kolom melintang

Sunday, April 21, 2013

Anas Tantang KPK Dan Siap Digantung

Anggota tim penasihat hukum Anas Urbaningrum, Carrel Ticualu menegaskan, kliennya akan bersikap kooperatif dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proyek Hambalang.

Bahkan, jika putusan pengadilan nantinya menyatakan kliennya bersalah dan sudah berkekuatan tetap (inkrach), Anas siap digantung di Monas.

"Itu kan kalau sudah inkrach. Kita lihat saja bagaimana nanti KPK akan malu sendiri," kata Carrel, kepada SP di Jakarta, Jumat (22/2).

Dia meyakini, penetapan tersangka Anas Urbaningrum oleh KPK bernuansa politik, dan hal itu dapat dibuktikan di Pengadilan Tipikor kalau yang bersangkutan tidak terbukti menerima gratifikasi sebagaimana sangkaan KPK.

"Menurut saya ini adalah politik, akan kami buktikan di pengadilan," katanya.

Terkait hal itu, Direktur Penyidikan dan Penindakan Ditjen Imigrasi Kemkumham Djoni Muhammad mengatakan, pihaknya telah menerima surat dari KPK mengenai permohonan pencegahan berpergian keluar negeri untuk Anas selama enam bulan ke depan.

"Kita baru saja terima surat fax pencegahan atas nama Anas Urbaningrum dengan Skep No. KEP-161/01/02/2013 tgl.22.02.2013. Anas Urbaningrum TTL. Blitar 15.07.1969. Pekerjaan mantan Anggota DPR RI," jelasnya.

Anas ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka baru kasus Hambalang. Ketua Umum Partai Demokrat itu diduga menerima gratifikasi.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja mengatakan kepemilikan mobil Toyota Harier Anas Urbaningrum sewaktu menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat mengandung unsur gratifikasi.

Hal itu dikatakan Adnan ditengah kisruh bocornya draf surat perintah penyidikan (Sprindik) Anas Urbaningrum.

Saturday, April 20, 2013

Ketidak Adilan Hukum

Sebagian dari kita mungkin sering mendengar dan terperangkap pada sebuah istilah “ketidak-adilan hukum”, meskipun kita tahu yang tidak adil adalah mereka orang-orang yang sejatinya berada di balik hukum itu sendiri.  Tidak jarang hukum ditegakkan dengan ketidak adilan, meskipun melalui ayat Alquran, Allah Subhanahu Wata'ala meminta setiap hamba - hamba Nya untuk melaksanakan hukum dengan adil sekalipun hal tersebut pada diri sendiri , ayah dan ibu serta keluarga dekat, Namun demikian, tidaklah sedikit orang yang terlalu berani menentang dan atau berpaling dari ayat-ayat Allah Subhanahu Wata'ala.

Dizaman ini khususnya banyak sekali perintah Allah Subhanahu Wata'ala diabaikan, terutama kemudian jika sesuatu hal menyangkut orang-orang terhormat karena jabatan atau kekayaannya, terkadang dan bahkan seringkali hukum tidak ditegakkan atau sengaja dilambat-lambatkan keputusannya sehingga ingatan masyarakat tidak lagi tertuju ke sana dan hilanglah status hukumnya. Penegakannya menjadi tak jelas. Sedangkan untuk rakyat biasa, hukumannya begitu cepat dilaksanakan. Semua ini menunjukkan bahwa orang-orang demikian mengabaikan keridhaan Allah, demi mencari keridhaan orang-orang terhormat atau orang-orang kaya.

Padahal sangat besar bencana akibat tak melaksanakan hukum secara adil.  Kehancuran umat menjadi tak terelakkan.  Di antara kehancurannya ialah hancurnya mental manusia.  Hukum menjadi diperjualbelikan, sehingga perbuatan terlaknat seperti suap terjadi di mana-mana. Kasih sayang dan tolong-menolong karena Allah di antara umat manusia menjadi sirna.  Sehingga wajar pelakunya mendapat azab dari Allah.

Namun demikian tidaklah usah khawatir karena di akherat nanti ada azab yang lebih kekal menanti mereka yang berbuat aniaya dan melanggar hukum yang telah ditetapkan Nya.

Thursday, April 18, 2013

Beralih Ke Dunia Maya ?

Ketika Hati Beralih ke Dunia Maya

Ketika hati beralih ke dunia maya, maka “Aku cinta kamu” pun terasa maya

Ketika hati beralih ke dunia maya, maka “Aku baik-baik saja” itu belum tentu baik

Ketika hati beralih ke dunia maya, maka sebuah rahasia akan berada di jurang terentan

Ketika hati beralih ke dunia maya, maka perasaan akan mudah dibagi-bagi

Ketika hati beralih ke dunia maya, maka “Aku tak ingin semua orang tahu” akan berubah menjadi “Nih, selamat mengetahui”

Ketika hati beralih ke dunia maya, MAKA MENYINDIR ADALAH JUARANYA

Ketika Beralih Ke Dunia Maya Semua Jadi Maya dan Tidak Nyata

Wednesday, April 17, 2013

Manusia Tidak Sepenuhnya Bebas

Dalam Berbagai catatan disebutkan dan atau diterangkan bahwa manusia adalah Makhluk Yang Bebas  pada catatan itu ditulis bahwa manusia memiliki kehendak bebas ( free will) yang kurang lebih berarti bahwa manusia memiliki kemampuan untuk dapat membuat suatu pilihan secara sukarela, bebas dari segala kendala atau tekanan yang ada. 

Pertanyaan dan sekaligus pernyataan tentang kehendak bebas yang sejak awal muncul dari sebuah pemikiran dari para filosofis tentang masalah kehendak bebas dapat dinilai dengan jawaban yang mereka berikan kepada sebuah pertanyaan apakah kehendak bebas itu ada ? 

