kolom melintang

Showing posts with label Kejiwaan. Show all posts
Showing posts with label Kejiwaan. Show all posts

Tuesday, May 21, 2013

Mengerjakan Kebaikan

“Dan tolong-menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran” (QS. Al-Maa`idah: 2).

Mestinya muncul rasa iri dalam diri kita manakala merenungi binatang yang tak berakal tak henti-hentinya membantu kita.  Ada lebah atau binatang lainnya yang membantu perkawinan tumbuh-tumbuhan, sehingga berbunga dan selanjutnya berkembang menjadi buah-buahan yang sangat penting bagi makanan dan kesehatan kita.  Binatang-binatang itu terus bekerjasama untuk kebaikan, baik untuk kepentingan dirinya sendiri maupun untuk kepentingan manusia.

Belajar dari kenyataan tersebut, kita sepantasnya menyadari dirinya setiap hari telah dan akan terus dibantu.  Kesadaran ini selanjutnya mencerdaskan pikiran dan menggugah hati hati untuk mencontohkannya.  Lebih-lebih, manusia punya kelebihan luar biasa, yaitu dikaruniai akal.  

Dengan demikian, kalau binatang yang tak diberikan akal saja, bisa dan mau bantu-membantu untuk kebaikan.  Tentunya sangat memalukan bila kita manusia tak mampu melakukan yang baik untuk diri sendiri dan pihak lain.

Bahkan karena terdorong keserakahan, kita kerapkali berbuat jahat kepada sesama dan binatang dalam hidup ini.  Tempat tinggal dan tempat mencari makan binatang semakin dipersempit.  Bahkan, binatang juga kerap dianiaya tubuhnya.

Sebagai makhluk berakal dan mampu berterimakasih, maunya kita berusaha bantu-membantu dalam kebaikan, sebagaimana seruan Allah.  Tak sepatutnya hanya mementingkan diri sendiri dan mengabaikan atau bahkan membabat kepentingan orang lain. 

Meskipun telah berbuat baik, tak sebaiknya merasa telah cukup dan jenuh melakukannya, sedangkan binatang saja tak lelah-lelahnya menghasilkan kebaikan, bahkan hingga akhir hayatnya.

Makanan yang baik

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu baik. Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang baik” (HR. Muslim).

Karena berhadapan setiap hari, makanan kedengarannya hal biasa, meskipun dampaknya luar biasa.  Meskipun kelihatan mengenyangkan, misalnya, memakan makanan haram sama dengan mencelakakan diri.

Menurut Rasulullah SAW, di antara kecelakaan besar yang menimpa manusia akibat memakan makanan haram ialah tidak diterimanya doa oleh Allah.   Sebagaimana kisah yang diceritakan Nabi SAW tentang ‘seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. 

Ia mengangkat tangannya ke langit seraya berdoa: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal makanannya dari barang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan doanya?’ (HR. Muslim).

Kebanyakan orang tak ingin menelusuri dari mana makanan haram itu berasal, hingga sampai ke atas meja makan.  Padahal bisa saja muncul dari suatu kelengahan diri yang sudah menjadi kebiasaan.  Seperti melalui binatang ternak yang dibiarkan bebas berkeliaran, sehingga memakan hak orang lain atau menimbulkan kehancuran harta tetangga.  

Lantas, binatang itu dijual, dan uangnya digunakan untuk beramal atau menafkahi keluarga.  Disadari atau tidak, sebahagian dari makanan yang dimasukkan ke mulut sendiri, isteri, dan anak-anak, adalah makanan haram atau telah berproses melalui jalur haram. 

Monday, May 20, 2013

Aku Ingin Hidup Normal

Aku Ingin Hidup Normal

Bertawakkal Kepada Allah

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka karenanya, dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal” (QS. Al Anfal: 2).

Manusia termasuk makhluk yang banyak mendapat panggilan dari Allah.  Mulai dari panggilan untuk hidup di dunia ini, panggilan untuk shalat pada waktunya, panggilan untuk berhaji pada bulannya, panggilan untuk mati untuk kembali ke alam baka, hingga panggilan di hari pengadilan di akhirat kelak untuk diadili.  Namun kenyataannya, tidak semua panggilan itu dipenuhi sebahagian manusia, terutama panggilan untuk melaksanakan ibadah shalat melalui azan.   

Padahal menurut para ulama, walaupun dikumandangkan oleh manusia, azan sebenarnya merupakan panggilan dari Allah.  Lafaznya yang sama di seluruh dunia, meskipun manusia memiliki berbagai macam bahasa. Manusia-manusia beriman di belahan bumi manapun berada, akan tersentuh hatinya dan bertambah keimanannya tatkala mendengarnya. Hati menjadi bergetar untuk segera bangkit untuk menyucikan diri untuk segera menghadapNya tanpa perantaraan.  Dan bahkan ada rasa penyesalan bila tak sempat memenuhinya.

Bila ada yang tak tersentuh, atau bahkan merasa jengkel tatkala suara azan bergema, maka itu bisa jadi suatu pertanda bahwa hatinya telah menjadi keras, sempit, dan gelap.  Hati yang seperti ini tak akan mampu lagi menampung kebenaran atau panggilan-panggilan untuk menuju kepada kebenaran.  Makanya, timbul rasa berat untuk bangkit dari tempat duduk atau tempat tidurnya, meskipun untuk menghadap Allah.  Bila hati orang beriman bergetar tatkala mendengar nama Allah, maka yang tak bergetar tentunya adalah orang yang sebaliknya.

Tapi perlu diingat bahwa panggilan ini akan memberi pengaruh besar terhadap panggilan-panggilan yang mesti dipenuhi selanjutnya.  Yaitu, panggilan untuk kematian yang datangnya tak disangka-sangka dan panggilan di akhirat kelak.

Timbangan Hati

“Mintalah pendapat hatimu dan mintalah pendapat jiwamu, wahai Wabishah. Sesuatu itu kebaikan bila membuat hati tenteram, membuat jiwa tenteram, sedangkan dosa membuat hati gelisah dan kegoncangan dalam dada” (HR. al-Darimi).

