kolom melintang

Showing posts with label Cuaca Buruk. Show all posts
Showing posts with label Cuaca Buruk. Show all posts

Wednesday, May 22, 2013

Perubahan Cuaca Secara Tiba Tiba

KOMPAS.com Waspadai Cuaca yang Berubah Ekstrem, - Para nelayan yang hendak melaut di wilayah Kalbar diminta mewaspadai cuaca yang bisa tiba-tiba berubah ekstrem. Pekan lalu, cuaca yang tiba-tiba berubah ekstrem telah menenggelamkan beberapa kapal.

Budiman (43), anak buah KM Digdoyo Perkasa yang selamat dari tenggelamnya kapal itu Minggu lalu, menuturkan, dalam beberapa tahun belakangan ini, seringkali terjadi perubahan cuaca ekstrem.

"Sebelum kapal kami mengalami kecelakaan, cuaca masih bagus. Saat hendak masuk dari laut lepas ke Muara Jungkat, cuaca berubah secara tiba-tiba menjadi sangat buruk," kata Budiman, Kamis.

Direktur Polisi Perairan Polda Kalbar Komisaris Besar Ramses Kamsuddin meminta, para nelayan harus mengikuti himbauan dari syahbandar pelabuhan setempat. "Kalau syahbandar tak mengizinkan melaut karena cuaca diprediksi buruk, lebih baik jangan memaksakan diri melaut," kata Ramses.

Sunday, May 19, 2013

Bumi Memasuki Zona Iklim Aneh

suarapembaruan.com Pernahkah Anda merasakan perubahan cuaca yang ekstrem dalam beberapa hari belakangan ?

Kalau Anda sehari-hari berada di dalam ruangan AC, pasti tidak terlalu merasakan perubahan iklim yang terjadi. Tetapi bagi mereka yang sering beraktivitas di luar ruangan, perubahan cuaca ekstrem sangat terasa. Di Indonesia, bulan Mei adalah saat-saat awal memasuki musim panas. Tetapi di mana-mana masih terjadi banjir bandang dan longsor.

Di Jakarta lebih aneh lagi. Dalam beberapa hari  terakhir, sinar matahari terasa lebih panas dari biasanya. Tiba-tiba hujan turun dengan sangat deras, membuat jalan-jalan Jakarta banjir. Kemudian  panas lagi, mendung, hujan gerimis, panas lagi, dan seterusnya. Saat ini, dunia atau bumi yang kita pijak ini memasuki zona bahaya baru dengan tingkat pemanasan global yang mencapai titik yang belum pernah terjadi dalam sejarah umat manusia di bumi. Sementara, perjanjian dunia mengenai perubahan iklim berjalan lambat. 

“Saat melampaui ambang batas karbon dioksida yakni 400 ppm pekan lalu, dunia telah melewati  sebuah batas bersejarah dan memasuki zona bahaya baru,” kata Christiana Figueres, Kepala Sekretariat Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Senin (13/5). 

Tingkat  itu diukur dengan sistem pemantau Amerika Serikat (AS), yang belum ada di bumi tiga atau lima juta tahun,  saat temperatur bumi beberapa derajat lebih hangat dan permukaan air laut masih 20 hingga 40 meter lebih tinggi dibanding hari ini, kata para pengamat.

Sebelum revolusi industri, saat manusia pertama kali memompakan karbon ke atmosfer dengan membakar bahan bakar fosil, tingkat CO2 masih sekitar 280 ppm, dan itu  terus meningkat sejak pencatatan dimulai pada tahun 1950-an.  400 ppm adalah batas simbolik yang memang diperkirakan akan terlampaui, namun para aktivis lingkungan mengatakan bahwa itu adalah sebuah peringatan dalam upaya untuk mengekang emisi rumah kaca melalui penggunaan bahan bakar fosil.