Pada hakekatnya manusia tidaklah memiliki kehendak bebas karena setiap manusia terikat pada sebuah ketentuan dari Allah Subhanahu Wata'ala Tuhan Yang Maha Agung, Maha Bijaksana , Maha Kuasa yang kita kenal kemudian dengan Sunnatullah dan atau ketentuan Allah yang dalam prakteknya kemudian ada ketentuan yang baik dan ada ketentuan yang jelek. 

Arti sebuah kebebasan bagi manusia adalah hanya terletak pada pilihan mereka apakah mereka memilih untuk berjalan pada jalan yang baik dengan tentunya kemudian akan menerima hasil yang baik, ataukah mereka memilih jalan yang kurang baik dengan tentunya kemudian akan juga menerima hasil yang kurang baik. 

Disinilah letak kebebasan manusia dalam menentukan pilihan dan atau berusaha adapun hasilnya , adapun ketentuan akhirnya adalah semua berada dalam Kekuasaan Allah Subhanahu Wata'ala. 

Wallahu A'lam

Tuesday, April 16, 2013

Jangan Takut Menghadapi Ujian

Ujian Akan Melahirkan Pemenang, Jadi Jangan Takut Menghadapi Ujian 


UN Manfaatkan IT Dan Mbah Google

Hari ini UN (Ujian Nasional) atau UAN 2013 sudah memasuki hari ketiga. Walaupun pemerintah dalam hal ini kemendikbud memperketat dan memperbanyak variasi soal menjadi 20 paket. Lalu pengaman berikutnya adanya barcode disetiap lembar soal dan lembar jawaban, sehingga kecil kemungkinan untuk terjadi kecurangan seperti tahun-tahun lalu.

Tapi namanya juga maling, biasanya maling mempunyai teknologi selangkah kedepan dibanding polisi hehehe. Sadis ya istilahnya kok maling sih. Iya, kalau mental sudah rusak dan dasarnya mau curang segala cara dilakukan, termasuk dengan memanfaatkan kecanggihan dan kemajuan teknologi termasuk Teknologi Informasi atau Information Teknologi (IT).

Bagaimana pihak-pihak sekolah dalam artian siswa atau guru atau orang-orang yang melakukan kecurangan memanfaat kan teknologi ini?

Kuncinya adalah gadget (hp smartphone, BB, pc tablet) dan koneksi internet. Selama barang ini masih lolos masuk kedalam kelas saat ujian, maka kecurangan - kecurangan itu bisa terjadi. Malah penulis mendengar kabar burung yang tidak bisa dipastikan kebenarannya bahwa ada pihak sekolah yang sengaja melengkapi ruangan ujian dengan wifi dan akses internet dengan kecepatan yang lumayan, lalu para siswa diperbolehkan membawa hp smartphonenya dan gagetnya masuk ke dalam ruang ujian. Pastinya sudah “main mata” dengan para pengawas dong.

Adapun kecurangan yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi secara online ini antara lain:

Kecurangan pertama, siswa memfoto soal dan mengirimkan kepada pihak tertentu (bisa guru,tentor bimbel,gacok atau joki) yang akan mengerjakan soal dengan tenang setelah menerima kiriman foto dari tempatnya sambil ngopi-ngopi dan mengirim jawaban kepada siswa yang ujian melalui email atau mms juga bisa.

Kecurangan kedua, siswa yang tidak punya gacok(joki) alias tentor yang mengerjakan soal akan memanfaatkan internet untuk browsing mencari jawaban dari eyang Google yang sakti mandraguna lebih sakti dari eyang Subur hehehe. (Cara ini yang banyak dilakukan siswa-siswa itu)

Kecurangan ketiga, siswa mengambil foto barcode pada lembar soal dan jawabannya kemudian mengirimkan ke pihak (yang telah dibayar untuk mengerjakan soal dengan paket 20 tadi). kemudian pihak tersebut segera mengirimkan jawabannya kepada siswa yang telah membayar itu. Cara ini sudah terorganisir dan sangat rapi dan diduga memanfaatkan soal yang terlambat dikirim itu sudah dicuri oleh pihak-pihak yang melakukan kecurangan itu.

Memang teknologi informasi bisa membantu orang untuk hal-hal yang positif dan juga negatif termasuk kecurangan dalam UN tahun ini. Jadi sebenarnya bukan sistemnya atau keamanan UN-nya yang tidak canggih, tapi memang mental orang-orangnya yang memang sudah rusak. Secanggih apapun, mau dibuat berapa paketpun masih bisa diakal-akali.

Semoga kecurangan model-model seperti ini tidak terjadi lagi dan pengawas jangan mau diajak main mata oleh pihak sekolah. Pengawas harus memeriksa dan menggeledah setiap hp atau gaget milik siswa harus dikumpulkan di meja pengawas.

Air Jernih Dibuat Keruh

Penulis : Bilal M. Zain : seorang nomaden yang melakukan pengembaraan demi tegaknya kebenaran dan keadilan

Gerakan pemberantasan korupsi merupakan kesadaran bersama anak bangsa, khususnya lembaga penegak hukum seperti KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan. Ketiga lembaga tersebut harus bersinergi melakukan pemberantasan korupsi, tidak saling sikut dan menegasikan satu sama lain. Pemberantasan korupsi harus betul-betul murni penegakan hukum, tidak tebang pilih atau pilih tebang, tidak ada target dan motif tersembunyi, apalagi karena tekanan politik.

