adalah hanya terletak pada pilihan mereka apakah mereka memilih untuk berjalan pada jalan yang baik dengan tentunya kemudian akan menerima hasil yang baik, ataukah mereka memilih jalan yang kurang baik dengan tentunya kemudian akan juga menerima hasil yang kurang baik. 

Disinilah letak kebebasan manusia dalam menentukan pilihan dan atau berusaha adapun hasilnya , adapun ketentuan akhirnya adalah semua berada dalam Kekuasaan Allah Subhanahu Wata'ala. 

Wallahu A'lam

Tuesday, April 16, 2013

Ajaran Kabur Eyang Subur

Ajaran Kabur Eyang Subur , entah apa yang membuat mereka saling berdebat dan berselisih tentang sesuatu yang bahkan jelas - jelas dilarang oleh Allah Subhanahu Wata'ala , tapi mau bagaimana lagi kesemuanya sudah dijelaskan akan terjadi demikian.


Berikut adalah Video Debat TVONE - Ajaran Kabur Si Eyang Subur yang menurut beberapa orang Saking sudah didak ada lagi topik yang dibicarakan, sampe-sampe tema Eyang Subur di angkat untuk jadi bahan perdebatan, dan mungkin bagi orang yang suka teori konspirasi ini adalah salah satu bagian dari mengalihkan perhatian atas maraknya berbagai kasus yang menjerat petinggi negara.


Monday, April 15, 2013

Dua Agama Terbesar Didunia

Kristen dan Islam dua dari sekian banyak agama yang terbesar di dunia , berbagai Survei mengenai agama di dunia menunjukkan hasil empat di antara lima orang mempunyai agama atau berjumlah hampir enam miliar orang. data tersebut disimpulkan oleh Pew Research Centre, lembaga kajian yang berkantor di Washington, Amerika Serikat. Data diolah dari hasil survei dan daftar penduduk di lebih dari 200 negara.

Berdasarkan data tersebut, Kristen adalah agama yang paling banyak pengikutnya. Sekitar sepertiga penduduk dunia beragama Kristen. Islam tercatat sebagai agama terbesar kedua di dunia. Seperempat penduduk dunia beragama Islam. Islam menjadia agama mayoritas di 49 negara, 20 di antaranya adalah negara-negara di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Ateis

Agama Kristen menyebar rata di berbagai belahan dunia. Pemeluk Hindu di seluruh dunia mencapai satu miliar orang dan mereka terutama berpusat di kawasan Asia Pasifik. Buddha juga dianut oleh banyak pengikut di kawasan Asia Pasifik. Sekitar 44% pemeluk Yahudi tinggal di Amerika Utara dan sekitar jumlah yang sama berada di Israel.

"Namun hal yang mungkin mengejutkan adalah sekitar satu di antara enam orang tidak mempunyai afiliasi agama yang menjadikannya sebagai kelompok terbesar secara keseluruhan," lapor wartawan BBC di Washington, Jane Little.

Mereka yang masuk kelompok tidak mempunyai afiliasi agama ini, lanjut Little, meliputi ateis dan agnostis. Mereka menjadi mayoritas di enam negara termasuk di Cina.

Mushalla Dan Imam Di Tiap Kantor

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, adalah merupakan Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI). Beliau mengadakan tanya jawab tentang soal toleransi beragama di hadapan berbagai macam lapisan agama di tanah air. Saya sangat tersentuh dengan ucapan beliau tentang ketegasan jawaban yang diberikan menanggapi adanya masjid pada tiap-tipa kanot instansi pemerintahan.

Berikut ini kutipan lengkap kisah Jusuf Kalla yang berani bersikap tegas di hadapan para pendeta.

Jumat sore kemarin (1/3/2013), Pak Jusuf Kalla memimpin rapat DMI. Sehabis Magrib beliau cerita bahwa baru saja ceramah di Makasar dalam konferensi gereja dihadapan 700 pendeta. Dalam sesi tanya jawab ada yang tanya tentang gereja di GKI Yasmin di Bogor beliau menjawab, "Anda ini sudah punya 56.000 gereja seluruh Indonesia tidak ada masalah, seharusnya berterima kasih, pertumbuhan jumlah gereja lebih besar daripada masjid, kenapa urusan satu gereja ini anda sampai bicara ke seluruh dunia?"

"Toleransi itu kedua belah pihak, anda juga harus toleran. Apa salahnya pembangunan dipindah lokasi sedikit saja, Tuhan tidak masalah kamu mau doa di mana. Izin Membangun gereja bukan urusan Tuhan, tapi urusan Walikota," begitu khasnya Jusuf Kalla dengan nada yang tinggi.