“Dunia harus tersadar dan mencatat apa artinya ini bagi keselamatan dan kesejahteraan manusia serta perkembangan ekonomi,” kata Figueres, yang mengwasi perundingan global yang bertujuan membatasi pemanasan yang disebabkan oleh perubahan iklim. “Dalam menghadapi bahaya yang jelas dan hadir di depan mata, kita membutuhkan respons kebijakan yang benar-benar bisa menghadapi tantangan itu,” katanya. 

Para perunding di bawah naungan PBB berharap tahun 2015 akan bisa mengembangkan sebuah perjanjian iklim global baru yang akan mulai berlaku pada tahun 2020.

Badan dunia itu secara simultan berusaha menemukan solusi jangka pandek sebelum tahun 2020,  untuk memperkecil kesenjangan yang tumbuh antara target emisi karbon yang disepakati dan pemanasan yang sebetulnya dibutuhkan untuk mencegah pemanasan global. 

PBB menargetkan, peningkatan suhu maksimal 2 derajat celcius di atas tingkat pra industri, yang bagi para ilmuwan dipercaya sebagai tingkat perubahan iklim yang masih bisa ditangani. 

Panel Antar Negara Tentang Perubahan Iklim  (IPCC), yang memberi masukan kepada para pengambil kebijakan, telah mengatakan bahwa jumlah CO2 di atmosfer harus dibatasi hingga 400 ppm agar temperatur bumi hanya naik 2 sampai 2,4 derajat Celcius. 

Namun, Jumat pekan lalu, pusat pemantauan National Oceanic and Atmospheric Administration di Mauna Loa, Hawaii, mengeluarkan data yang menunjukkan bahwa rata-rata jumlah CO2 di atas Samudera Pasifik berada pada tingkat 400,33 ppm. 

Sebuah pusat pemantauan di Scripps Institution of Oceanography di San Diego, California, mencatat jumlah CO2 adalah 400,08 ppm. 

“Kita masih punya kesempatan untuk mencegah dampak terburuk perubahan iklim, tapi ini akan membutuhkan langkah respons yang sangat besar,” kata Figueres. 

Texas EF4 Granbury Tornado

Texas EF4 Granbury Tornado, Total of 16 Tornadoes May 15 2013 

Updated News footage of Texas Tornadoes. Granbury, Texas: EF4; wind speeds as high as 200 mph Cleburne, Texas: EF3 Millsap, Texas: EF1 Pecan Plantation, Texas: EF1 near Lake Amon G. Carter, Montague Co., Texas: EF1 Ennis, Texas: EF1 east southeast of Cleburne, Texas: EF0

Saturday, May 18, 2013

Tuduhan Tidak Berdasar Atas HAARP

HAARP disebut oleh banyak peminat teori konspirasi mampu menciptakan dan atau memanipulasi cuaca untuk menimpakan bencana alam seperti banjir, tornado dan sebagainya. namun jika saja kita mau melihat kenyataan yang ada bahwa diamerika sendiri mereka kini tengah berjuang untuk menghadapi apa dan bagaimana Bencana Alam Tersebut.

Sebagian besar peminat teori konspirasi mengatakan dan menyatakan bahwa HAARP adalah merupakan salah satu diantara sekian banyak senjata yang telah dipersiapkan oleh Amerika untuk menciptakan dan atau memanipulasi berbagai bencana alam. 

Hal tersebut adalah merupakan salah satu kesimpulan atas suatu anggapan yang sama sekali tidak berdasar , tidak dapat dibenarkan adanya, karena hingga saat ini mereka tengah sedang berjuang guna untuk menyelamatkan warga negara mereka sendiri dari berbagai bencana yang sedang / tengah menimpa mereka. 

Jika kemudian disebutkan bahwa HAARP adalah merupakan senjata pemusnah masal yang digunakan dengan cara memanipulasi cuaca maka mereka dapat dengan mudah mengatasi berbagai masalah diwilayah mereka sendiri. 

Dan jikapun ada rencana penguasaan dunia maka mereka dapat dengan mudah menghancurkan negara lain kemudian mendudukinya dan atau menguasainya.

Wallahu A'lam

Banyak Pesawat Jatuh

Kenapa ....? 


