kolom melintang

Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Wednesday, May 22, 2013

Warisan Anak Cucu

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. at-Tahrim: 6).

Umumnya orang tua ingin anaknya bahagia. Untuk itu, sebahagian orang tua berusaha mengumpulkan harta yang banyak, terlepas status halal haramnya, untuk diwariskan kepada anak cucunya.  Namun, kalau dilihat dalam sejarah, para nabi dan orang-orang beriman lebih berharap meninggalkan anak-anak mereka dalam keadaan beriman, ketimbang harta banyak. 

Nabi Ibrahim, misalnya, pernah berdoa untuk kebaikan generasinya. Doanya: “Ya Tuhanku, Jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, Ya Tuhan Kami, perkenankanlah doaku” (QS. Ibrahim: 40).  Doa ini mengisyaratkan bahwa tak ada yang lebih baik ditinggalkan kepada anak-anak, kecuali mereka dalam keadaan beriman.

Hal yang sejenis juga pernah dilakukan Nabi Ya’qub.  Menjelang menghadap Ilahi! Nabi Ya’qub masih menyempatkan diri untuk bertanya kepada anak-anaknya, ”Apa yang kalian sembah sepeninggalku?” (QS. al-Baqarah: 133).

Sepatutnya kita mengikuti jalan yang pernah ditempuh oleh orang-orang beriman seperti itu dalam (meninggalkan warisan bagi) anak-anaknya. Jangan sampai mengikuti langkah-langkah setan atau jalan yang ditempuh oleh orang-orang yang sesat hidupnya, seperti orang-orang yang sengaja melakukan kemungkaran seperti korupsi dan perampokan agar mampu meninggalkan warisan yang banyak untuk anak cucunya.

Tuesday, May 21, 2013

Bandung Paris van Java

Pada era penjajahan Belanda, Kota Bandung dikenal dengan julukan Paris van Java. Namun, sekarang, keindahan Bandung tidak lagi berbekas. Hanya kemacetan, kesemrawutan, dan kekumuhan yang bisa didapat ketika menginjakkan kaki ke Kota Kembang. 

Atas dasar itu, calon wali kota Bandung, Ridwan Kamil tergerak untuk melakukan perubahan. Bergandengan dengan Oded M Danial, pasangan yang diusung PKS dan Gerindra itu memiliki optimisme untuk bisa menang dalam pemilihan pada 23 Juni mendatang. 

Ia menilai, kalau rezim lama terus berkuasa, segenap masalah di Bandung tidak akan selesai. Karena konsep pembangunan yang selama ini diusung pemda hanya sekadar rutinitas tanpa menyentuh inti persoalan.
"Bandung butuh revolusi. Kalau pertarungan ini bisa dimenangkan, kita melakukan pencerahan," kata Ridwan saat berkunjung ke Harian Republika, Selasa (21/5). 

Menurut dia, perubahan selalu di tangan pemuda. Karena itu, ia yakin bakal ada revolusi pembangunan di Bandung pada 2013.

Arsitek Institut Teknologi Bandung (ITB) itu mengatakan, masalah Bandung sudah sangat kompleks. Misalnya, populasi warga Bandung sebanyak 2,4 jiwa. Setiap harinya mereka menghasilkan sampah rumah tangga yang masih dikelola secara konvensional. 

Alhasil, di berbagai sudut kota, terlihat tumpukan sampah menggunung. Belum lagi banyak titik jalan berlubang yang dibiarkan tidak ditambal lantaran menunggu proyek setiap setahun sekali. Beberapa masalah itu membuat Ridwan tergerak untuk menciptakan inovasi agar peradaban Bandung bisa pulih. "Penanganan macet tetap menjadi prioritas," katanya. 

Ia juga ingin mengembangkan ekonomi kerakyatan berbasis kampung yang mengandalkan kreativitas karya warga. Selain itu, penambahan ruang terbuka hijau (RTH) dari 10 persen menjadi 30 persen menjadi salah satu harapan yang ingin diwujudkannya agar Bandung menjadi kota beradab.

Berdasarkan pengamatannya, Pemkot Bandung tidak pernah menciptakan inovasi, hanya terlihat sibuk menjalankan program rutin. Pola pikir pemerintah hanya berorientasi untuk menghabiskan anggaran. 
Contoh konkretnya soal dana bantuan sosial. Karena itu, ia tidak kaget ketika KPK memeriksa wali kota Bandung terkait penggunaan APBD. "Membangun Bandung itu membangun peradaban, bukan hanya proyek."

