kolom melintang

Showing posts with label Tasawwuf. Show all posts
Showing posts with label Tasawwuf. Show all posts

Thursday, November 5, 2015

MUNAJAT-MUNAJAT INDAH IMAM IBNU 'ATHOILLAH

MUNAJAT-MUNAJAT INDAH IMAM IBNU 'ATHOILLAH AS SAKANDARIY AL MISHRY

( Bagian Ke-1 )

بسم الله الرحمن الرحيم

Tulisan ini terinspirasi dari kajian kitab al-Hikam yang dibaca oleh Guru ku Syaikhuna al 'Alim al Fadhil KH. Muhammad Djamaludin Ahmad pada rutinan " malem selosoan " di Pon-Pes Bumi Damai Al Muhibbin, Tambakberas- Jombang.

Munajat- munajat dan doa yang begitu indah dan syahdu ini oleh Imam Ibnu 'Athoillah selepas beliau merampungkan maqolah-maqolah sufistiknya yang beliau tulis dalam sebuah karya masterpiece nya yang sangat masyhur di dunia kethoriqohan maupun ketasawwufan, Al Hikam.

Begitu masyhurnya kitab fenomenal ini, sebagai kitab yang merupakan pegangan bagi para salik / muried thoriqoh dalam menapak jenjang menuju taman hati, wushul ilalloh, hingga banyak ulama-ulama generasi sesudahnya berlomba-lomba mensyarah maqolah-maqolah beliau menjadi sebuah karya tersendiri dalam mengulas rahasia-rahasia yang tersembunyi dibalik ucapan hikmahnya yang begitu sarat dengan isyarat-isyarat ketuhanan. Sebut saja kitab Syarhul Hikam, sebuah kitab yang disusun oleh 'Alimul 'allamah wal Habr al Bahrul Fahamah Muhammad bin Ibrohim yang terkenal dengan sebutan Ibnu 'Ibad An Nafary ar Rondy, kitab ini sering dipakai dipesantren-pesantren yang nota bene bercorak tasawwuf, kemudian kitab Iqodul Himam fii Syarhil Hikam yang disusun oleh Al 'Arifubillah As Sayyid Ahmad bin Muhammad Al Ajibah Al Hasani, lalu kitab Syarhul Hikam al 'Athoiyyah yang disusun oleh As Syaikh Al Muhaddist al Hafidz Muhammad Hayat as Sindy al Madani, dll.

Imam Ahmad Ibnu Athoillah As-Sakandary Al-Mishry, seorang Sufi besar yang bermadzhab Maliki, penyair ulung, juru bicara para sufi yang bahasa sufistiknya banyak menjadi pijakan para pelaku tarekat zaman sekarang, yang banyak pengikutnya dan seorang Guru Besar di Universitas Al-Azhar kala itu. Imam Ibnu Athoillah dilahirkan tahun 658 H dikota Al-Iskandariyah ( Alexandria ), Mesir, dan wafat tahun 709 H.

MUNAJAT- MUNAJAT IMAM IBNU 'ATHOILLAH.

١. الهى أنا الفقير في غناي فكيف لا اكون فقيرا في فقرى

" Tuhanku, akulah hamba yang fakir didalam kekayaanku ini, maka bagaimana tidak dapat merasakan kefakiran didalam kefakiranku ini ".

٢. الهى أنا الجاهل في علمى فكيف لا اكون جهولا في جهلى

" Tuhanku, akulah hamba yang bodoh dalam ilmu pengetahuanku ini, maka bagaimana tidak lebih bodoh lagi dalam hal-hal yang aku tidak ketahui "

٣. الهى ان اختلاف تدبيرك وسرعة حلول مقاديرك منعا عبادك العارفين بك عن السكون الى عطاء واليأس منك في بلاء

" Tuhanku, sesungguhnya dalam perubahan-perubahan aturanMu dan cepat tibanya takdirMu, kedua-duanya ini telah menahan para hambaMu yang 'arif untuk tenang pada pemberian atau patah harapan daripadaMu karena suatau bala' dan ujian ".

Maksudnya adalah, bahwa orang-orang arif itu merasa senang mendapat karunia apapun dari Alloh, baik musibah ataupun nikmat karena kedua hal ini tidak akan menurunkan rasa butuh mereka kepada Alloh.

٤. الهى منى ما يليق بلؤمى ومنك ما يليق بكرمك

" Tuhanku, padaku pasti akan terjadi apa-apa yang layah dengan sifat kerendahan, kekurangan dan kebodohanku. Dan padaMu pasti akan terbit apa-apa yang layak dengan kemulyaan dan kebesaranMu ".