Wajar atau Tidak Wajar tanggapan seseorang terkait dengan maraknya Pesawat Jatuh sebagaimana dilaporkan oleh beberapa media elektronik dan online yang terjadi di belahan bumi serta di Indonesia khususnya adalah tergantung kepada kepercayaan masing - masing. 

Bagi mereka yang percaya akan kekuasaan Sang Pencipta hal tersebut adalah wajar mengingat kekuasaan Raja Segala Raja yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu. namun tidak demikian halnya dengan mereka yang berpikir ke arah logika dimana hal tersebut bisa jadi karena Cuaca Buruk , Karena Kerusakan Mesin , Karena Kesalahan Pilot dan berbagai macam hasil olah pikir dan atau perkiraan lainnya. 

Berikut adalah beberapa pendapat tentang maraknya pesawat jatuh sebagaimana saya kutip dari salah satu website yang disana dikatakan bahwa pendapat ini berasal dari :  Anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arwani Tomafi yang menilai bahwa banyaknya pesawat yang terjatuh disekitar Gunung Salak adalah sesuatu yang tidak wajar.

"10 tahun terakhir ada enam itu tidak wajar," ujar Arwani dalam diskusi Polemik Sindo Radio di Warung Daun Cikini Jakarta.

Dengan melihat kondisi demikian, dia menilai perlu adanya penguatan badan pelayanan navigasi. Dengan adanya badan ini maka akan mengukuhkan keselamatan penerbangan di negara kita.

"Perlu diperkuat navigasi penerbangan," tuturnya.

Lebih lanjut, Arwani menambahkan dengan jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet-100 ini menjadi momen pemerintah untuk melakukan perbaikan baik dari kelembagaan bandara, kelaiakan infrastruktur yang mengalami banyak ketertinggalan.

"Kelaiakan infrastruktur memang terus terang harus mengejar ketertinggalan. Kita punya banyak bandara yang tentu kurang kelaiakan dalam melakukan tugas dan fungsinya," paparnya.

Berikut ini sejumlah pesawat yang pernah jatuh di Gunung Salak yang dihimpun dari berbagai sumber.

1. Tanggal 10 Oktober 2002. Pesawat Trike bermesin PKS 098 jatuh di Lido, Bogor. 1 tewas

2. Tanggal 29 Oktober 2003. Helikopter Sikorsky S-58T Twinpac TNI AU jatuh di Kecamatan Kemang, Kabupaten    Bogor, 7 tewas

3. Tanggal 15 April 2004. Pesawat Paralayang Red Baron GT 500 milik Lido Aero Sport, jatuh di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Korban 3 orang tewas.

4. Tanggal 20 Juni 2004. Pesawat Cessna 185 Skywagon, jatuh di Danau Lido, Cijeruk, Bogor. 5 orang tewas.

5. Juni 2008. Pesawat Casa 212 TNI AU jatuh di Gunung Salak di ketinggian 4.200 kaki dari  permukaan laut. 18 orang tewas.

6. 30 April 2009. Pesawat latih Donner milik Pusat Pelatihan Penerbangan Curug jatuh di Kampung Cibunar, Desa Tenjo, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor. Korban: 3 tewas

7. 9 April 2012. Pesawat Sukhoi Superjet 100 buatan Rusia jatuh di Gunung Salak. Jumlah penumpang 46 orang.

Kenapa Jakarta Banjir

Banjir Jakarta Terjadi bukan Karena Intensitas Curah Hujan

Jakarta: Curah hujan meningkat memasuki akhir tahun 2012. Debit air membesar dan pengelolaan drainase yang buruk pun memicu banjir. Namun ancaman itu belum berakhir, sebab Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim hujan terjadi pada Januari 2013.

Karakteristik musim transisi cuaca terlihat pada keadaan pagi yang cerah. Di siang hari, cuaca berawan dan hujan pun turun di sore hari.

Menurut BMKG, intensitas hujan masih normal. Sebab tak satupun kawasan di Indonesia yang bertanda merah alias curah hujan tinggi. Namun banjir terjadi karena masalah drainase yang buruk.