Monday, April 22, 2013

Kenapa Ari Ginanjar Dinilai Sesat

Dinilai banyak yang bertentangan dengan ajaran agama Islam, Emotional and Spiritual Quotient (ESQ) milik Ary Ginanjar Agustian difatwa sesat oleh Mufti Malaysia.

Fatwa Mufti Malaysia itu ditandatangani oleh Mufti wilayah persekutuan Malaysia, Datuk Hj. Wan Zahidi bin Wan Teh tanggal 10 Juni 2010, dan dirilis dalam situs resmi pemerintah Malaysia www.muftiwp.gov.my, Rabu (7/7/2010). Oleh Mufti Malaysia, ESQ dianggap ajaran yang dapat merusak akidah serta syariah Islam.

Ciri-cirinya, menurut Mufti Malaysia adalah, ESQ mendukung paham liberalisme karena menafsirkan Al-Quran dan As-Sunnah secara bebas. ESQ mengajarkan bahwa pada dasarnya ajaran seluruh agama adalah benar dan sama.

ESQ mendukung paham liberalisme karena menafsirkan Al-Quran dan As-Sunnah secara bebas...

ESQ juga dianggap menuduh para Nabi mencapai kebenaran melalui pengalaman dan pencarian. Ini sangat bertentangan dengan akidah Islam soal Nabi dan Rasul.

ESQ dituduh telah mencampuradukan ajaran kerohanian bukan Islam dengan ajaran Islam. Mufti juga melihat jika ESQ menekankan konsep ‘suara hati’ sebagai rujukan utama dalam menentukan baik buruk suatu perbuatan.

ESQ juga dianggap salah karena telah menjadikan logika sebagai rujukan, bukannya Al-Quran dan Hadits...
ESQ juga dianggap salah karena telah menjadikan logika sebagai rujukan, bukannya Al-Quran dan Hadits. ESQ juga dianggap mengingkari mukjizat karena bertentangan dengan keadaan zaman sekarang yang serba logik, dan tidak dapat diterima akal.

ESQ dinilai salah karena menggunakan kode 19 rekaan dari Rasyad Khalifah untuk menafsirkan Al-Quran. Rasyad Khalifah mengaku sebagai rasul dan membawa agama baru yang dinamakan ‘submission’. Teori ini bahkan dipandang lebih tinggi dibanding Al-Quran.

ESQ menyamakan bacaan Al-Fatihah sebanyak 17 kali oleh orang Islam dengan ajaran Bushido Jepang. Ini adalah tafsiran sesat...

ESQ menyamakan bacaan Al-Fatihah sebanyak 17 kali oleh orang Islam dengan ajaran Bushido Jepang. ESQ dianggap telah menafsirkan makna kalimat syahadat dengan “triple one”. Menurut Mufti, itu adalah tafsiran sesat.

Dalam laman facebook yang dibuat oleh pengikut ajaran Ary, salah seorang juga sempat menanyakan soal fatwa Mufti ini. Account dengan nama ‘FKA ESQ 165 - Samarinda Kukar’ tersebut meminta tanggapan dari pengikut yang lain terkait fatwa Mufti.

ESQ juga dianggap menuduh para Nabi mencapai kebenaran melalui pengalaman dan pencarian. Ini sangat bertentangan dengan akidah Islam soal Nabi dan Rasul...

Hingga kini Ary Ginanjar belum bisa dihubungi. Dia masih berada di luar negeri. Sedangkan sekretarisnya, Susi, tidak mau mengomentari fatwa ini. Dalam situs resmi ESQ juga belum ada tanggapan terkait fatwa Mufti Malaysia yang menyesatkan ajaran ESQ.

Sebenarnya beberapa waktu lalu telah ada yang menilai ESQ sesat di Indonesia. Pada sebuah sesi tanya jawab dalam sebuah acara dari salah satu radio di Bekasi, seorang ustadz yang mengisi acara tersebut ditanya oleh pendengar yang meminta tanggapan ustadz tersebut tentang training ESQ. Dengan sangat mengejutkan sang ustadz tersebut membeberkan kesesatan ESQ menurut yang ia pahami dan poin-poin yang ia anggap sesat itu agak mirip dengan apa yang difatwakan oleh mufti Malaysia ini.