Hati manusia memiliki sinyal yang terus menyala untuk membantu memberi pertimbangan yang baik.  Misalnya, pertimbangan dalam memilih yang pantas untuk dilakukan atau tidak dalam hidup ini.  Memiliki sinyal istimewa ini, kita sebagai makhluk yang mudah lupa sepatutnya sangat bersyukur karena akan terbantu dalam menuntun hidup ini.  Namun, tak sedikit di antara kita yang mengabaikan sinyal hati dalam memutuskan suatu pilihan.

Jelasnya, banyak keputusan dalam hidup ini yang serampangan dibuat tanpa pertimbangan hati nurani.  Ini sebuah pengabaian sesuatu yang penting, apalagi Rasulullah sendiri juga pernah menganjurkan penggunaannya. Lebih-lebih ketika salah memilih atau terjerumus ke dalam lubang kejahatan, hati juga yang paling dahsyat menanggung rasa malu dan sakit.

Ketika terbongkar serangkaian perbuatan berdosa yang pernah atau sedang dilakukan, misalnya, hati serta-merta menjadi tak tenteram.  Ketidaktemteraman ini juga sebenarnya telah terjadi saat akan melakukan perbuatan tersebut, pertanda akan keburukan. 

Apalagi setelah melakukannya, akan selalu dihantui rasa takut kalau-kalau terbuatan tersebut diketahui orang lain.  Ini adalah di antara kesengsaraan kecil di dunia, di antara kesengsaraan besar yang akan ditimpakan oleh Allah, terutama di akhirat kelak.  Dan tak ada perbuatan berdosa yang tak terbongkar, kalau tidak di dunia, di akhirat kelak.  

Thursday, May 9, 2013

Bayang - Bayang (Tempat Teduh)

Sebuah bayangan adalah area di mana cahaya langsung dari sumber cahaya tidak dapat dicapai karena obstruksi suatu benda. Ini menempati semua ruang di belakang obyek buram dengan cahaya di depannya
Bayang-bayang terjadi apabila cahaya terhalang oleh sesuatu, maka terbentuklah bayang-bayang. Cahaya merambat dalam garis lurus. Bila cahaya terhalang sesuatu maka akan timbulah bayangan dari penghalang itu. Jika sumber cahayanya lemah, seperti matahari pada hari berawan, maka bayangan tidak kentara. 

Ditempat teduh tidak ada bayang-bayang, karena tempat teduh adalah sudah merupakan sebuah bayangan dari sebuah benda yang menghalangi sinar yang dalam hal ini kebanyakan adalah sinar matahari. 

Apabila suatu benda bergerak mendekati titik pusat cahaya, bayang-bayang benda tersebut akan membesar karena benda tersebut mendekati titik cahaya pada sumber cahaya itu, sehingga bayangan benda menjadi lebih besar. 

Dan apabila benda menjauhi cahaya, bayang-bayang benda itupun menjadi kecil karena benda tersebut menjauhi titik sumber cahaya hal ini sesuai dengan sifat cahaya yang merambat merupakan garis lurus menyebar dari satu titik pusat cahaya, contoh sumber cahaya bola lampu, matahari dam masih banyak sumber cahaya lainnya.

Tuesday, April 23, 2013

Eyang Subur Nyalon Presiden 2014

Sebagaimana telah diketahui , disimak , dilihat , disaksikan oleh banyak orang , Eyang Subur hingga saat ini masih belum memberikan pernyataan terkait Fatwa MUI. Ramdan Alamsyah, Pengacara Eyang Subur, menyebut kalau kliennya baru akan memberikan pernyataan langsung saat mencalonkan diri sebagai presiden Republik Indonesia. (menurut beberapa sumber yang kurang jelas)

“Eyang Subur akan muncul saat deklarasi dirinya sebagai capres,” kata Ramdan Alamsyah, pengacara Eyang Subur saat ditemui di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Entah bercanda atau serius, namun Ramdan menegaskan kalau kliennya akan mendaftarkan dirinya sebagai kandidat Presiden Republik Indonesia menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono. “Mau tahun berapa kita lihat nanti Tahun 2014,” ujar Ramdan.

Hm....... Alangkah syahdunya dan alangkah indahnya jika kemudian yang menjadi wakil presidennya adalah Ki Joko Bodo atau Limbad guna untuk memajukan kembali dunia mistis di Indonesia yang sudah sedari dulu hilang. 

Hal ini semestinya juga akan membuat para anak indigo bergabung dalam pasukan Eyang Subur dan mendukung sepenuhnya guna untuk menumbuh kembangkan dunia spiritualis dan membentuk negara spiritual 


Mungkin asyik ya

Thursday, April 18, 2013

Beralih Ke Dunia Maya ?

Ketika Hati Beralih ke Dunia Maya

Ketika hati beralih ke dunia maya, maka “Aku cinta kamu” pun terasa maya

Ketika hati beralih ke dunia maya, maka “Aku baik-baik saja” itu belum tentu baik

Ketika hati beralih ke dunia maya, maka sebuah rahasia akan berada di jurang terentan

Ketika hati beralih ke dunia maya, maka perasaan akan mudah dibagi-bagi

Ketika hati beralih ke dunia maya, maka “Aku tak ingin semua orang tahu” akan berubah menjadi “Nih, selamat mengetahui”

Ketika hati beralih ke dunia maya, MAKA MENYINDIR ADALAH JUARANYA

Ketika Beralih Ke Dunia Maya Semua Jadi Maya dan Tidak Nyata

Wednesday, April 17, 2013

Manusia Tidak Sepenuhnya Bebas

Dalam Berbagai catatan disebutkan dan atau diterangkan bahwa manusia adalah Makhluk Yang Bebas  pada catatan itu ditulis bahwa manusia memiliki kehendak bebas ( free will) yang kurang lebih berarti bahwa manusia memiliki kemampuan untuk dapat membuat suatu pilihan secara sukarela, bebas dari segala kendala atau tekanan yang ada. 