Bila kita melihat gerakan pemberantasan korupsi sejak pertama kali KPK lahir hingga dewasa ini, gerakan ini tidaklah berjalan mulus, berbagai upaya pelemahan dan penggembosan terhadap KPK beberapa kali terjadi. Ingatkah kita bagaimana proses hukum terhadap Antasari yang berujung di penjara. Ingatkah kita kasus Cicak vs Buaya, dimana kepolisian melakukan kriminalisasi terhadap Komisioner KPK. Ingatkah kita Novel Baswedan, penyidik KPK dari Kepolisian yang didiskriminalisasi oleh korps nya sendiri, semata-mata karena kepolisian tidak rela anggotanya yang dituduh korupsi (Djoko Susilo) diproses oleh KPK. Dan ingatkah kita bagaimana sebagian anggota DPR berusaha keras ingin mempereteli kewenangan KPK, hanya karena mungkin takut diusut dan telah banyak koleganya sesama anggota yang tersangkut korupsi.

Realitas yang demikian adalah bentuk nyata pelemahan dan penggembosan gerakan pemberantasan korupsi. Selain itu, ada skenario atau modus baru yang dilakukan aparat penegak hukum dalam hal ini oknum Kejaksaan dalam rangka pelemahan dan penggembosan pemberantasan korupsi dalam bentuk pembalikan opini. Membuat opini sesat yang seakan-akan melakukan pemberantasan korupsi tetapi sebenarnya untuk pengembosan dan pelemahan dengan berbagai motif.

Ada kecenderungan Kejaksaan berlomba dengan KPK untuk mengungkap kasus-kasus korupsi besar. Yang demikian itu tentu tidaklah salah bahkan sudah keharusan bagi lembaga penegak hukum untuk memaksimalkan kerja. Namun yang salah jika oknum Kejagung bekerja secara tidak profesional, serampangan. Mempersangkakan terjadinya praktek korupsi terhadap orang atau perusahaan, padahal sesungguhnya tidak ada korupsi. Fenomena yang demikian dapat kita lihat pada kasus Merpati, Chevron, dan IM2-Indosat.

Adalah Hotasi Haposan mantan Dirut Merpati didakwa oleh Kejaksaan telah melakukan korupsi pada penyewaan dua pesawat Boeing merpati pada tahun 2006. Dakwaan Jaksa terlihat dipaksakan. Kasus ini seharusnya perdata, Jaksa mengubah dan memaksakan kasus ini menjadi pidana. Menurut Juniver Girsang, pengacara Haposan, kasus ini sesungguhnya tidak layak diteruskan, sebab penyewaan dua unit Boeing oleh Merpati sudah pernah diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan pada April 2007, Badan Reserse Kriminal pada September 2007, dan bagian Jaksa Agung Muda Pidana Khusus serta JAM Intelijen Kejaksaan Agung. Keempatnya kompak menyebutkan tidak ada tindak pidana dalam penyewaan dua pesawat jenis Boeing 737-400 dan Boeing 737-500. Komisi Pemberantasan Korupsi juga sepakat menyebut kasus Merpati bukan tindak pidana. Sikap KPK disampaikan dalam surat bernomor R-3898/40-43/10/2009 pada 27 Oktober lalu. Surat itu menyatakan kasus perjanjian sewa pesawat dan penyerahan security deposit oleh MNA tidak memenuhi ketentuan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Pada kasus korupsi bioremediasi PT Chevron Pacific Indonesia (CPI), Kejaksaan bekerja secara tidak profesional dengan menetapkan tersangka dan melakukan penahanan tanpa cukup bukti terhadap empat pegawai Chevron. Keempatnya kemudian dibebaskan setelah pengadilan menyatakan bahwa penahanan tersebut tidak sah.

Menurut Maqdir Ismail, pengacara CPI, penetapan tersangka tidak dilakukan berdasarkan bukti permulaan yang cukup. Penyelidikan pun tidak dilakukan berdasarkan fakta yang akurat sesuai tugas pokok dan keseharian masing-masing tersangka. Contohnya, dalam penetapan tersangka Endah Rumbiyanti.

Penetapan tersangka dilakukan setelah Endah secara sukarela memberikan penjelasan mengenai bioremediasi kepada penyelidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung. Sebagai orang yang pernah belajar mengenai teori bioremediasi, Endah bersedia memberikan penjelasan kepada penyelidik.

Ternyata berita acara wawancara yang ditandatangani Endah itu, menurut Maqdir malah dipergunakan sebagai keterangan saksi. Tidak lama setelah memberikan penjelasan, Endah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan selama 63 hari. Padahal, Endah sama sekali tidak ada kaitannya dengan bioremediasi yang diduga fiktif ini.

Selain itu, kejanggalan lainnya adalah penggunaan keterangan ahli bernama Edison Efendi. Maqdir menyatakan, Edison adalah wakil dari perusahaan yang beberapa kali gagal mengikuti tender CPI. Penggunaan Edison sebagai ahli mengandung konflik kepentingan, sehingga penyidikan tidak obyektif dan rentan direkayasa.

Pada kasus IM2-Indosat, Kejaksaan menetapkan tersangka terhadap Indar Atmanto (mantan Dirut IM2) dan Jhonny Swandy Sjam (mantan Dirut Indosat). Selain itu Kejaksaan juga menetapkan korporasi (IM2 dan Indosat) sebagai tersangka. Dakwaan Jaksa adalah melakukan kerjasama layanan jasa jaringan secara ilegal tanpa izin pemerintah, dan karenanya merugikan negara 1,3 triliun. Dakwaan Jaksa bersumber dari laporan Denny AK, Ketua LSM Konsumen Telekomunikasi Indonesia, yang dikenal dilingkungan industri telekomunikasi sebagai preman teleomunikasi karena acapkali melakukan pemerasan.

Kejaksaan memaksakan kasus ini berlanjut, padahal jelas laporan berasal dari Ketua LSM yang tidak jelas dan pemeras, bahkan kini mendekam di penjara. Menkoimfo sudah menjelaskan dan mengklarifikasi bahwa kerjasama IM2-Indosat sudah sesuai dengan UU Telekomunikasi. Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL), Berbagai organisasi dan asosiasi telekomunikasi, serta pendapat para ahli, semuanya menyatakan tidak ada pelanggaran dalam kerjasama tersebut.