Sementara intensitas hujan yang tinggi terjadi pekan depan di wilayah selatan Jakarta. BMKG pun mengimbau warga Jakarta di sekitar sungai untuk waspada. Sebab, hujan disertai petir dan angin kencang.

Meski demikian, BMKG belum menemukan tanda-tanda badai badai atau cyclone tropis. Di musim hujan nanti, BMKG mendata sejumlah wilayah daerah yang masuk kategori kuning untuk berhati-hati seperti Sawah Besar dan Kelapa Gading.(RRN)

Saturday, May 11, 2013

Skala Fisik Banjir Global

Legenda banjir global adalah mitos umum yang ada / diceritakan di banyak kebudayaan. Ini diyakini berasal dari kisah sejarah banjir yang nyata, mungkin di wilayah Kaspia, atau didaerah manapun dibelahan dunia manapun atau bahkan diseluruh dunia, yang saat ini diketahui telah rawan banjir dan kemungkinan besar tidak berlawanan dengan legenda disemua Alkitab. 

Sementara mitos paling tepat dijelaskan oleh banjir besar, namun masih bersifat lokal, banjir global digambarkan oleh literalis Alkitab meliputi seluruh bumi sehingga tidak ada lahan kering bisa ditemukan di mana saja di planet ini. Ini akan mungkin terjadi hanya jika disertai oleh erosi ekstrim yang telah meratakan sebagian besar tanah sehingga tidak ada gunung yang bisa naiki karena banjir, termasuk kemudian jika semua es dikutub mencair.

Tapi literalis muda tentang bumi dengan skala waktu sekitar 6000 tahun kemungkinan aturan atau sunnah ini bisa terjadi. Dengan demikian skala banjir mitologis harus dipertimbangkan mengingat daratan bumi saat ini semakin kecil dan es kutub juga sudah mulai mencair. 

Hal ini memiliki beberapa implikasi yang menarik jika kita menganggap bahwa itu benar-benar terjadi. Dengan asumsi bahwa tidak ada transformasi ajaib dari lanskap antara waktu banjir dan sekarang - sesuatu yang wajar mengingat kerangka waktu - banjir harus menaikkan permukaan laut dengan ketinggian Gunung Everest, setidaknya, sesuai dengan deskripsi Alkitab menyatakan bahwa air itu lebih tinggi dari gunung tertinggi. 

Hal Ini berarti ketinggian banjir adalah sekitar 8,84 km di atas permukaan laut saat ini. Karena volume tanah lebih kecil dibandingkan dengan total volume air yang akan diperlukan untuk banjir (lautan menutupi 71% dari permukaan bumi dan ketinggian rata-rata tanah hanya sekitar 800 meter), perhitungan yang mudah menunjukkan jumlah air yang dibutuhkan untuk mencapai hal ini, setidaknya 4,5 miliar kilometer kubik. 

Volume saat lautan dan bumi digabungankan diperkirakan hanya 1,3 miliar kilometer kubik. Hal ini menimbulkan pertanyaan dari mana air sebanyak itu berasal, dan yang lebih penting, kemana semua air itu pergi ?

Jika merujuk pada Al Quran maka jawabannya Adalah Air Itu berasal dari bumi dan kembali dihisap oleh Bumi.

Wallahu A'lam

HAARP Senjata Canggih,

Dari berbagai sumber : 

Benarkah HAARP adalah senjata canggih dan hebat, yang jika berada di tangan atau pihak yang ”gila” menjadikannya tidak lagi lucu, Penulis tidak tahu mesti mulai dari mana ketika nama HAARP muncul sesaat setelah Tsunami memporakporandakan daratan Jepang. Penulis juga tidak mau memaksa terhadap hipotesa bahwa nama HAARP-lah yang bermain dalam gelombang dahsyat tersebut sekaligus juga tidak menampik bahwa HAARP ada di belakang ini semua. Suatu ketika, petunjuk Allah yang akan menjawab kegelisahan dan rasa penasaran kita semua.