Pertanyaan dan sekaligus pernyataan tentang kehendak bebas yang sejak awal muncul dari sebuah pemikiran dari para filosofis tentang masalah kehendak bebas dapat dinilai dengan jawaban yang mereka berikan kepada sebuah pertanyaan apakah kehendak bebas itu ada ? 

Pada hakekatnya manusia tidaklah memiliki kehendak bebas karena setiap manusia terikat pada sebuah ketentuan dari Allah Subhanahu Wata'ala Tuhan Yang Maha Agung, Maha Bijaksana , Maha Kuasa yang kita kenal kemudian dengan Sunnatullah dan atau ketentuan Allah yang dalam prakteknya kemudian ada ketentuan yang baik dan ada ketentuan yang jelek. 

Arti sebuah kebebasan bagi manusia adalah hanya terletak pada pilihan mereka apakah mereka memilih untuk berjalan pada jalan yang baik dengan tentunya kemudian akan menerima hasil yang baik, ataukah mereka memilih jalan yang kurang baik dengan tentunya kemudian akan juga menerima hasil yang kurang baik. 

Disinilah letak kebebasan manusia dalam menentukan pilihan dan atau berusaha adapun hasilnya , adapun ketentuan akhirnya adalah semua berada dalam Kekuasaan Allah Subhanahu Wata'ala. 

Wallahu A'lam

Monday, April 15, 2013

Diam Menambah Masalah

Diam bukanlah pemecahan masalah

Ternyata diam tak selamanya emas dan itu benar untuk beberapa keadaan dan mungkin salah untuk keadaan yang lain, diam memiliki banyak arti yang beragam. suatu waktu saya sering berdiam diri, diam dalam berkata lisan maupun diam dalam perbuatan dalam arti tidak melakukan apapun hanya menjadi penonton dan hanya bisa bermimpi, namun tidak bisa dielakkan pikiran berbicara terus menerus dan pada akhirnya itu tidak bagus, karena apapun yang dikatakan baik dalam hati maupun kata lisan harus diungkapkan menjadi sebuah kata-kata. otak manusia memiliki banyak informasi, sehingga informasi itupun harus disalurkan pada tempatnya. kadang pikiran yang berbicara tidak diutarakan dalam sebuah tulisan ternyata itu adalah masalah. dan salah satu terapinya adalah menuliskannya langsung apa yang terlintas di kepala. 

Inilah mungkin alasan juga kenapa para pujanga yang banyak menulis , sebagian dari mereka berkata banyak banyak lewat tulisan bukan kata-kata.

Bagaimana untuk membuat kebiasaan menulis..? ternyata memang harus mulai sekarang juga dan tak perlu khawatir tentang kepantasan atau enak dibaca atau tidak, namun yang penting apa yang disampaikan oleh penulis terbaca dan dipahami serta diterima oleh pembaca. pembaca pun bisa meneruskan maknanya dengan kata-kata mereka sendiri sesuai dengan apa yang mereka dapat dan mereka fahami.

Bagi mereka yang tidak dapat menyalurkan apa yang ada dibenaknya menulis dalam keadaan apapun adalah sama halnya melakukan terapi bagi diri sendiri meski kapasitas kita masih jauh lebih kecil dibanding dengan para penyair dan penulis lainnya, namun ketahuilah bahwa Allah Subhanahu Wata'ala Maha Kuasa Atas Tiap Tiap sesuatu dan yakinlah seburuk dan sejelek apapun tulisan kita , Insya Allah akan dapat memberikan manfaat kepada orang lain, tergantung kepada apa dan bagaimana serta dari sudut mana mereka memahami tulisan dan atau catatan kita.

Wallahu A'lam Bishowab

Saturday, April 13, 2013

Malu Dan Memalukan

“Malu adalah bagian dari iman seseorang” (HR. al-Hakim dan Baihaqi).

Sebagaimana lazimnya, sebuah jejak rekam perilaku yang baik dan mulia tidak akan mungkin kemudian menimbulkan rasa malu pada diri seseorang meskipun diketahui orang lain yang bahkan perilaku yang baik dan mulia tersebut akan kemudian disenangi setiap orang pada umumnya (normal), apalagi kemudian perbuatan tersebut dilakukan oleh orang yang beriman. 

Hal Ini berbeda dengan jejak rekam dari akhlak yang jelek atau buruk dari seseorang yang tentunya akan sangat memalukan rasanya, baik terhadap diri pelaku itu sendiri maupun orang lain.  Itulah dosa, memalukan rasanya. Sebagaimana disebutkan Rasulullah, “...dosa adalah sesuatu yang menimbulkan kegalauan pada jiwamu, dan engkau tidak senang perbuatan itu diketahui orang lain” (HR. Muslim).

Bayangkan kalau setiap hari rekaman dari perbuatan dosa yang kita lakukan diperlihatkan oleh malaikat.  Lebih memalukan lagi bila yang diperlihatkan itu adalah dosa yang sengaja dilakukan oleh penegak hukum atau orang-orang yang mengajak kepada kebaikan dan melarang melakukan perbuatan-perbuatan berdosa. Bukan tak mungkin setiap diri kita melakukan perbuatan dosa setiap hari, apalagi bila sudah hilang rasa malu. Rasa malu ibarat pagar. Atau malu bisa menjadi pencegah.  Rasulullah menyebut malu sebagian bagian dari iman (HR. Bukhari dan Muslim). Sehingga bila hilang rasa malu, kita berpeluang melakukan apa saja dan akan terlihat menjadi sesuatu hal yang biasa.

Karena malu bersemayam di hati maka semakin terkotori hati oleh perbuatan yang memalukan semakin besar peluang memudarnya rasa malu bila berbuat jahat. Sehingga tak mengherankan bila tidak muncul rasa malu lagi dari hati orang-orang yang gemar melakukan dosa. 
 