Tiga contoh kasus yang ditangani Kejaksaan tersebut menunjukkan kepada kita bahwa telah terjadi abuse of power di lingkungan Kejaksaan. Kejaksaan bekerja tidak murni penegakkan hukum. Patut diduga ada target lain dan memainkan politik pencitraan demi kepentingan pribadi berupa uang dan atau jabatan (kita tahu, jelang 2014 perlu uang banyak dan pengisian kursi jabatan)

Kejaksaan ingin mencitrakan diri ke publik bahwa bukan hanya KPK yang bisa mengungkap kasus-kasus korupsi besar, bukan hanya KPK yang bisa mengembalikan kerugian dalam jumlah besar, kita Jaksa juga bisa melakukan hal itu. Di susunlah skenario dengan menyisir kira-kira kasus mana yang bernilai besar dan bisa dimainkan. Diketemukanlah kasus sebagaimana tiga contoh yang telah diuraikan diatas.

Oknum Jaksa sebenarnya sadar dan tahu bahwa kasus yang digodok tersebut lemah secara yuridis dan akan mentah di pengadilan. Namun karena ini target dan skenario pencitraan diri, kasus ini terus digoreng agar tetap eksis di media massa dan menaikkan popularitas oknum Jaksa dan citra Kejaksaan sebagai lembaga hukum yang bisa dan berani mengungkap kasus korupsi besar.

Dan bila kemudian pengadilan menolak dakwaan Jaksa atau memenangkan para tersangka yang dituduh korupsi, Jaksa dengan enteng mengatakan bahwa kami sudah bersusah payah ingin membongkar korupsi, ingin mengembalikan uang negara, namun apa daya, kami kalah dipengadilan dan hakim sepertinya bersekongkol dengan terdakwa agar bisa lepas dari jeratan hukum. Kira-kira begitulah bahasanya.

Opini sesat itu yang ingin ditancapkan kebenak publik bahwa Kejaksaan itu hebat dalam hal pemberantasan korupsi. Padahal apa yang dilakukan tak lebih dari sebuah tindakan tak bermoral.

Lebih parah lagi, jika target tersembunyi dan politik menaikkan citra diri oknum Jaksa bertemu dan mendapat boncengan kepentingan politik dari luar, maka sempurna sudah apa yang disebut dengan Machiavellian Conspirator, sebuah praktek konspirasi yang menghalalkan segala cara demi tujuan tercapai.

Pada kasus IM2-Indosat misalnya, sejumlah anggota Komisi I DPR RI menduga ada tekanan politik yang sangat kuat dalam kasus ini. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDPU) Komisi I DPR RI dengan Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL),Tantowi Yahya dari Fraksi Golkar menilai kasus ini merupakan bentuk penzaliman terhadap industri telekomunikasi. Terus bergulirnya kasus ini, katanya, sudah tidak murni lagi. Ada tekanan yang sangat kuat, khususnya tekanan politik. Apa yang dilakukan oleh Kejagung merupakan bentuk penzaliman terhadap suatu usaha yang bersifat pelayanan publik. Dia menegaskan, kasus IM2 merupakan bentuk kriminalisasi penegak hukum di industri telekomunikasi, khususnya Internet. kriminalisasi adalah bentuk dari sebuah kejahatan, dan ini harus kita lawan.

Senada dengan Tantowi, Tjahjo Kumolo dari Fraksi PDIP, melihat ada kepentingan besar dibalik kasus IM2-Indosat. Karena itu, ia mengusulkan kepada Pimpinan Komisi I DPR agar meminta bantuan Badan Intelelijen Negara (BIN) untuk mengusut tuntas siapa dalang dibalik kasus IM2-Indosat.

Praktek konspirasi yang demikian akan merusak institusi hukum dan tatanan hukum serta menodai gerakan pemberantasan korupsi yang sebenarnya. Praktek yang demikian harus dilawan, tidak boleh dibiarkan karena akan menjadi preseden buruk, bisa-bisa kasus serupa akan terulang kembali. Penegak hukum akan mencari-cari kesalahan orang dan atau perusahaan yang sebenarnya tidak bermasalah.

Kedepan, kita semua mengharapakan agar Kejaksaan fokus membersihkan “sampah pada kolam air yang mencemari lingkungan “. Bukan malah dengan sengaja “membuat keruh kolam air jernih dengan membuang sampah kedalamnya”, sebagaimana yang tejadi pada kasus tersebut diatas. 

Kopassus Siap Sikat Premanisme

Pasukan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) siap membantu aparat kepolisian menertibkan premanisme di Indonesia.

"Kami akan berada di belakang Kepolisian untuk membantu sesuai koridor yang ada," kata Wakil Komandan (Wandan) Kopassus Grup II Kandang Menjangan, Kartosuro, Sukoharjo, Jawa Tengah, Letkol Inf M Hasan, Selasa (16/04).

Hasan sangat terharu atas dukungan masyarakat terhadap Kopassus. "Kami sangat terharu dengan dukungan dari masyarakat dan sangat berbangga hati dengan dukungan ini dan menunjukan kami masih dicintai serta dibanggakan masyarakat sebagai pasukan khusus," ujar Hasan.

Kata Hasan, 11 anggota Kopassus yang menyerang Lapas Cebongan akan diserahkan aparat penegak hukum. "Kami serahkan semuannya pada hukum yang berlaku, dan kami sebagai tentara profesional dan tentara rakyat akan tunduk terhadap hukum," papar Hasan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, hasil investigasi TNI AD menyebutkan, pada Sabtu (23/3) lalu, 11 anggota pasukan elite Kopassus menyerang Lapas Cebongan, Sleman. Penyerangan ini menewaskan empat preman yaitu Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu, Adrianus Candra Galaja, Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, dan Yohanes Juan Manbait.