Tuesday, April 16, 2013

Jangan Takut Menghadapi Ujian

Ujian Akan Melahirkan Pemenang, Jadi Jangan Takut Menghadapi Ujian 


UN Manfaatkan IT Dan Mbah Google

Hari ini UN (Ujian Nasional) atau UAN 2013 sudah memasuki hari ketiga. Walaupun pemerintah dalam hal ini kemendikbud memperketat dan memperbanyak variasi soal menjadi 20 paket. Lalu pengaman berikutnya adanya barcode disetiap lembar soal dan lembar jawaban, sehingga kecil kemungkinan untuk terjadi kecurangan seperti tahun-tahun lalu.

Tapi namanya juga maling, biasanya maling mempunyai teknologi selangkah kedepan dibanding polisi hehehe. Sadis ya istilahnya kok maling sih. Iya, kalau mental sudah rusak dan dasarnya mau curang segala cara dilakukan, termasuk dengan memanfaatkan kecanggihan dan kemajuan teknologi termasuk Teknologi Informasi atau Information Teknologi (IT).

Bagaimana pihak-pihak sekolah dalam artian siswa atau guru atau orang-orang yang melakukan kecurangan memanfaat kan teknologi ini?

Kuncinya adalah gadget (hp smartphone, BB, pc tablet) dan koneksi internet. Selama barang ini masih lolos masuk kedalam kelas saat ujian, maka kecurangan - kecurangan itu bisa terjadi. Malah penulis mendengar kabar burung yang tidak bisa dipastikan kebenarannya bahwa ada pihak sekolah yang sengaja melengkapi ruangan ujian dengan wifi dan akses internet dengan kecepatan yang lumayan, lalu para siswa diperbolehkan membawa hp smartphonenya dan gagetnya masuk ke dalam ruang ujian. Pastinya sudah “main mata” dengan para pengawas dong.

Adapun kecurangan yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi secara online ini antara lain:

Kecurangan pertama, siswa memfoto soal dan mengirimkan kepada pihak tertentu (bisa guru,tentor bimbel,gacok atau joki) yang akan mengerjakan soal dengan tenang setelah menerima kiriman foto dari tempatnya sambil ngopi-ngopi dan mengirim jawaban kepada siswa yang ujian melalui email atau mms juga bisa.

Kecurangan kedua, siswa yang tidak punya gacok(joki) alias tentor yang mengerjakan soal akan memanfaatkan internet untuk browsing mencari jawaban dari eyang Google yang sakti mandraguna lebih sakti dari eyang Subur hehehe. (Cara ini yang banyak dilakukan siswa-siswa itu)

Kecurangan ketiga, siswa mengambil foto barcode pada lembar soal dan jawabannya kemudian mengirimkan ke pihak (yang telah dibayar untuk mengerjakan soal dengan paket 20 tadi). kemudian pihak tersebut segera mengirimkan jawabannya kepada siswa yang telah membayar itu. Cara ini sudah terorganisir dan sangat rapi dan diduga memanfaatkan soal yang terlambat dikirim itu sudah dicuri oleh pihak-pihak yang melakukan kecurangan itu.

Memang teknologi informasi bisa membantu orang untuk hal-hal yang positif dan juga negatif termasuk kecurangan dalam UN tahun ini. Jadi sebenarnya bukan sistemnya atau keamanan UN-nya yang tidak canggih, tapi memang mental orang-orangnya yang memang sudah rusak. Secanggih apapun, mau dibuat berapa paketpun masih bisa diakal-akali.

Semoga kecurangan model-model seperti ini tidak terjadi lagi dan pengawas jangan mau diajak main mata oleh pihak sekolah. Pengawas harus memeriksa dan menggeledah setiap hp atau gaget milik siswa harus dikumpulkan di meja pengawas.

Monday, April 15, 2013

Mencari Teman

Sebagai makhluk sosial, manusia memiliki kecenderungan untuk berteman dan tentunya setiap orang menginginkan untuk mencari teman yang sejati , baik , ramah , setia dan berbagai kebaikan lainnya maka alangkah senangnya jika kita mempunyai teman yang setia di segala keadaan, baik di saat suka maupun di saat duka. 

Namun demikian hal tersebut tidaklah mudah untuk kita temukan khususnya dijaman gila seperti sekarang ini, berikut adalah wasiat dari Bang Haji Rhama Irama tentang Mencari Teman :

Mencari teman memang mudah‘ Pabila untuk teman suka 
Mencari teman tidak mudah‘ Pabila untuk teman duka
 
Banyak teman di meja makan 
Teman waktu kita jaya 
Tetapi di pintu penjara 
Di sana teman tiada
 
Mencari teman memang mudah‘ Pabila untuk teman suka 
Mencari teman tidak mudah‘Pabila untuk teman duka
 