Untuk menghindari hal yang demikian dan menjaga agar hati tetap bersih jalan yang terbaik adalah berusaha untuk tidak melakukan dosa, memperbanyak pahala serta malu ketika hendak melakukan perbuatan yang memalukan.

Ustadz Yusuf Mansur : Awas, Bahasa Kristenisasi

Ustadz Yusuf Mansur: Awas, Bahasa Alay Bentuk Kristenisasi

Baru-baru ini akun facebook Ustad Yusuf Mansur dikejutkan dengan sebuah status kontroversial. Dalam status tersebut, Ustad Yusuf yang diikuti banyak fans tersebut, menyatakan bahwa penggunaan kata “ciyus” (menurut apa yang ia temukan di google) yang berarti singkatan dari “Cinta Yesus.”

Respon orangpun bervariasi. Ada yang menelan bulat-bulat. Bahkan mengkaitkan bahasa Alay sebagai produk Yahudi dan Kristen untuk menginfiltrasi Islam. Tapi ada juga yang curiga. Ustad Yusuf bukanlah tipikal pecinta “teori konspirasi” bagi beberapa orang.

Bahasa alay seperti kita tahu adalah bentuk penyimpangan dalam penggunaan bahasa Indonesia. Dalam kasus ini orang mungkin bisa berkata, “yang penting ambil hikmahnya saja” atau “ini kan intinya supaya orang lebih berbahasa Indonesia yang benar.” Namun pertanyaannya, diperbolehkankah kita suudzon / berprasangka untuk sebuah alasan yang tepat ?

Dari status ini ada 2 pesan implisit bahwa :

1. Bahasa alay (kata ciyus) adalah produk agama Kristen. Ini artinya ajaran Kekristenan merusak Bahasa Indonesia.

2. Bahasa alay adalah sarana dakwah kristenisasi yang dilakukan secara implisit. (Bahwa ketika menyebut kalimat tersebut, seolah seperti menyebut kalimat syahadat dan lalu masuk Kristen tanpa sadar)

Kedua hal ini pada akhirnya justru berpotensi menyebabkan SARA dan kebencian pada umat Kristen hanya diakibatkan oleh teori cocoklogi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Sulit dipercaya kalau ustad sekaliber Yusuf Mansur sampai mengkambinghitamkan agama lain hanya supaya umatnya tidak berbahasa alay. Apalagi hanya dengan mengandalkan google. (Kok deja vu sama kasus Rhoma Irama vs Jokowi yah?)

Ada kemungkinan akun tersebut bukan akun asli Ustad Yusuf Mansur. Memang sangat marak dan mudah bagi beberapa orang yang berusaha menanamkan fanatisme sempit secara terselubung lewat dunia maya. Dengan menggunakan “nama besar” orang tertentu, semua kata yang mereka ucapkan menjadi “believable” dan “legit.” Apalagi bila terlihat didukung jumlah fans yang banyak.

Semoga ustad Yusuf (bila memang bukan akunnya) menyadari hal ini dan mengeluarkan pernyataan kontra bahwa ia tidak terlibat menulis hal tersebut. Dengan begitu, umat tahu dimana kejelasan pola pikir dan ideologi ustad Yusuf berpijak dan mampu memilah mana yang benar dan mana yang salah

Moral of Story: Berprasangka dan Melakukan Hal Buruk untuk Suatu Kebenaran Tidaklah Tepat. Merampok rumah orang dengan alasan memberi pada orang miskin, sampai kapanpun tidak akan pernah dibenarkan.

http://unik.kompasiana.com/2013/02/09/ustadz-yusuf-mansur-awas-bahasa-alay-bentuk-kristenisasi-532137.html

Friday, April 12, 2013

Kenakalan Remaja dan Solusinya

Akhir-akhir ini media massa diwarnai berita-berita negatif tentang kenakalan remaja, mulai dari kekerasan, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, free sex, hingga kriminalitas yang dapat menelan korban jiwa. Anehnya, semua kenakalan itu banyak dilakukan oleh anak remaja sekolah yang seharusnya menunjukkan prilaku positif. Hal ini harus menjadi perhatian serius oleh semua elemen, khususnya para orang tua dan praktisi pendidikan.
Langkah-langkah strategis dan praktis sangat mendesak untuk dilakukan dalam rangka mengidentifikasi, menginvestigasi, dan  memberikan solusi efektif guna menanggulangi kenakalan remaja. Semua itu membutuhkan ketelatenan, keuletan, kesungguhan, dan semangat tinggi dari semua elemen.
Buku Kiat Mengatasi Kenakalan Remaja di Sekolah ini mengupas tuntas permasalahan remaja dan solusinya melalui pendekatan psikologis dan edukatif. Dengan dua pendekatan ini diharapkan mampu menganalisis semua permasalahan remaja secara mendalam sehingga mampu menemukan solusi tepat yang dapat diterapkan dalam proses pendidikan di sekolah.

Sebagai ujung tombak dalam pendidikan anak, sekolah memiliki peran sangat vital dalam menyelesaikan problematika kenakalan remaja. Oleh karena itu, sekolah dengan struktur dan manajemen profesionalnya sudah seharusnya mengalokasikan sumber daya manusia dan finasialnya agar tetap aktif dalam menangani kenakalan remaja. Buku ini hadir untuk membantu memberikan pemahaman utuh kepada semua praktisi pendidikan dalam menanggulangi kenakalan remaja.

Sebelum melakukan tindak penanggulangan kenakalan remaja, sekolah perlu melakukan langkah-langkah strategis agar tidak salah sasaran. Dimulai dengan persiapan bekal pemahaman yang utuh terhadap remaja dan dunianya serta perannya di masyarakat. Bekal ini sangat penting bagi semua pihak di sekolah, terutama guru, sebagai motor penggerak motivasi dalam melaksanakan langkah-langkah berikutnya. Karena sekolah mempunyai tanggung jawab besar untuk mempersiapkan remaja ideal sebagai ilmuwan dan penggerak kemajuan dan kesejahteraan di tengah-tengah masyarakat (halaman 25).