Dari berbagai sumber

Ajaran Kabur Eyang Subur

Ajaran Kabur Eyang Subur , entah apa yang membuat mereka saling berdebat dan berselisih tentang sesuatu yang bahkan jelas - jelas dilarang oleh Allah Subhanahu Wata'ala , tapi mau bagaimana lagi kesemuanya sudah dijelaskan akan terjadi demikian.


Berikut adalah Video Debat TVONE - Ajaran Kabur Si Eyang Subur yang menurut beberapa orang Saking sudah didak ada lagi topik yang dibicarakan, sampe-sampe tema Eyang Subur di angkat untuk jadi bahan perdebatan, dan mungkin bagi orang yang suka teori konspirasi ini adalah salah satu bagian dari mengalihkan perhatian atas maraknya berbagai kasus yang menjerat petinggi negara.


Jepang Memberi Solusi Atasi Banjir

Jepang Beri Solusi Atasi Banjir Jakarta "Mengatasi banjir tidak bisa dengan satu solusi."

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Jepang, Shigeru Kikukawa, mengatakan bahwa Jepang menggunakan berbagai solusi untuk mengatasi banjir di wilayahnya. Hal tersebut, bisa dilakukan juga untuk mengatasi banjir di Jakarta dan beberapa wilayah Indonesia lainnya.

"Mengatasi banjir tidak bisa hanya dengan satu solusi, kita buka banyak solusi. Antara lain, melarang mengambil air bawah tanah dan melarang lain-lain. Ini yang akan mengurangi banjir," katanya di Kementerian Pekerjaaan Umum, Jakarta, Selasa 29 Januari 2013.

Shigeru menuturkan, kondisi Jepang hampir mirip dengan kondisi Indonesia. Untuk itu, upaya yang dilakukan Jepang dalam menanggulangi banjir bisa juga diterapkan di Indonesia.

Pemerintah Jepang, katanya, selalu siap membantu pemerintah Indonesia dalam mengatasi banjir, khususnya yang menimpa DKI Jakarta sebagai Ibukota Indonesia.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, mengatakan bahwa Kementerian PU bertukar pikiran dengan Jepang mengenai cara penanggulangan banjir. Pemerintah Jepang telah memberikan masukan kepada pemerintah Indonesia berbagai cara mengatasi banjir.

Walau secara karakteristik sama, kata dia, namun penanggulangan banjir di Jakarta akan lebih kompleks daripada yang terjadi di Tokyo. "Wilayah yang berada di bawah air laut di Tokyo hanya 10 persen, sedangkan di Jakarta ada 40 persen," ujar Djoko.

Kita Tinggal Pilih Dan Jalani

Polahe wong Jawa kaya gabah diinteri\ endi sing bener endi sing sejati\ para tapa padha ora wani\ padha wedi ngajarake piwulang adi\ salah-salah anemani pati\

Banjir bandang ana ngendi-endi\ gunung njeblug tan anjarwani, tan angimpeni\ gehtinge kepathi-pati marang pandhita kang oleh pati geni\ marga wedi kapiyak wadine sapa sira sing sayekti\

Pancen wolak-waliking jaman\ amenangi jaman edan\ ora edan ora kumanan\ sing waras padha nggagas\ wong tani padha ditaleni\ wong dora padha ura-ura\ beja-bejane sing lali,\ isih beja kang eling lan waspadha\

Pesan Istri Gus Dur untuk Anas: Jalani Saja!

Istri Gus Dur, Shinta Nuriyah Wahid punya pesan untuk Anas Urbaningrum. Shinta yang bertandang ke rumah Anas berpesan agar mantan Ketum Partai Demokrat yang sudah menjadi tersangka kasus korupsi ini agar pasrah menjalani proses hukum.

"Kalau saya mentakan, kalau orang Jawa kalau qodo qodar itu kuasa Allah. Sebagai manusia yang kita tinggal menjalani saja," kata Shinta di kediaman Anas di Duren Sawit, Jaktim.

Shinta datang ditemani putrinya Yenny. Shinta mengaku hendak menjenguk mertua Anas yang tengah sakit. Mertua Anas merupakan Kyai Krapyak, Yogyakarta yang disebut Shinta sebagai gurunya.

"Saya ke sini dalam rangka menengok mertua Pak Anas, beliau juga Kyai Gus Dur dan juga pembimbing saya skripsi. Saya juga biasa ke Krapyak, jadi mendengar beliau sakit daripada saya ke Yogya ya ke sini saja. Dan kami dengar nanti sore beliau pulang, makanya buru-buru ke sini," terangnya.

Shinta pun menegaskan kedatangannya tak terkait soal dukung mendukung Anas. Sepenuhnya dia hendak menjenguk mertua Anas.

"Itu bukan urusan saya, itu urusan hakim, KPK. Urusan saya nengok mertua, apa melihat orang sakit itu mendukung atau membenci kan tidak. Dalam rangka melihat dia kan putra dari kiai kami," imbuhnya.

"Bagaimana ibu melihat proses KPK terhadap Anas?" tanya wartawan.

"Ya semua bisa terjadi di Indonesia apa saja semua. Apa yang tidak terjadi bisa terjadi," tuturnya sambil ditemani Yenny menuju Alphard-nya untuk pulang.

Monday, April 15, 2013

Mencari Teman

Sebagai makhluk sosial, manusia memiliki kecenderungan untuk berteman dan tentunya setiap orang menginginkan untuk mencari teman yang sejati , baik , ramah , setia dan berbagai kebaikan lainnya maka alangkah senangnya jika kita mempunyai teman yang setia di segala keadaan, baik di saat suka maupun di saat duka. 