Kemudian Jusuf Kalla bercerita lagi, bahwa dalam konferensi gereja di hadapan 700 pendeta Pak Jusuf Kalla juga ditanya. "Mengapa di kantor-kantor mesti ada masjid?"

Dengan tegas JK menjawab, "Justru ini dalam rangka menghormati anda. Jumat kan tidak libur, anda libur hari Minggu untuk kebaktian. Anda bisa kebaktian dengan 5 kali shift, ibadah Jum’at cuma sekali. Kalau anda tidak suka ada masjid di kantor, apa anda mau hari liburnya ditukar; Jum’at libur, Minggu kerja. Pahami ini sebagai penghormatan umat Islam terhadap umat Kristen," tegas Jusuf Kalla.

Tentu saja kisah Jusuf Kalla yang begitu berani mengambil sikap tegas itu jelas membuat kagum umat Islam yang mendengarnya. Namun demi memperoleh kebenaran cerita tersebut jurnalis voa-islam.com mengkonfirmasi ustadz Fahmi Salim yang turut serta dalam rapat DMI bersama Jusuf Kalla.

Sumber: voa-islam.

Saturday, April 13, 2013

Malu Dan Memalukan

“Malu adalah bagian dari iman seseorang” (HR. al-Hakim dan Baihaqi).

Sebagaimana lazimnya, sebuah jejak rekam perilaku yang baik dan mulia tidak akan mungkin kemudian menimbulkan rasa malu pada diri seseorang meskipun diketahui orang lain yang bahkan perilaku yang baik dan mulia tersebut akan kemudian disenangi setiap orang pada umumnya (normal), apalagi kemudian perbuatan tersebut dilakukan oleh orang yang beriman. 

Hal Ini berbeda dengan jejak rekam dari akhlak yang jelek atau buruk dari seseorang yang tentunya akan sangat memalukan rasanya, baik terhadap diri pelaku itu sendiri maupun orang lain.  Itulah dosa, memalukan rasanya. Sebagaimana disebutkan Rasulullah, “...dosa adalah sesuatu yang menimbulkan kegalauan pada jiwamu, dan engkau tidak senang perbuatan itu diketahui orang lain” (HR. Muslim).

Bayangkan kalau setiap hari rekaman dari perbuatan dosa yang kita lakukan diperlihatkan oleh malaikat.  Lebih memalukan lagi bila yang diperlihatkan itu adalah dosa yang sengaja dilakukan oleh penegak hukum atau orang-orang yang mengajak kepada kebaikan dan melarang melakukan perbuatan-perbuatan berdosa. Bukan tak mungkin setiap diri kita melakukan perbuatan dosa setiap hari, apalagi bila sudah hilang rasa malu. Rasa malu ibarat pagar. Atau malu bisa menjadi pencegah.  Rasulullah menyebut malu sebagian bagian dari iman (HR. Bukhari dan Muslim). Sehingga bila hilang rasa malu, kita berpeluang melakukan apa saja dan akan terlihat menjadi sesuatu hal yang biasa.

Karena malu bersemayam di hati maka semakin terkotori hati oleh perbuatan yang memalukan semakin besar peluang memudarnya rasa malu bila berbuat jahat. Sehingga tak mengherankan bila tidak muncul rasa malu lagi dari hati orang-orang yang gemar melakukan dosa. 
 
Untuk menghindari hal yang demikian dan menjaga agar hati tetap bersih jalan yang terbaik adalah berusaha untuk tidak melakukan dosa, memperbanyak pahala serta malu ketika hendak melakukan perbuatan yang memalukan.

Generasi Madani

Kata Madani berasal dari bahasa Arab, dari akar kata مدن yang bermakna ‘membangun kota, membudayakan’, atau ‘memanusiakan. Dari akar kata tersebut dapat diturunkan pula kata تمدن yang bermakna ‘peradaban’. 

Ungkapan masyarakat madani dapat diberi makna masyarakat yang beradab, masyarakat yang berperadaban, atau masyarakat yang berbudaya, yang di dalamnya manusia benar-benar diperlakukan sebagai manusia. 

Konsepsi masyarakat madani yang didambakan itu dapat digambarkan sebagai berikut 

1. Masyarakat madani adalah masyarakat yang berperadaban, yang di dalamnya terdapat ukuran-ukuran normatif dalam kehidupan yang digunakan untuk menilai sesuatu itu baik atau tidak baik. Jadi, ukuran baik tidak baik itu ditentukan oleh (kepentingan) diri sendiri. 