Setidaknya ada dua alasan yang penting untuk disadari oleh semua pendidik mengapa ramaja harus disiapkan dengan matang. Yaitu, pertama, remaja mempunyai peran dan nilai yang strategis  serta signifikan dalam menentukan masa depan bangsa. Kedua, eksistensi remaja sebagai simbol progresivitas, pelopor, dan penentu arah dinamika suatu bangsa (halaman 32).

Langkah selanjutnya setelah mengetahui posisi dan peran remaja secara menyeluruh adalah menganalisis penyebab-penyebab kenakalan remaja. Menurut Kartini Kartono, kenakalan remaja disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor internal (endogen) dan faktor eksternal (eksogen).  Faktor internal berlangsung melalui proses internalisasi diri yang keliru oleh remaja dalam menanggapi lingkungan di sekitarnya dan semua pengaruh dari luar.

Sedangkan faktor eksternal adalah semua perangsang dan pengaruh luar yang menimbulkan tingkah laku terntentu bagi anak-anak remaja. Misalnya, tindak kekerasan, kejahatan, perkelahian, pornografi, pornoaksi, pergaulan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan lain sebagainya (halaman 125-129).

Faktor lain adalah kurangnya perhatian dari orang tua dan guru. Apalagi kondisi saat ini yang serba canggih. Kecanggihan teknologi tersebut harus diimbangi dengan kontrol yang baik dan pembinaan moral yang tepat agar para pendidik tidak “kecolongan”. Karena kemudahan dalam mengakses informasi secara bebas dapat mempengaruhi pola pikir anak. Jika yang diakses informasi yang tidak baik dan merusak seperti pornografi dan semacamnya, maka mereka akan cenderung ingin meniru apa yang mereka lihat.

Perlu disadari, bahwa terdapat dua hal penting yang harus dipahami oleh orang tua dan semua pendidik di sekolah yang ada dalam diri remaja. Ada potensi positif yang sangat menakjubkan, sekaligus juga ada potensi negatif yang sangat membahayakan. Potensi positif adalah kekuatan yang dapat membawa kepada kemajuan. Sedangkan potensi negatif dapat membawa pada kenakalan yang besar, dikarenakan keinginannya untuk mencoba hal-hal baru yang sangat besar.

Untuk itu, kedua potensi tersebut butuh perhatian khusus dari para pendidik agar seorang remaja tidak terjebak pada hal-hal negatif. Di sinilah keterampilan para pendidik dalam menemukan energi positif remaja sangat diperlukan. Tentunya bukan menggunakan insting, tapi dengan pengamatan yang mendalam tentang kehidupan remaja itu sendiri, baik dengan membaca buku maupun dengan langsung mengamati perubahan tingkah lakunya di setiap waktu.

Ada empat belas langkah praktis yang sangat memungkinkan untuk dilakukan di sekolah dalam buku ini dalam rangka mencegah dan mengatasi kenakalan remaja. Semuanya dapat dirangkum dalam empat poin penting. Pertama, menguatkan pendidikan karakter yang baik kepada anak di sekolah dengan keteladanan dan menyemarakkan kegiatan-kegiatan positif. Kedua, melakukan pendekatan psikologis yang humanis kepada anak melalui bimbingan dan konseling. Ketiga, Menguatkan kerja sama antara sekolah, orang tua, dan lingkungan dalam mengontrol perkembangan karakter anak. Keempat, Menegakkan tata tertib sekolah secara disiplin (halaman 173-210).

Pada intinya, buku setebal 284 halaman ini mengajak kita semua, khususnya para praktisi pendidikan, untuk menyiapkan generasi yang baik di masa yang akan datang. Hal ini dapat dimulai dengan memberikan pendidikan yang baik agar para remaja (anak didik) dapat terhindar dari aksi-aksi kenakalan remaja.

Fatalisme dan Presdestinasi

Fatalisme dari kata dasar fatal, adalah sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup. Apabila paham seseorang dianggap sangat pasrah dalam segala hal, maka inilah disebut fatalisme. Dalam paham fatalisme, seseorang sudah dikuasai oleh nasib dan tidak bisa merubahnya. Kata sifat daripada fatalisme adalah fatalistis. fatalisme sangat berbahaya bagi perkembangan suatu bangsa karena mereka yang menganut faham demikian akan membawa kehancuran dan kerusakan.

Predestinasi adalah sebuah konsep religius, yang melibatkan hubungan antara Tuhan dan ciptaan-Nya. Karakter religius predestinasi membedakannya dari gagasan lain seperti determinisme dan kehendak bebas. Mereka yang percaya pada predestinasi, percaya bahwa sebelum Penciptaan, Allah telah menentukan nasib alam semesta di seluruh waktu dan ruang.

Arminianisme

Arminian berpendapat bahwa predestinasi Allah berdasarkan pra-pengetahuan Allah. Mereka percaya bahwa Allah memilih orang-orang yang Ia "tahu lebih dahulu" mau percaya untuk diselamatkan, sehingga pra-pengetahuan Allah itu didasarkan pada syarat atau kondisi yang dibentuk oleh manusia.

Lutheranisme

Lutheran meyakini bahwa umat pilihan dipredestinasi untuk keselamatan. Tidak seperti Calvinis, Lutheran tidak percaya pada predestinasi untuk kebinasaan atau reprobasi. Sebaliknya, Lutheran mengajarkan hukuman kekal adalah hasil dari dosa-dosa orang fasik, penolakan terhadap pengampunan dosa, dan ketidakpercayaan. Sikap Martin Luther terhadap predestinasi diatur dalam On the Bondage of the Will, yang diterbitkan pada tahun 1525. Buku ini dipublikasikan oleh Luther dalam menanggapi risalah yang diterbitkan oleh Desiderius Erasmus tahun 1524 dikenal sebagai On Free Will. Luther mendasarkan pandangannya pada Efesus 2:8-10, yang mengatakan: "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."