Namun demikian hal tersebut tidaklah mudah untuk kita temukan khususnya dijaman gila seperti sekarang ini, berikut adalah wasiat dari Bang Haji Rhama Irama tentang Mencari Teman :

Mencari teman memang mudah‘ Pabila untuk teman suka 
Mencari teman tidak mudah‘ Pabila untuk teman duka
 
Banyak teman di meja makan 
Teman waktu kita jaya 
Tetapi di pintu penjara 
Di sana teman tiada
 
Mencari teman memang mudah‘ Pabila untuk teman suka 
Mencari teman tidak mudah‘Pabila untuk teman duka
 
Sesungguhnya nilai teman yang saling setia lebih dari saudara
Itu hanya mungkin bila di antara kita seiman seagama
Seumpama tubuh ada yang terluka Sakitlah semuanya
 Itulah teman dalam taqwa Satu irama selamanya  

Itulah teman yang setia Dari dunia sampai surga
Bila teman untuk dunia Itu hanya sementara 
Tapi teman dunia-akhirat Itu barulah sahabat
 Itulah teman dalam taqwa Satu irama selamanya

Itulah teman yang setia Dari dunia sampai surga
Pa-pa-pa-pa-pa

Dua Agama Terbesar Didunia

Kristen dan Islam dua dari sekian banyak agama yang terbesar di dunia , berbagai Survei mengenai agama di dunia menunjukkan hasil empat di antara lima orang mempunyai agama atau berjumlah hampir enam miliar orang. data tersebut disimpulkan oleh Pew Research Centre, lembaga kajian yang berkantor di Washington, Amerika Serikat. Data diolah dari hasil survei dan daftar penduduk di lebih dari 200 negara.

Berdasarkan data tersebut, Kristen adalah agama yang paling banyak pengikutnya. Sekitar sepertiga penduduk dunia beragama Kristen. Islam tercatat sebagai agama terbesar kedua di dunia. Seperempat penduduk dunia beragama Islam. Islam menjadia agama mayoritas di 49 negara, 20 di antaranya adalah negara-negara di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Ateis

Agama Kristen menyebar rata di berbagai belahan dunia. Pemeluk Hindu di seluruh dunia mencapai satu miliar orang dan mereka terutama berpusat di kawasan Asia Pasifik. Buddha juga dianut oleh banyak pengikut di kawasan Asia Pasifik. Sekitar 44% pemeluk Yahudi tinggal di Amerika Utara dan sekitar jumlah yang sama berada di Israel.

"Namun hal yang mungkin mengejutkan adalah sekitar satu di antara enam orang tidak mempunyai afiliasi agama yang menjadikannya sebagai kelompok terbesar secara keseluruhan," lapor wartawan BBC di Washington, Jane Little.

Mereka yang masuk kelompok tidak mempunyai afiliasi agama ini, lanjut Little, meliputi ateis dan agnostis. Mereka menjadi mayoritas di enam negara termasuk di Cina.

Diam Menambah Masalah

Diam bukanlah pemecahan masalah

Ternyata diam tak selamanya emas dan itu benar untuk beberapa keadaan dan mungkin salah untuk keadaan yang lain, diam memiliki banyak arti yang beragam. suatu waktu saya sering berdiam diri, diam dalam berkata lisan maupun diam dalam perbuatan dalam arti tidak melakukan apapun hanya menjadi penonton dan hanya bisa bermimpi, namun tidak bisa dielakkan pikiran berbicara terus menerus dan pada akhirnya itu tidak bagus, karena apapun yang dikatakan baik dalam hati maupun kata lisan harus diungkapkan menjadi sebuah kata-kata. otak manusia memiliki banyak informasi, sehingga informasi itupun harus disalurkan pada tempatnya. kadang pikiran yang berbicara tidak diutarakan dalam sebuah tulisan ternyata itu adalah masalah. dan salah satu terapinya adalah menuliskannya langsung apa yang terlintas di kepala. 

Inilah mungkin alasan juga kenapa para pujanga yang banyak menulis , sebagian dari mereka berkata banyak banyak lewat tulisan bukan kata-kata.

Bagaimana untuk membuat kebiasaan menulis..? ternyata memang harus mulai sekarang juga dan tak perlu khawatir tentang kepantasan atau enak dibaca atau tidak, namun yang penting apa yang disampaikan oleh penulis terbaca dan dipahami serta diterima oleh pembaca. pembaca pun bisa meneruskan maknanya dengan kata-kata mereka sendiri sesuai dengan apa yang mereka dapat dan mereka fahami.

Bagi mereka yang tidak dapat menyalurkan apa yang ada dibenaknya menulis dalam keadaan apapun adalah sama halnya melakukan terapi bagi diri sendiri meski kapasitas kita masih jauh lebih kecil dibanding dengan para penyair dan penulis lainnya, namun ketahuilah bahwa Allah Subhanahu Wata'ala Maha Kuasa Atas Tiap Tiap sesuatu dan yakinlah seburuk dan sejelek apapun tulisan kita , Insya Allah akan dapat memberikan manfaat kepada orang lain, tergantung kepada apa dan bagaimana serta dari sudut mana mereka memahami tulisan dan atau catatan kita.

Wallahu A'lam Bishowab

Mushalla Dan Imam Di Tiap Kantor

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, adalah merupakan Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI). Beliau mengadakan tanya jawab tentang soal toleransi beragama di hadapan berbagai macam lapisan agama di tanah air. Saya sangat tersentuh dengan ucapan beliau tentang ketegasan jawaban yang diberikan menanggapi adanya masjid pada tiap-tipa kanot instansi pemerintahan.

Berikut ini kutipan lengkap kisah Jusuf Kalla yang berani bersikap tegas di hadapan para pendeta.

Jumat sore kemarin (1/3/2013), Pak Jusuf Kalla memimpin rapat DMI. Sehabis Magrib beliau cerita bahwa baru saja ceramah di Makasar dalam konferensi gereja dihadapan 700 pendeta. Dalam sesi tanya jawab ada yang tanya tentang gereja di GKI Yasmin di Bogor beliau menjawab, "Anda ini sudah punya 56.000 gereja seluruh Indonesia tidak ada masalah, seharusnya berterima kasih, pertumbuhan jumlah gereja lebih besar daripada masjid, kenapa urusan satu gereja ini anda sampai bicara ke seluruh dunia?"