Sesungguhnya nilai teman yang saling setia lebih dari saudara
Itu hanya mungkin bila di antara kita seiman seagama
Seumpama tubuh ada yang terluka Sakitlah semuanya
 Itulah teman dalam taqwa Satu irama selamanya  

Itulah teman yang setia Dari dunia sampai surga
Bila teman untuk dunia Itu hanya sementara 
Tapi teman dunia-akhirat Itu barulah sahabat
 Itulah teman dalam taqwa Satu irama selamanya

Itulah teman yang setia Dari dunia sampai surga
Pa-pa-pa-pa-pa

Friday, April 12, 2013

Kenakalan Remaja dan Solusinya

Akhir-akhir ini media massa diwarnai berita-berita negatif tentang kenakalan remaja, mulai dari kekerasan, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, free sex, hingga kriminalitas yang dapat menelan korban jiwa. Anehnya, semua kenakalan itu banyak dilakukan oleh anak remaja sekolah yang seharusnya menunjukkan prilaku positif. Hal ini harus menjadi perhatian serius oleh semua elemen, khususnya para orang tua dan praktisi pendidikan.
Langkah-langkah strategis dan praktis sangat mendesak untuk dilakukan dalam rangka mengidentifikasi, menginvestigasi, dan  memberikan solusi efektif guna menanggulangi kenakalan remaja. Semua itu membutuhkan ketelatenan, keuletan, kesungguhan, dan semangat tinggi dari semua elemen.
Buku Kiat Mengatasi Kenakalan Remaja di Sekolah ini mengupas tuntas permasalahan remaja dan solusinya melalui pendekatan psikologis dan edukatif. Dengan dua pendekatan ini diharapkan mampu menganalisis semua permasalahan remaja secara mendalam sehingga mampu menemukan solusi tepat yang dapat diterapkan dalam proses pendidikan di sekolah.

Sebagai ujung tombak dalam pendidikan anak, sekolah memiliki peran sangat vital dalam menyelesaikan problematika kenakalan remaja. Oleh karena itu, sekolah dengan struktur dan manajemen profesionalnya sudah seharusnya mengalokasikan sumber daya manusia dan finasialnya agar tetap aktif dalam menangani kenakalan remaja. Buku ini hadir untuk membantu memberikan pemahaman utuh kepada semua praktisi pendidikan dalam menanggulangi kenakalan remaja.

Sebelum melakukan tindak penanggulangan kenakalan remaja, sekolah perlu melakukan langkah-langkah strategis agar tidak salah sasaran. Dimulai dengan persiapan bekal pemahaman yang utuh terhadap remaja dan dunianya serta perannya di masyarakat. Bekal ini sangat penting bagi semua pihak di sekolah, terutama guru, sebagai motor penggerak motivasi dalam melaksanakan langkah-langkah berikutnya. Karena sekolah mempunyai tanggung jawab besar untuk mempersiapkan remaja ideal sebagai ilmuwan dan penggerak kemajuan dan kesejahteraan di tengah-tengah masyarakat (halaman 25).

Setidaknya ada dua alasan yang penting untuk disadari oleh semua pendidik mengapa ramaja harus disiapkan dengan matang. Yaitu, pertama, remaja mempunyai peran dan nilai yang strategis  serta signifikan dalam menentukan masa depan bangsa. Kedua, eksistensi remaja sebagai simbol progresivitas, pelopor, dan penentu arah dinamika suatu bangsa (halaman 32).

Langkah selanjutnya setelah mengetahui posisi dan peran remaja secara menyeluruh adalah menganalisis penyebab-penyebab kenakalan remaja. Menurut Kartini Kartono, kenakalan remaja disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor internal (endogen) dan faktor eksternal (eksogen).  Faktor internal berlangsung melalui proses internalisasi diri yang keliru oleh remaja dalam menanggapi lingkungan di sekitarnya dan semua pengaruh dari luar.

Sedangkan faktor eksternal adalah semua perangsang dan pengaruh luar yang menimbulkan tingkah laku terntentu bagi anak-anak remaja. Misalnya, tindak kekerasan, kejahatan, perkelahian, pornografi, pornoaksi, pergaulan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan lain sebagainya (halaman 125-129).

Faktor lain adalah kurangnya perhatian dari orang tua dan guru. Apalagi kondisi saat ini yang serba canggih. Kecanggihan teknologi tersebut harus diimbangi dengan kontrol yang baik dan pembinaan moral yang tepat agar para pendidik tidak “kecolongan”. Karena kemudahan dalam mengakses informasi secara bebas dapat mempengaruhi pola pikir anak. Jika yang diakses informasi yang tidak baik dan merusak seperti pornografi dan semacamnya, maka mereka akan cenderung ingin meniru apa yang mereka lihat.