Calvinisme

Calvinis berkeyakinan bahwa Allahlah yang menentukan takdir kekal terhadap orang-orang, ada yang untuk mendapat keselamatan oleh kasih karunia, sementara sisanya akan menerima penghukuman kekal atas semua dosa mereka, terutama dosa asal mereka. Yohanes Calvin memikirkan secara dalam sesuatu yang ada di Alkitab dan tidak bisa dipungkiri lagi, yakni adanya Anugerah yang tidak dapat ditolak dan Pemilihan yang terbatas. Anugerah kepada manusia yang dipilih Tuhan tidak mungkin dapat ditolaknya, karena sudah dipilih oleh Tuhan berdasarkan kedaulatan Tuhan bukan karena kebaikan atau kelebihan apapun dari manusia tersebut, maka mulai dari itu pemilihan Allah kepada manusia tersebut terbatas tergantung kepada kedaulatan Allah. Apakah hal ini adil ? Yang disebut adil adalah setiap orang yang jatuh dalam dosa pasti harus binasa, jadi seharusnya semua binasa. Kalau Allah memilih manusia untuk diselamatkan berdasarkan kedaulatan Allah adalah karena kasih dan karunia Tuhan sebagai Anugerah Allah.

Apakah Manusia Makhluk Bebas

Apakah manusia benar-benar memiliki kehendak bebas ? Benarkah kita (manusia) adalah makhluk yang bebas ?

Dalam suatu catatan ditulis bahwa kehendak bebas (bahasa inggris : free will) adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dan atau sesuatu makhluk untuk dapat membuat suatu pilihan secara sukarela, bebas dari segala kendala atau tekanan yang ada. Pertanyaan dan sekaligus pernyataan tentang kehendak bebas telah menjadi isu sentral sejak awal pemikiran filosofis. Posisi filosofis dasar tentang masalah kehendak bebas dapat dibagi sesuai dengan jawaban yang mereka berikan kepada dua pertanyaan : Apakah determinisme itu benar dan Apakah kehendak bebas itu ada ?

Determinisme

Determinisme kira-kira dapat didefinisikan sebagai pandangan bahwa semua kejadian saat ini dan masa depan secara kausal diharuskan oleh peristiwa masa lalu yang dikombinasikan dengan hukum alam. Baik determinisme maupun sebaliknya, indeterminisme, adalah posisi dalam perdebatan tentang kehendak bebas.

Teori determinisme telah ditentang oleh para filosuf awal, terutama Epikuros dan Lucretius, dengan teori terbaru dari mekanika kuantum, yang mempostulasi ketidakpastian fisika irreduksi.

Argumen standar terhadap keberadaan kehendak bebas ini sangat sederhana. Entah apakah determinisme benar atau indeterminisme yang benar. Ini akan menimbulkan kemungkinan logis yang buruk. Jika determinisme benar, kita tidak bebas. Jika indeterminism benar, tindakan kita acak dan kehendak kita tidak memiliki kontrol penuh untuk bertanggung jawab secara moral.

Kompatibilisme

Kompatibilisme (juga disebut determinisme lunak) adalah pandangan bahwa asumsi dari kehendak bebas dan adanya konsep determinisme adalah kompatibel satu sama lain; hal ini bertentangan dengan inkompatibilisme yang merupakan pandangan bahwa tidak ada cara untuk mendamaikan suatu kepercayaan akan sebuah alam semesta deterministik dengan keyakinan akan suatu konsep kehendak bebas. Determinisme keras adalah versi inkompatibilisme yang menerima asumsi dari determinisme dan menolak ide bahwa manusia memiliki kehendak bebas.

Libertarianisme

Libertarianisme setuju dengan determinisme keras hanya dalam penolakan terhadap kompatibilisme. Libertarian menerima adanya sebuah konsep kehendak bebas bersama dengan asumsi indeterminisme sampai batas tertentu. Beberapa pendukungnya menolak determinisme fisika dan menentang untuk beberapa versi indeterminisme fisika yang kompatibel dengan kebebasan. Lainnya adalah libertarian metafisika yang mengajukan dualisme pikiran-tubuh untuk membantah kasus tertentu pada makhluk berakal.

Tuesday, April 9, 2013

Bagus Dan Kurang Bagus

█████████████
███████╔═══╗█
███████║▓▓▓║█
███████║▓▓▓║█
███████║▓▓▓║█

███████║▓▓▓║█
███████║▓▓▓║█
██╔═══╗║▓▓▓║█
██║▓▓▓╚╝▓▓▓║█
██║▓▓▓▓▓▓▓▓║█
██╚╗▓▓▓▓▓▓╔╝█
███╚══════╝██
█████████████
██╔═══════╗██
██║▓▓▓▓▓▓▓║██
██║▓▓▓▓▓▓▓║██
██║▓▓▓╔═══╝██
██║▓▓▓╚═══╗██
██║▓▓▓▓▓▓▓║██
██║▓▓▓▓▓▓▓║██
██║▓▓▓╔═══╝██
██║▓▓▓╚═══╗██
██║▓▓▓▓▓▓▓║██
██║▓▓▓▓▓▓▓║██
██╚═══════╝██
█████████████
█╔══╗███╔══╗█
█║▓▓╚╗█╔╝▓▓║█
█║▓▓▓╚╦╝▓▓▓║█
█║▓▓▓▓║▓▓▓▓║█
█║▓▓║▓▓▓║▓▓║█
█║▓▓╠╗▓╔╣▓▓║█
█║▓▓║╚═╝║▓▓║█
█║▓▓║███║▓▓║█
█║▓▓║███║▓▓║█
█╚══╝███╚══╝█
█████████████
██╔═══════╗██
██║▓▓▓▓▓▓▓╚╗█
██╚╗▓▓▓▓▓▓▓║█
███║▓▓▓╔╗▓▓║█
███║▓▓▓╚╝▓▓║█
███║▓▓▓▓▓▓▓║█
███║▓▓▓▓▓▓╔╝█
███║▓▓▓╔══╝██
███║▓▓▓║█████
███║▓▓▓║█████
███║▓▓▓║█████
███╚═══╝█████
█████████████
█████████████
███╔══════╗██
██╔╝▓▓▓▓▓▓╚╗█
██║▓▓▓▓▓▓▓▓║█
██║▓▓▓╔╗▓▓▓║█
██║▓▓▓║║▓▓▓║█
██║▓▓▓║║▓▓▓║█
██║▓▓▓║║▓▓▓║█
██║▓▓▓╚╝▓▓▓║█
██║▓▓▓▓▓▓▓▓║█
██╚╗▓▓▓▓▓▓╔╝█
███╚══════╝██
█████████████
██╔═══╗██████
██║▓▓▓║██████
██║▓▓▓║██████
██║▓▓▓║██████
██║▓▓▓║██████
██║▓▓▓║██████
██║▓▓▓╚════╗█
██║▓▓▓▓▓▓▓▓║█
██║▓▓▓▓▓▓▓▓║█
██╚════════╝█
████████████