"Toleransi itu kedua belah pihak, anda juga harus toleran. Apa salahnya pembangunan dipindah lokasi sedikit saja, Tuhan tidak masalah kamu mau doa di mana. Izin Membangun gereja bukan urusan Tuhan, tapi urusan Walikota," begitu khasnya Jusuf Kalla dengan nada yang tinggi.

Kemudian Jusuf Kalla bercerita lagi, bahwa dalam konferensi gereja di hadapan 700 pendeta Pak Jusuf Kalla juga ditanya. "Mengapa di kantor-kantor mesti ada masjid?"

Dengan tegas JK menjawab, "Justru ini dalam rangka menghormati anda. Jumat kan tidak libur, anda libur hari Minggu untuk kebaktian. Anda bisa kebaktian dengan 5 kali shift, ibadah Jum’at cuma sekali. Kalau anda tidak suka ada masjid di kantor, apa anda mau hari liburnya ditukar; Jum’at libur, Minggu kerja. Pahami ini sebagai penghormatan umat Islam terhadap umat Kristen," tegas Jusuf Kalla.

Tentu saja kisah Jusuf Kalla yang begitu berani mengambil sikap tegas itu jelas membuat kagum umat Islam yang mendengarnya. Namun demi memperoleh kebenaran cerita tersebut jurnalis voa-islam.com mengkonfirmasi ustadz Fahmi Salim yang turut serta dalam rapat DMI bersama Jusuf Kalla.

Sumber: voa-islam.

Musnahkan Narkoba dan Miras

Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI), Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT memusnahkan sejumlah barang bukti berupa narkoba dan ratusan botol minuman keras (miras) yang berhasil disita aparat Polda NTT.

Acara pemusnahan dilangsungkan di halaman Kantor Badan Narkotika NTT, Jumat (29/6).
Gubernur NTT, Frans Lebu Raya yang diwakili Asisten I Setda NTT, Yohana Lisapaly dalam sambutanya mengatakan, pemusnahan barang bukti narkoba dan miras merupakan salah satu upaya untuk mencegah peredaran narkoba di Provinsi NTT.

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Indonesia sudah sangat memprihatinkan. Karena itu, perlu ada perhatian dan penanganan yang serius dari semua stakeholder dan seluruh lapisan masyarakat.

"Sekarang Indonesia bukan hanya menjadi daerah transit narkoba, tapi sudah menjadi sasaran pemasaran narkoba," ujar Yohana.
Dikatakan, fakta menunjukan bahwa kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Provinsi NTT sejak tahun 2005 hingga bulan Juni 2012 terdapat 83 kasus dengan jumlah tersangkah sebanyak 125 orang.

Menyikapi hal itu, pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat harus saling bahu membahu melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan narkoba. "Kasus narkoba tidak bisa dicegat sendiri oleh pemerintah dan kepolisian, tapi perlu ada kerja sama yang baik dengan masyarakat baru kasus ini bisa kita antisipasi. Untuk itu saya minta kepada seluruh masyarakat untuk mendukung pemerintah dan kepolisian untuk memberantas peredaran narkoba di bumi Flobamora," imbuhnya.

Sementara, Kapolda NTT, Brigjen Pol Ricky Sihotang yang diwakili Direktur Narkoba Polda NTT, Kombes Pol Muhari mengatakan, acara pemusrahan miras dan narkoba yang dilakukan merupakan bagian dari upaya kepolisian dan pemerintah untuk mengetahui sejauhmana perkembangan peredaran miras di Provinsi NTT serta upaya penegakan hukum yang dilakukan Polda NTT dan jajarannya serta instansi terkait untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Perkembangan kasus narkoba dan miras di NTT tahun 2008 terdapat 17 kasus narkoba, tahun 2009 14 kasus narkoba dan 87 kasus miras, tahun 2010 10 kasus narkoba dan 289 kasus miras, tahun 2011 delapan kasus narkoba dan 229 kasus miras, tahun 2012 sampai sekarang sudah terjadi delapan kasus narkoba dan 101 kasus miras.

"Miras yang sudah dimusnahkan berjumlah 8.635 botol dalam berbagai merk yakni sopi 2.048 liter, narkotika jenis ganja empat linting dan sabu tiga paket," sebut Muhari.

Dari data yang ada dapat diketahui, khususnya peredaran miras di NTT cukup tinggi.

Hal itu disebabkan karena harga miras cukup terjangkau dan juga dapat diperoleh di mana saja.
Perlu diketahui, seseorang yang mengkonsumsi miras secara berlebihan cenderung menciptakan kasus pidana baru. Seperti melakukan kekerasan, pemerkosaan, pelecehan seksual, kecelakaan lalulintas bahkan pembunuhan.

"Karena kalau orang minum sopi akan berpengaruh pada susunan saraf otak, saraf mata dan merusak organ-organ tubuh yang lainnya. Sehingga orang yang mabuk sopi akan bertindak diluar logika sehat," pungkas dia.

Saturday, April 13, 2013

Malu Dan Memalukan

“Malu adalah bagian dari iman seseorang” (HR. al-Hakim dan Baihaqi).

Sebagaimana lazimnya, sebuah jejak rekam perilaku yang baik dan mulia tidak akan mungkin kemudian menimbulkan rasa malu pada diri seseorang meskipun diketahui orang lain yang bahkan perilaku yang baik dan mulia tersebut akan kemudian disenangi setiap orang pada umumnya (normal), apalagi kemudian perbuatan tersebut dilakukan oleh orang yang beriman. 