Perlu disadari, bahwa terdapat dua hal penting yang harus dipahami oleh orang tua dan semua pendidik di sekolah yang ada dalam diri remaja. Ada potensi positif yang sangat menakjubkan, sekaligus juga ada potensi negatif yang sangat membahayakan. Potensi positif adalah kekuatan yang dapat membawa kepada kemajuan. Sedangkan potensi negatif dapat membawa pada kenakalan yang besar, dikarenakan keinginannya untuk mencoba hal-hal baru yang sangat besar.

Untuk itu, kedua potensi tersebut butuh perhatian khusus dari para pendidik agar seorang remaja tidak terjebak pada hal-hal negatif. Di sinilah keterampilan para pendidik dalam menemukan energi positif remaja sangat diperlukan. Tentunya bukan menggunakan insting, tapi dengan pengamatan yang mendalam tentang kehidupan remaja itu sendiri, baik dengan membaca buku maupun dengan langsung mengamati perubahan tingkah lakunya di setiap waktu.

Ada empat belas langkah praktis yang sangat memungkinkan untuk dilakukan di sekolah dalam buku ini dalam rangka mencegah dan mengatasi kenakalan remaja. Semuanya dapat dirangkum dalam empat poin penting. Pertama, menguatkan pendidikan karakter yang baik kepada anak di sekolah dengan keteladanan dan menyemarakkan kegiatan-kegiatan positif. Kedua, melakukan pendekatan psikologis yang humanis kepada anak melalui bimbingan dan konseling. Ketiga, Menguatkan kerja sama antara sekolah, orang tua, dan lingkungan dalam mengontrol perkembangan karakter anak. Keempat, Menegakkan tata tertib sekolah secara disiplin (halaman 173-210).

Pada intinya, buku setebal 284 halaman ini mengajak kita semua, khususnya para praktisi pendidikan, untuk menyiapkan generasi yang baik di masa yang akan datang. Hal ini dapat dimulai dengan memberikan pendidikan yang baik agar para remaja (anak didik) dapat terhindar dari aksi-aksi kenakalan remaja.

Cara Mengatasi Gempa

Belum selesai pemulihan akibat dampak gempa dan tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004 di Aceh, kembali gempa terjadi lagi di kawasan Nias. Provinsi Sumatera Utara serta Simeulue dan Singkil, Provinsi NAD. Gempa terjadi dengan kekuatan 8,7 pada Skala Richter. Bila kita bandingkan dengan dampak yang ditimbulkannya, maka gempa dengan kekuatan lebih besar dari 8 Skala Richter merupakan gempa yang dapat menyebabkan kerusakan serius pada beberapa daerah dengan jangkauan 100 km.

Bila ditransformasikan dengan energi TN, maka gempa dengan kekuatan 8,7 pada Skala Richter adalah ekuivalen dengan kekuatan lebih dari 12 miliar ton TNT dan kejadian gempa yang menimbulkan tsunami di Aceh 26 Desember 2004 dengan kekuatan 8,9 Skala Richter adalah lebih dari 24 miliar ton TNT (atau dua kali kekuatan energi TNT dari gempa di kawasan Nias).

Dengan kekuatan yang sebesar itu tetap menimbulkan pertanyaan, karena gempa di kawasan Nias dengan pusatnya di laut tidak menimbulkan tsunami. Padahal beberapa persyaratan untuk timbulnya tsunami ada pada kejadian gempa tersebut, yaitu lokasi di laut, kekuatan sangat besar, deformasi juga terjadi. Namun kejadian ini tidak menimbulkan gangguan yang signifikan di muka air laut yang bisa menimbulkan tsunami.

Tsunami berasal dari kata Jepang "tsu" pelabuhan/laut dan "nami" berarti gelombang. US Army Corps of Engineers mendefinisikan tsunami sebagai gelombang laut gravitasi periode panjang yang ditimbulkan oleh gangguan seperti gempa, longsor, letusan gunung berapi, dan exploisons di dekat muka air laut.

Gelombang tsunami terbentuk oleh gerakan patahan, longsor, jatuhnya benda-benda langit (meteor) maupun aktivitas gunung api di bawah laut. Istilah tsunami ini jadi populer untuk membedakan dengan gelombang-gelombang yang umum terjadi.