٥. الهى وصفت نفسك باللطف والرأفة بى قبل وجود ضعفى ، افتمنعنى منهما بعد وجود ضعفى ؟

" Tuhanku, Engkau telah menyebut diriMu dengan sifat belas kasih sejak sebelum adanya kelemahan bentukku ini, Maka apakah kini Engkau tolak diriku ini dari kedua sifatMu itu setelah nyata adanya kelemahan dan kebutuhanku ini ".

٦. الهى ان ظهرت المحاسن منى فبفضلك ولك المنة عليّ ، وان ظهرت المساوئ منى فبعدلك ولك الحجة عليّ

" Tuhanku, jika timbul daripadaku amal kebaikan, maka itu semata-mata karena karuniaMu, dan Engkau yang berhak menuntut padaku. Sebaliknya, jika terjadi daripadaku suatu kejahatan, maka itu semata-mata karena keadilanMu, dan Engkau berhak menuntutku atas kejahatan itu ".

٧. الهى كيف تكلى الى نفسى وقد توكلت لى وكيف أضام وانت الناصر لى ام كيف أخيب وانت الحفى بى

" Tuhanku, bagaimana Engkau kembalikan padaku untuk mengurusi diriku, padahal Engkau telah menjamin aku, dan bagaimana aku akan hina padahal Engkau yang menolong aku, bagaimana aku akan kecewa padahal Engkau yang kasih padaku ".

٨. ها انا اتوسل اليك بفقرى اليك ، وكيف اتوسل اليك بما هو مُحال ان يصل اليك ، ام كيف اشكو اليك حالى وهي لا تخفى عليك ، ام كيف أُترجم لك بمقالى وهو منك برز اليك ، ام كيف تخيب آمالى وهي قد وفدت اليك ، ام كيف لا تحسن احوالى وبك قامت واليك

" Inilah aku mendekat kepadaMu dengan perantara kefaqiranku kepadaMu, dan bagaimana aku akan dapat berperantara kepadaMu dengan sesuatu yang mustahil bisa menyampaikanku padaMu. Dan bagaimana aku akan menyampaikan kepadaMu perihal keadaanku, padahal tidak tersembunyi daripadaMu. Dan bagaimana akan aku jelaskan padaMu akan keadaanku, sedang kata-kata itu daripadaMu dan kembali kepadaMu. Atau bagaimana akan kecewa harapanku, padahal telah datang menghadap kepadaMu. Atau bagaimana tidak akan menjadi baik keadaanku, sedang ia berasal daripadaMu dan kembali pula kepadaMu ".

٩. الهى ما الطفك بى مع عظيم جهلى وما ارحمك بى مع قبيح فعلى

" Tuhanku, alangkah besar lemah lembutMu terhadap diriku, padahal sangat dunguku, dan alangkah besarnya rahmatMu kepadaku, disamping sangat jeleknya perbuatanku ".

١٠ . الهى ما اقربك منى وما ابعدنى عنك

" Tuhanku, alangkah dekat Engkau padaku, dan alangkah jauhnya aku dariMu ".

١١. الهى ما أرأفك بى فما الذى يحجبنى عنك

"Tuhanku, alangkah kasihMu padaku, maka apa yang telah menghalangiku dariMu ".

١٢. الهى قد علمت باختلاف الآثار وتنقلات الاطوار ان مرادك منى ان تتعرف اليّ في كل شيئ حتى لا اجهلك في شيئ

" Tuhanku, aku telah mengerti dengan perubahan keadaan dan pada tiap-tiap pergantian masa, bahwa tujuanMu untuk memperkenalkan kekuasanMu kepadaku dalam segala keadaan dan masa, sehingga aku tak lupa padaMu dalam sesuatu apapun ".

١٣. الهى كلما اخرسنى لؤمى أنطقنى كرمك ، وكلما أيأستنى أوثافى اطمعطنى منتك

" Tuhanku, tiap-tiap aku dibungkam mulutku oleh sebab dosa-dosaku, maka terbuka mulutku oleh sebab melihat kemurahanMu yang tak terhingga. Dan tiap-tiap aku berputus asa untuk mendapat rahmatMu karena sifat-sifat kerendahanku, maka terbukalah harapan-harapanku ketika melihat karuniaMu ".

١٤. الهى من كانت محاسنه مساوئ فكيف لا تكون مساويه مساوئ ومن كانت حقائقه دعاوى فكيف لا تكون دعاويه دعاوي

" Tuhanku, seorang yang dalam semua kebaikannya masih banyak kekurangan, maka bagaimanakah tidak menjadi kesalahan-kesalahan itu debagai suatu dosa. Dan orang semua ilmu dan pengertiannya itu hanya pengakuan belaka, maka bagaimana tidak akan menjadi semua pengakuannya itu kepalsuan belaka ".