Wisanggeni Bisanya Api

Wisanggeni berarti bisanya api. berasal dari wisa = bisa dan geni = api. Tak peduli siapapun pasti dibakarnya. Musuh atau sodara, teman atau tetangga, kriteriannya hanya satu, yang dibicarakan adalah kebenaran, dan kebatilan adalah musuhnya.

Kelahiran Wisanggeni dalam jagad pewayangan adalah diluar kehendak dewa. Sebab Wisanggeni adalah manusia edan dalam arti yang sebenarnya. Wong edan ngomong kebenaran bukan pada tempatnya. Wong edan tidak peduli suasana dan siapa yang dihadapi. Wong edan tidak mengenal takut. Dan keedanan Wisanggeni tidak lebih dari ketakutan para dewa akan tuah yang dibawa.

Aug 11, 2011 : Benarkah skenario besar sedang disiapkan untuk mengorbankan Anas ? Dan mampukah Anas menjadi Wisanggeni ?

Perang di tubuh Partai Demokrat tetap tampil transparan. Pasca tertangkapnya Nazaruddin hal tersebut bukan disikapi dengan merapatkan barisan, tetapi justru dipakai sebagai ajang mendiskreditkan sesama.  Dan ini berbalas pantun oleh Ruhut. Benarkah skenario besar sedang disiapkan untuk mengorbankan Anas ? Dan mampukah Anas menjadi Wisanggeni ?

Entah apa yang sedang berkecamuk di hati orang-orang Partai Demokrat. Sudah diterpa musibah kasus Nazaruddin dan menunjukkan ketidak-solidan antar elite tidak dijadikan sebagai pengalaman berharga, tetapi justru diulang-ulang untuk kembali berbuat salah. Setelah Nazaruddin tertangkap, komentar yang mewakili faksi masing-masing kembali dicuatkan. Tiada hujan tiada angin tiba-tiba muncul wacana mundurnya Anas Urbaningrum sebagai Ketum PD.

Ini melengkapi rumor rencana mundurnya Sekjen Partai Demokrat, Ibas, untuk menghadang tersangkutnya perkara Nazaruddin. Serta mulai kentalnya pihak-pihak tertentu menjadikan kasus Nazaruddin sebagai sekuel-sekuel untuk menciptakan episode panjang dalam mendegradasi partai ini.

Rekayasa besar itu terbaca Din Syamsudin. Ketua Umum PP Muhammadiyah ini melihat, sudah terjadi ‘ketidak-murnian’ terhadap kasus Nazaruddin sebelum masuk ranah hukum. Sebagai orang luar, Din tanpa tedeng aling-aling mengungkap, ada pihak-pihak yang mencari tumbal untuk dikorbankan. Dan tumbal itu adalah Anas, yang disarankannya untuk melakukan perlawanan.

Sikap-sikap tidak terpuji itu memang harus dilawan. Caranya, Anas perlu menjadi ‘anak nakal’. Dia wajib menampilkan diri sebagai Wisanggeni. Sosok berangasan tapi santun. Mengalah tapi tak mau dikalahkan. Dan untuk itu dia wajib berperang merebut hak, agar hak-haknya tidak dihaki orang lain.

Dalam kisah Lahirnya Wisanggeni, Nazaruddin itu mirip Newatakawaca. Raksasa yang membuat istana dewa di Jonggring Saloko geger. Kahyangan morat-marit. Para dewa dikalahkan dan lari terbirit-birit.  Newatakawaca dari Kerajaan Himahimantaka ini sedang kasmaran. Dia tergila-gila dengan Dewi Supraba bidadari jelita. Dia bertamu ke kahyangan untuk melamar. Tapi para dewa menolaknya. Raksasa ini marah. Dia ngamuk. Dewata ditantang berkelahi. Dia sesumbar lebih baik mati daripada pulang tidak dengan bidadari terkasih. Para dewa ditaklukkan. Dan istana dikuasai raksasa Newatakawaca.

Terusir dari kahyangan, dewa meminta bantuan Pandawa. Arjuna ksatria ganteng dengan banyak kelebihan ditugasi mengusir. Lelaki pujaan gadis itu mencegat Newatakawaca. Mereka bertarung, Newatakawaca pun terbunuh. Setelah menang, Arjuna dielu-elukan para dewa. Dia dinobatkan sebagai raja para dewa di Kahyangan Tinjomaya dengan gelar Prabu Kariti. Sebagai pendamping, tujuh bidadari cantik menjadi permaisurinya. Satu d iantaranya Bathari Dresanala.