Tsunami terjadi di perairan dalam laut lepas dan bergerak menuju ke perairan dangkal dekat pantai. Perubahan energi tsunami yang tergantung pada kecepatan gelombang dan tinggi gelombang adalah hampir konstan. Konsekuensinya. pengurangan kecepatan tsunami juga hampir konstan pada saat menuju perairan dangkal, sehingga energi tsunami terasa semakin bertambah besar di perairan dangkal. Karena pengaruh shoaling, tsunami tidak terasa/kelihatan di laut, tetapi dapat menjadi beberapa meter atau lebih tinggi di dekat pantai. Ketika mencapai pantai, tsunami dapat menimbulkan gelombang jatuh atau gelombang naik yang sangat cepat, yang merupakan rangkaian gelombang penghancur.

Dengan kata lain, gelombang dengan ketinggian hanya 2 meter (misalnya) di laut, namun kecepatannya bisa mencapai lebih dari 800 km per jam ketika mencapai pantai, kecepatannya akan sangat berkurang, namun tinggi gelombang akan menjadi puluhan meter. Ketinggian gelombang inilah yang menimbulkan kerusakan dahsyat di pantai.

Tsunami dapat diakibatkan oleh berbagai hal yang menyebabkan pemindahan massa air yang sangat besar dari kondisi equilibriumnya (seimbang).

Pada beberapa kasus tsunami yang pernah terjadi, penyebabnya adalah gempa bumi, kenaikan kolom air atau penurunan dasar laut, dan atau longsoran submarine. Pada umumnya, letusan gunung berapi yang hebat pada daerah pesisir (submarine) dapat juga menimbulkan kekuatan impulsif yang menaikkan kolom air dan mengakibatkan tsunami. Sebaliknya. gerakan tanah pada supermarine dan pengaruh tabrakan kosmik (seperti meteor) mengganggu air dari sisi atas, seperti momentum jatuhnya runtuhan benda-benda ke dalam air.

Proses Gempa

Tsunami timbul ketika dasar laut dengan tiba-tiba berubah bentuk dan air di atasnya berpindah secara vertikal. Gempa bumi tektonik merupakan bagian jenis gempa bumi yang diasosiasikan dengan kerusakan bentuk kulit bumi: ketika gempa bumi terjadi di bawah laut, massa air di atas pusat gempa berpindah atau bergeser dari posisi seimbang.

Perpindahan atau pergeseran massa air ini (dengan pengaruh gravitasi) berupaya untuk memperoleh kembali posisi seimbang) inilah yang menimbulkan gelombang tsunami.

Dengan kata lain, apabila sebagian besar daerah di dasar laut naik atau turun, maka tsunami dapat tercipta.

Le Pichon, seorang pakar geologi membagi lapisan bumi menjadi tiga belas lempeng (plate) dengan enam lempeng utama, yaitu Eurasia, Pasifik, Amerika. Indo Australia, Antartika dan Afrika. Naik atau turunnya dasar laut biasanya terjadi pada batas-batas lempeng tersebut. Lempeng-lempeng ini terus bergerak dengan tidak teratur, sehingga menimbulkan tabrakan-tabrakan, sehingga menimbulkan patahan.

Indonesia terletak di antara beberapa Iempeng. Batasan lumpeng yang paling panjang adalah antara lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia yang memanjang mulai dari laut di barat Pulau Sumatera, selatan Pulau Jawa, Bali sampai Pulau-Pulau di Nusa Tenggara. Gerakan-gerakan di perbatasan kedua lempeng tersebut yang sering memicu terjadinya tsunami.

Data Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral menunjukkan bahwa mulai tahun 1833 sampai sekarang ada 33 kejadian tsunami di batasan Iempeng ini dengan perincian 15 kejadian di Pulau Sumatera, 8 kejadian di Pulau Jawa dan 10 kejadian ada di pulau-pulau Bali ke timur. Di Sulawesi. Maluku dan Papua ada 34 kejadian tsunami.

Di Pulau Jawa, paling akhir terjadi tsunami adalah pada tahun 1994 di Banyuwangi, Jawa Timur dengan jumlah korban tewas 238 dan 400 luka-luka. Di Jawa Tengah, tiga kali kejadian terletak laut di kawasan Cilacap, yaitu tahun 1840. 1904 dan 1957.

Oleh karena itu, pengelolaan bencana tsunami di pantai-pantai Barat Sumatera dan Selatan Jawa sangat direkomendasikan untuk segera dilakukan.

Sedangkan untuk gempa yang terjadi di seluruh lndonesia yang tercatat di Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral adalah sebanyak 99 kejadian.