١٥. الهى حكمك النافذ ومشيئتك القاهر لم يتركا لذي مقال مقالا ولا لذي حال حالا

" Tuhanku, hukum putusanMu yang pasti terlaksana dan kehendakMu yang memaksa, keduanya tidak memberi kesempatan bagi orang yang pandai untuk berkata-kata, atau orang yang mempunyai kesaktian untuk menunjukkan kesaktiannya ".

Bersambung....

———————
Sidoarjo, Jum'at 6 November 2015
Danny Ma'shoum

Thursday, March 5, 2015

7 KEAGUNGAN TAQWA

7 ISYARAT AYAT AL-QUR'AN TENTANG KELEBIHAN ORANG YANG BERTAQWA.

As-Syaikh Abu Nashr Muhammad ibn Abdirrahman al-Hamadzani rahimahulloh berkata, " Ada tujuh hal yang sangat diharapkan semua manusia, akan tetapi Alloh SWT telah berjanji akan memberikannya kepada orang-orang yang bertakwa ;

(1). Semua manusia mengharapkan diampuni dosa-dosanya, akan tetapi Alloh SWT telah berjanji akan memberikannya kepada orang-orang yang bertakwa.
Ayatnya adalah :

(ذَٰلِكَ أَمْرُ اللَّهِ أَنْزَلَهُ إِلَيْكُمْ ۚ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا) [Surat At-Talaq : 5]

" Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu, dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya ".

(2). Semua manusia mengharapkan selamat dari neraka, akan tetapi hal itu dijanjikan Alloh SWT kepada orang-orang yang bertakwa.
Ayatnya adalah :

(وَيُنَجِّي اللَّهُ الَّذِينَ اتَّقَوْا بِمَفَازَتِهِمْ لَا يَمَسُّهُمُ السُّوءُ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ) [Surat Az-Zumar : 61]

" Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangan mereka, mereka tiada disentuh oleh azab (neraka dan tidak pula) mereka berduka cita ".

(3). Semua orang mengharapkan memperoleh akhir hidup yang baik, akan tetapi hal itu dijanjikan Alloh SWT kepada orang-orang yang bertakwa.
Ayatnya adalah :

(قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ اسْتَعِينُوا بِاللَّهِ وَاصْبِرُوا ۖ إِنَّ الْأَرْضَ لِلَّهِ يُورِثُهَا مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۖ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ) [Surat Al-Araf : 128]

" Musa berkata kepada kaumnya: "Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa".

(4). Semua manusia mengharapkan dapat mewarisi surga, akan tetapi hal itu Alloh janjikan kepada orang-orang yang bertakwa.
Ayatnya adalah :

(تِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي نُورِثُ مِنْ عِبَادِنَا مَنْ كَانَ تَقِيًّا) [Surat Maryam : 63]

" Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa ".

(5). Semua manusia mengharapkan memperoleh keberuntungan dan pertolongan, akan tetapi hal itu Alloh janjikan kepada orang-orang yang bertakwa.
Ayatnya adalah :

(إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ) [Surat An-Nahl : 128]

" Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan ".

(6). Semua manusia mengharapkan cinta dari Alloh, akan tetapi hal itu Alloh janjikan kepada orang-orang yang bertakwa.
Ayatnya adalah :

(كَيْفَ يَكُونُ لِلْمُشْرِكِينَ عَهْدٌ عِنْدَ اللَّهِ وَعِنْدَ رَسُولِهِ إِلَّا الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۖ فَمَا اسْتَقَامُوا لَكُمْ فَاسْتَقِيمُوا لَهُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ) [Surat At-Tawba : 7]

" Bagaimana bisa ada perjanjian (aman) dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin, kecuali orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidil haraam? maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa ".

(7). Semua manusia mengharapkan diterima taat dan doanya, akan tetapi hal itu Alloh janjikan kepada orang-orang yang bertakwa.
Ayatnya adalah :

(وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ) [Surat Al-Maeda : 27]

" Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!". Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa".

* keterangan diatas saya sadur dari kitab " الدرة النفيسة من شروح الحكم العطائية لقصد محبة الله ", Jilid 1, Hal. 52, Karya Syaikhina Al-Mursyid KH. Muhammad Djamaluddin Ahmad, pengasuh Pon-Pes Bumi Damai Al-Muhibbin, TambakBeras-Jombang.

Danny Ma'shoum