2. Hubungan sesama manusia dalam masyarakat madani adalah hubungan horizontal. Hubungan vertikal hanya diperlihatkan oleh hubungan antara makhluk dan Tuhan. 

3. Hak asasi manusia dalam masyarakat madani dihormati dan dihargai dalam rangka menghormati hak-hak orang lain, bukan dalan rangka memperjuangkan hak-hak pribadi. 

4. Kekuasaan masyarakat madani terletak pada rakyat , bukan penguasa. 

Kebenaran yang diperjuangkan dalam masyarakat madani pun bukan kebenaran penguasa, melainkan kebenaran yang obyektif. Dengan demikian, hukum harus ditegakkan. Dalam pada itu, pihak mana pun yang menggunakan kekuatan untuk memaksakan kehendaknya tidaklah dibenarkan (sumber kompas)

MUI Konsen Perbaiki Moral Bangsa

Evaluasi atas setiap kegiatan yang dilakukan guna untuk menata langkah dan merencanakan aktivitas ditahun depan adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh setiap orang, termasuk dalam hal ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan. Menurut Ketua Umum MUI Prov Kalsel, H Ahmad Makkie, pada 2013 Majelis Ulama Indonesia akan banyak menghadapi tantangan.

Tantangan yang dimaksud, antara lain mencegah aliran sesat, tindak kekerasan, permasalahan perempuan dan ekonomi umat. Pada tahun - tahun mendatang akan banyak sekali dihadapi persoalan moral atau akhlak, sehingga harus konsen memperbaiki moral bangsa. Seperti kita ketahui, MUI (Mejelis Ulama Indonesia) merupakan wadah berhimpunnya ulama, zu’ama dan cendekiawan muslim, bermusyawarah mengenai pokok-pokok pikiran tentang perbaikan akhlak bangsa, pemberdayaan ekonomi umat, penyusunan fatwa keagamaan dan seruan masalah sosial.

Pengurus MUI dituntut memahami gejaja yang terjadi di masyarakat, seiring lajunya perkembangan dan kemajuan teknologi komunikasi. Secara khusus, mewaspadai gerakan-gerakan yang mengarah kepada kekerasan atau radikalisme. Menyangkut perbaikan akhlak bangsa, krisis yang terjadi di bidang kehidupan sosial kemasyarakatan, terutama moral atau akhlak, berdampak negatif pada penurunan secara tajam kualitas hidup masyarakat.

Demikian pula perubahan sosial di masyarakat, akibat negatif globalisasi, menjadi penyebab berkembangnya budaya dan paham-paham baru yang tidak islami di kalangan anak-anak dan remaja muslim dalam keseharian mereka. Atas tantangan dan gejala demikian, MUI mengharapkan aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku penyakit masyarakat (narkoba, minuman keras, judi, prostitusi dan lain-lain). Juga menjalankan good governance (pemerintah berbasis maslahat).

Sementara dalam menjalankan perannya, MUI melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi umat. MUI harus berkata hitam atau putih (halal atau haram), kendati banyak tantangan dan kritikan yang dihadapi. Yang tidak kalah dahsyatnya, MUI selalu dihadapkan berbagai paham dan aliran yang menyimpang dari prinsip ajaran Islam, sehingga harus berkata hitam atau putih tadi, tidak boleh abu-abu yang dapat membingungkan umat.

Mengutip kriteria yang dirumuskan oleh MUI Pusat, suatu paham atau aliran keagamaan yang berkembang di masyarakat dapat dinyatakan sesat apabila memenuhi satu dari 10 kriteria berikut. Mengingkari satu dari rukun iman yang enam; mengikuti akidah yang tidak sesuai dalil syar’i (Alquran dan Sunah); menyakini turunnya wahyu setelah Alquran; mengingkari otensitas isi Alquran; melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah tafsir.

Selain itu, mengingkari kedudukan hadis nabi sebagai sumber ajaran Islam; menghina, melecehkan atau merendahkan para nabi dan rasul Allah; mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir. Berikutnya, mengubah, menambah atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syariat, seperti haji tidak ke baitullah, salat tidak fardu, tidak lima waktu; mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar’i, hanya karena bukan kelompoknya.

Inilah persoalan keagamaan yang mengitari umat Islam, terutama menjadi tantangan bagi MUI di tahun-tahun mendatang.

Editor : Dheny
Source : Banjarmasin Post Edisi Cetak