Upaya Penyelamatan

Beberapa hal tentang tsunami dan bagaimana kita melakukan upaya penyelamatan akan datangnya tsunami diinformasikan oleh http://www.geophys.washington.edu/ tsunami.

Tsunami yang biasanya terjadi di Pantai Barat Sumatera dan pantai selatan Jawa sebagian besar selalu disebabkan oleh gempa di laut. Beberapa kejadian tsunami bisa jadi sangat besar.

Di daerah pantai, tinggi tsunami dapat mencapai 9 m, bahkan untuk kejadian ekstrim bisa mencapai sampai 30 m, dan tsunami dapat masuk ke daratan beberapa ratus meter sampai beberapa kilometer. Semua daerah pantai rendah sangat potensial untuk diterjang tsunami.

Tsunami terdiri dari beberapa gelombang. Terkadang gelombang pertama mungkin tidak besar, namun disusul dengan gelombang-gelombang yang lebih besar. Bahaya dari tsunami bisa terjadi hanya dalam hitungan menit sampai beberapa jam setelah kedatangan gelombang pertama.

Ketika mencapai pantai, gelombang tsunami dapat bergerak lebih cepat daripada orang berlari. Sering terjadi tsunami menyebabkan air di dekat pantai surut dengan cepat, sehingga dasar laut bisa terlihat. Hal ini merupakan salah satu tanda alam akan datangnva tsunami.

Kekuatan beberapa tsunami sangatlah hebat. Bebatuan besar seberat beberapa ton, kapal-kapal dan reruntuhan lainnya dapat bergerak ke daratan beberapa ratus kaki oleh aktivitas gelombang tsunami. Rumah-rumah dan bangunan lainnya hancur. Semua benda-benda dan air bergerak dengan kekuatan besar dan dapat membunuh atau melukai orang-orang. Tsunami dapat melalui sungai dan anak sungai yang menuju ke lautan.

Bagi masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di pantai perlu mengetahui tanda-tanda akan datangnya tsunami dan upaya penyelamatan. Bila merasakan goncangan bumi, maka segera pergi ke tanah yang lebih tinggi. Jangan menunggu peringatan tsunami diumumkan. Dengan segera menjauhi sungai dan anak sungai yang menuju ke laut sama seperti menjauhi dari pantai dan laut jika ada tsunami. Tsunami dari gempa lokal dapat terjadi di wilayah sekitarnya sebelum peringatan tsunami diumumkan.

Mengingat batas lempeng Eurasia dan Lempeng Indo-Australia di terletak di laut barat Sumatera dan selatan Pulau Jawa hanya beberapa ratus kilometer jaraknya ke pantai dan kecepatan gelombang tsunami bisa mencapai lebih dari 800 km/jam, maka rentang waktu terjadi gempa di laut dan tsunami yang ditimbulkannya hanya dalam hitungan menit. Tsunami yang terjadi di Aceh hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk mencapai pantai setelah gempa terjadi.

Melihat kejadian di Aceh dan di Nias, maka sudah selayaknya kita belajar untuk bersahabat dengan alam dan berupaya untuk memecahkan misteri-misteri alam, terutama terhadap kejadian gempa dan tsunami. Kita wajib untuk terus menerus mencari tanda-tanda alam karena kita bagian dari alam. Sehingga ke depan, kita bangsa Indonesia, yang memang ditakdirkan untuk hidup di tengah-tengah hampir semua bencana mampu untuk dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat suatu bencana terjadi.

Penanaman bakau sepanjang pantai sebagai salah satu upaya memperkecil dampak kerusakan tsunami perlu digalakkan karena bisa sebagai penghalang. Tanaman bakau dapat mengurangi tinggi gelombang menjadi setengah dari tinggi gelombang tanpa ada tanaman bakau. Pengelolaan Zona Pantai Terpadu sudah saatnya dilakukan.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah membuat semacam pedoman untuk pengelolaan bencana nanum hanya untuk bencana-bencana banjir, kekeringan, longsor dan tsunami. Pengelolaan untuk bencana-bencana lainnya seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, angin topan perlu juga dibuat dan disosialisasikan ke semua lapisan masyarakat.