Kita di sini sedang mendikusikan sebuah fakta tentang Kebangkitan kedua Kapitalisme Marxis di Amerika Serikat (AS) yang bertindak semena-mena terhadap negara lainnya. Dan kedua kita juga sedang berbicara mengenai tanda-tanda akhir zaman dimana semakin digdayanya globalisasi dunia ini menuju singgasana kelahiran Sang Mata Satu, penulis namakan itu hampir sama dengan thesis Ahmad Thompsom, Sistem Dajjal.

HAARP sendiri adalah singkatan dari High Frequency Active Auroral Research Program. Sebuah alat pengubah cuaca. Menara transmisi HAARP terletak terpencil di daerah Alaska, dan dirancang sedemikian rupa sehingga menghasilkan enerji yang sangat besar dan kemudian dipancarkan ke lapisan ionosfer.

Namun benarkah HAARP yang notabene menjadi program senjata pemusnah masal AS menjadi dalang untuk menghancurkan Jepang dan merebut senjata nuklir Jepang ?

Jepang, Sekutu AS ? Geopolitik Asia Timur

Tidak pernah ada sekutu abadi bagi AS. Bahkan Indonesia sekalipun. Era kemenangan Demokrasi Liberal, seperti thesis Fukuyama adalah jalan untuk sebuah negara menginjak negara lain. Era bagi sebuah kekuatan asing yang terus membangun kedigdayaannya dengan cara berbohong, membohongi konsumennya.

Konstelasi politik Asia Timur diramaikan pada persengkataan antara kekuatan nuklir dan militer di antara banyak negara. Jepang sebagai bagian Negara super power Asia, memiliki investasi nuklir yang bisa menjadi bom waktu bagi siapa saja, termasuk AS. Ini karena Jepang sejak era Perang Dunia II telah memiliki sarana dan prasana yang baik untuk mengembangkan program nuklir, sekalipun tidak begitu berhasil.

Melihat gejala ini, kita tidak lagi bicara bahwa Jepang selama ini adalah sekutu bagi AS. Sekali lagi penulis ingin menekankan tidak ada istilah sekutu bagi mereka. Dalam wilayah kapitaslime global, kekuatan dan uang adalah mitra sesungguhnya.

Menguasai teknologi nuklir secara masif akan mendongkrak kekuatan suatu negara menjadi negara powerful yang memiliki bargaining dengan kekuatan politik lainnya.

Thursday, May 9, 2013

Cuaca Buruk , Petir dan Angin Kencang


Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menyatakan curah hujan tinggi masih akan mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia hingga pertengahan Mei mendatang. Menuju masa peralihan atau pancaroba ke musim kemarau, peluang terjadinya hujan disertai petir, angin kencang, dan puting beliung meningkat masyarakat diminta mewaspadainya.

Saat ini Indonesia tengah mengalami masa transisi yang ditandai dengan cuaca buruk di wilayah - wilayah di Indonesia. Di sisi lain, anomali suhu di Samudra Hindia yang terjadi saat ini masih memberi peluang hujan, terutama di wilayah Sumatera dan Jawa. Menurut Hariadi, memasuki masa pancaroba juga memungkinkan terjadinya hujan es

Hujan lebat yang terjadi akhir-akhir ini disebabkan adanya anomali suhu permukaan laut yang panas sehingga menimbulkan penguapan yang cukup banyak. Suhu tinggi ini membuat tekanan di perairan menjadi rendah dan berpotensi terjadi cuaca buruk, seperti petir dan angin kencang.

Kepala Bidang Peringatan Dini Cuaca BMKG, Harianto, menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi, terutama terjadi di pulau Jawa bagian barat hingga tengah dan pulau Kalimantan.

Sementara di Jakarta, intensitas hujan ringan hingga sedang kerap terjadi pada siang dan malam hari. Namun waspada terhadap potensi hujan sedang kadang lebat yang disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat di wilayah selatan.