Namun ketika Bathari Dresanala hamil, Bathara Brahma, dewa api, ayah bidadari ini marah. Dia meminta agar janin di kandungan digugurkan. Sebab Dewasrani anak Bethara Guru dengan Dewi Uma menaksirnya. Bathari Dresanala kukuh. Dia merawat bayi yang masih di perut itu dengan luapan kasih sayang. Saat Bathari Dresanala melahirkan, amarah Bathara Brahma memuncak. Bayi itu diambil dan dibawa terbang. Sesampai di atas kawah Candradimuka, bayi yang masih merah itu dilempar. Maksudnya agar bayi itu mati terbakar.

Tapi bayi itu tidak mati. Panasnya kawah mempercepat pertumbuhan tubuhnya. Bayi itu secara ajaib cepat besar. Dia sehat, perkasa, tampan, dan sakti. Sayang, dia belum tahu siapa nama dan dari mana asal-usulnya. Keluar dari kawah, dia masuk ke istana para dewa. Setiap kali berpapasan dengan dewa, dia selalu bertanya soal nama dan ayah serta ibunya. Jika dewa menjawab tidak tahu, anak ini ngamuk dan menghajarnya habis-habisan.

Semua dewa di kahyangan sudah merasakan tamparan, tendangan, dan bogem bayi yang cepat tumbuh itu. Tinggal Bathara Narada yang lepas dari amuknya. Dewa pendek yang selalu melihat atas ini lihai berkelit ketika ditanya. Kata Narada, “Namamu itu Wisanggeni. Berasal dari Wisa (bisa) dan Geni (api).”

Bathara Narada tidak hanya memberinya nama, tetapi juga mengajarinya kurang ajar. Beberapa dewa dijelek-jelekkan, dan disuruhnya menghajar lagi. Bathara Narada juga menyuruh Bathara Guru dan Bathara Brahma bertobat, minta maaf pada Wisanggeni. Ketika seluruh dewa takluk, maka para dewa kembali meminta bantuan Pandawa. Para dewa ingin agar Wisanggeni ‘di-Newatakawacakan’. Tapi bukan Wisanggeni kalau sampai kalah. Dalam adegan perang melawan Pandawa yang notabene adalah Pak De dan Om-omnya itu kelucuan tersulut. Utamanya ketika Wisanggeni perang melawan Arjuna, bapaknya sendiri.

Arjuna ditelanjangi. Semua aib dibuka. Hubungannya dengan banyak gadis, termasuk dengan sang ibu yang melahirkannya diungkap. Arjuna gagap. Dia hanya cengar-cengir mendengar kebenaran ucapan anaknya itu. Ketika kesaktian Arjuna diungguli Wisanggeni, satria terhebat di dunia dan kadewatan itu mendapatkan haknya sebagai darah daging Pandawa.

Lakon Lahirnya Wisanggeni ini merupakan gabungan heroisme, harmonisasi keluarga, dan kesaktian. Dalam konteks kekinian, ‘sakti’ adalah kelebihan seseorang di komunitasnya. Dia satu di antara jutaan atau miliaran manusia yang hidup di dunia. Wisanggeni memang tak jauh dari gambaran perjuangan memenangi hidup dalam merebut eksistensi diri.

Sumber newsdetik.com

Monday, April 8, 2013

Ketakutan Akibat Mimpi Aneh

Dok, berdasarkan info yang saya ketahui, gejala-gejala ketika seseorang menderita kepribadian ganda/dissociative identity disorder adalah: 1. Depresi. 2. Perubahan mood yang cepat. 3. Ingin bunuh diri. 4. Gangguan tidur (Insomnia, berjalan sambil tidur, dsb). 5. Gelisah, sering panik, pobia. 6. Mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan. 7. Gangguan makan (bulimia, dsb) 8. Mendengar dan melihat hal-hal yang sebenarnya tidak ada (Halusinasi).

Dari ciri-ciri di atas, saya mengalami semua itu kecuali nomor 6 dan 7. Kejadian ini berawal ketika tahun 2004 saya sekolah di Jakarta. Pada suatu malam, saya bermimpi bertemu dengan seseorang mengenakan pakaian putih. Setiap malam, saya bermimpi bertemu dengan sosok tersebut dan selama hampir 2 minggu saya terus merasa ketakutan. Setelah kejadian itu, saya merasa ada yang aneh. Hati saya selalu berbicara. Setiap melakukan sesuatu, selalu ada pertengkaran yang membuat saya bingung antara memilih omongan otak apa hati.

Sampai saat ini, kondisinya semakin parah. Setiap malam saat beranjak tidur, suka bermimpi roh orang mati, entah itu menjadi orang yang kecelakaan, mengalami kejadian orang itu sebelum kematiannya.  Hal  ini sangat mengganggu saya dan hampir membuat saya gila. Terkadang suka melihat gumpalan asap/roh, dan pernah saya foto memakai kamera digital, hasilnya ada beberapa penampakan atau orbs di sana. Saya merasa hampir gila, ketakutan. Terkadang tak bisa membedakan lagi antara antara dunia nyata dan mahluk aneh ini. Apa yang sedang saya alami dok? Apa yg harus saya perbuat dok? mohon bantuannya... Terimakasih Dok

(Takeru, 25 Medan)

JAWAB :
Seorang yang mengalami Gangguan Kepribadian Ganda atau saat ini lebih dikenal sebagai diagnosis Gangguan Kepribadian Disosiatif biasanya tidak menyadari adanya dua kepribadian tersebut. Apa yang dialami oleh Takeru harus lebih dilihat sebagai gejala-gejala gangguan jiwa yang lebih mengarah kepada kondisi campuran.

Ada gejala depresi berat yang nyata dan juga ada gejala yang berhubungan dengan kesulitan menilai realita. Mimpi-mimpi yang dialami Takeru mungkin perlu dikonfirmasi apakah ini suatu mimpi atau bukan karena anda mengatakan ketika hendak beranjak tidur hal tersebut terjadi.

Pemeriksaan langsung oleh psikiater akan dapat mengkonfirmasi masalah yang dialami oleh anda. Apalagi saya melihat tilikan atau kesadaran diri anda masih bagus. Semoga bisa membantu.

Salam Sehat Jiwa