Robert J Kodoatie. pengajar Jurusan Teknik Sipil FT Undip

Wednesday, April 10, 2013

Tanda Masyarakat Sudah Cerdas

Laporan: Dedy Ardiansyah

Kesuksesan dan atau tanda tanda dimana sebuah koloni atau warga negara dan atau masyarakat sudah mengalami peningkatan dalam kecerdasan tidak hanya bisa dilihat dari segi pendidikan yang tinggi saja dan tidak terletak atau tertentu pada beberapa orang saja karena kenyataan ini kemudian perlu didukung oleh seberapa banyak mereka yang sudah dan menjangkau hal tersebut

Berkaitan dengan tingkat kecerdasan masyarakat dan senada dengan hal ini Sebuah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) bukan hanya diukur dari seberapa banyak partisipasi masyarakat yang datang ke Tempat Pemilihan Suara (TPS). Tapi bisa juga diukur dari tingginya suara golongan putih (Golput).

Pendapat  ini disampaikan ekonom nasional Ichsanudin Noorsy yang menjadi panelis di acara Debat Cagub yang disiarkan langsung di TVOne.

"Saya memang berbeda pandangan terhadap teman-teman pengamat politik. Saya mengukur tingkat keberhasilan sebuah pemilu dari voter education itu. Semakin tinggi angka Golputnya, berarti semakin cerdas masyarakatnya," kata Ichsanudin dalam perbincangan dengan MedanBagus.Com usai acara Debat Cagub.

Ichsanudin bilang, tingginya angka Golput tersebut merupakan refresentasi dari voter education, sebuah kesaradan pemilih untuk tidak memilih karena sudah mengetahui calon yang akan dipilihnya tidak sesuai dengan yang diharapkan.

"Ichsanudin Noorsy ngomong begini karena punya riset, bukan asal ngomong," imbuhnya.

Setidaknya, dari rata-rata setiap dia tampil sebagai panelis, kecenderungan meningkatnya angka golput itu selalu terjadi.

"Jadi kalau saya jadi panelis di satu debat, tingkat golputnya bisa menjadi 40 sampai 45 persen. Itukan karena mereka sadar, ini calon tidak merefresentasikan aspirasi publik," pungkasnya.

Saturday, April 6, 2013

Pembodohan Secara Nasional

"Yohanes Surya : IPA Dihapus adalah Pembodohan secara Nasional"

Perombakan kurikulum menimbulkan perubahan besar-besaran terhadap kurikulum tingkat sekolah dasar (SD). Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) bakal dihapus dan materinya akan diintegrasikan dengan mata pelajaran pokok, seperti Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Bahasa Indonesia, dan Matematika.

Penghapusan mata pelajaran IPA mendapat tentangan keras dari pendiri Surya Institute, Yohanes Surya. Menurut Yohanes Surya, IPA harus sudah diajarkan sejak SD sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri.

“IPA itu harus diajarkan sejak SD dan dipisahkan sebagai mata pelajaran, jangan digabung dengan Bahasa Indonesia. Kala digabung, indikatornya juga jadi indikator bahasa kan? Misalnya, belajar listrik. Karena indikatornya bahasa kan maka jadinya membikin puisi listrik. Enggak nyambung,” tuturnya kepada Kompas.com, Rabu (28/11/2012).

Yohanes Surya menyesal karena penghapusan mata pelajaran IPA justru dilakukan di tengah upaya memopulerkan sains kepada para siswa di seantero Indonesia. Rencana pemerintah ini dinilai hanya akan membuat pendidikan Indonesia makin terpuruk.

“Kita lihat masalah utamanya adalah IPA diintegrasikan sama Bahasa Indonesia, lalu ketika diintegrasikan, ada sekitar 60-70 persen materi IPA yang dipangkas. Ini yang bahaya. Sekarang kita mau gencar-gencarnya promosi sains, pemerintah malah memangkas sains. Sistem pendidikan kita sekarang berada di paling bawah, lalu IPA dipotong 70 persen, makin kacau kan. Bayangkan, Indonesia akan jadi apa kalau 70 persen materi IPA akan dipangkas. Kita mau jadi apa?” ungkapnya.

Walau demikian, Yohanes Surya tak menampik bahwa memang memang ada masalah dalam penyampaian IPA dari guru siswa sehingga mata pelajaran ini dianggap memberatkan anak-anak usia SD. IPA dianggap sebagai momok bagi anak-anak karena tidak diajarkan dengan menarik.

Menurut Yohanes Surya, jika IPA diajarkan dengan asyik dan menyenangkan, IPA tentu tidak akan menjadi beban bagi anak-anak. Oleh karena itu, solusi yang ditemukan bukanlah penghapusan mata pelajaran ini.

“Saya menentang habis-habisan pengintegrasian ini. Saya akan terus menentang sampai pemerintah bosan juga mendengarnya,” katanya.

“Kan sayang kalau Indonesia terjadi pembodohan secara nasional,” tandasnya kemudian.