Hal Ini berbeda dengan jejak rekam dari akhlak yang jelek atau buruk dari seseorang yang tentunya akan sangat memalukan rasanya, baik terhadap diri pelaku itu sendiri maupun orang lain.  Itulah dosa, memalukan rasanya. Sebagaimana disebutkan Rasulullah, “...dosa adalah sesuatu yang menimbulkan kegalauan pada jiwamu, dan engkau tidak senang perbuatan itu diketahui orang lain” (HR. Muslim).

Bayangkan kalau setiap hari rekaman dari perbuatan dosa yang kita lakukan diperlihatkan oleh malaikat.  Lebih memalukan lagi bila yang diperlihatkan itu adalah dosa yang sengaja dilakukan oleh penegak hukum atau orang-orang yang mengajak kepada kebaikan dan melarang melakukan perbuatan-perbuatan berdosa. Bukan tak mungkin setiap diri kita melakukan perbuatan dosa setiap hari, apalagi bila sudah hilang rasa malu. Rasa malu ibarat pagar. Atau malu bisa menjadi pencegah.  Rasulullah menyebut malu sebagian bagian dari iman (HR. Bukhari dan Muslim). Sehingga bila hilang rasa malu, kita berpeluang melakukan apa saja dan akan terlihat menjadi sesuatu hal yang biasa.

Karena malu bersemayam di hati maka semakin terkotori hati oleh perbuatan yang memalukan semakin besar peluang memudarnya rasa malu bila berbuat jahat. Sehingga tak mengherankan bila tidak muncul rasa malu lagi dari hati orang-orang yang gemar melakukan dosa. 
 
Untuk menghindari hal yang demikian dan menjaga agar hati tetap bersih jalan yang terbaik adalah berusaha untuk tidak melakukan dosa, memperbanyak pahala serta malu ketika hendak melakukan perbuatan yang memalukan.

Generasi Madani

Kata Madani berasal dari bahasa Arab, dari akar kata مدن yang bermakna ‘membangun kota, membudayakan’, atau ‘memanusiakan. Dari akar kata tersebut dapat diturunkan pula kata تمدن yang bermakna ‘peradaban’. 

Ungkapan masyarakat madani dapat diberi makna masyarakat yang beradab, masyarakat yang berperadaban, atau masyarakat yang berbudaya, yang di dalamnya manusia benar-benar diperlakukan sebagai manusia. 

Konsepsi masyarakat madani yang didambakan itu dapat digambarkan sebagai berikut 

1. Masyarakat madani adalah masyarakat yang berperadaban, yang di dalamnya terdapat ukuran-ukuran normatif dalam kehidupan yang digunakan untuk menilai sesuatu itu baik atau tidak baik. Jadi, ukuran baik tidak baik itu ditentukan oleh (kepentingan) diri sendiri. 

2. Hubungan sesama manusia dalam masyarakat madani adalah hubungan horizontal. Hubungan vertikal hanya diperlihatkan oleh hubungan antara makhluk dan Tuhan. 

3. Hak asasi manusia dalam masyarakat madani dihormati dan dihargai dalam rangka menghormati hak-hak orang lain, bukan dalan rangka memperjuangkan hak-hak pribadi. 

4. Kekuasaan masyarakat madani terletak pada rakyat , bukan penguasa. 

Kebenaran yang diperjuangkan dalam masyarakat madani pun bukan kebenaran penguasa, melainkan kebenaran yang obyektif. Dengan demikian, hukum harus ditegakkan. Dalam pada itu, pihak mana pun yang menggunakan kekuatan untuk memaksakan kehendaknya tidaklah dibenarkan (sumber kompas)

MUI Konsen Perbaiki Moral Bangsa

Evaluasi atas setiap kegiatan yang dilakukan guna untuk menata langkah dan merencanakan aktivitas ditahun depan adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh setiap orang, termasuk dalam hal ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan. Menurut Ketua Umum MUI Prov Kalsel, H Ahmad Makkie, pada 2013 Majelis Ulama Indonesia akan banyak menghadapi tantangan.

Tantangan yang dimaksud, antara lain mencegah aliran sesat, tindak kekerasan, permasalahan perempuan dan ekonomi umat. Pada tahun - tahun mendatang akan banyak sekali dihadapi persoalan moral atau akhlak, sehingga harus konsen memperbaiki moral bangsa. Seperti kita ketahui, MUI (Mejelis Ulama Indonesia) merupakan wadah berhimpunnya ulama, zu’ama dan cendekiawan muslim, bermusyawarah mengenai pokok-pokok pikiran tentang perbaikan akhlak bangsa, pemberdayaan ekonomi umat, penyusunan fatwa keagamaan dan seruan masalah sosial.

Pengurus MUI dituntut memahami gejaja yang terjadi di masyarakat, seiring lajunya perkembangan dan kemajuan teknologi komunikasi. Secara khusus, mewaspadai gerakan-gerakan yang mengarah kepada kekerasan atau radikalisme. Menyangkut perbaikan akhlak bangsa, krisis yang terjadi di bidang kehidupan sosial kemasyarakatan, terutama moral atau akhlak, berdampak negatif pada penurunan secara tajam kualitas hidup masyarakat.

Demikian pula perubahan sosial di masyarakat, akibat negatif globalisasi, menjadi penyebab berkembangnya budaya dan paham-paham baru yang tidak islami di kalangan anak-anak dan remaja muslim dalam keseharian mereka. Atas tantangan dan gejala demikian, MUI mengharapkan aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku penyakit masyarakat (narkoba, minuman keras, judi, prostitusi dan lain-lain). Juga menjalankan good governance (pemerintah berbasis maslahat).

Sementara dalam menjalankan perannya, MUI melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi umat. MUI harus berkata hitam atau putih (halal atau haram), kendati banyak tantangan dan kritikan yang dihadapi. Yang tidak kalah dahsyatnya, MUI selalu dihadapkan berbagai paham dan aliran yang menyimpang dari prinsip ajaran Islam, sehingga harus berkata hitam atau putih tadi, tidak boleh abu-abu yang dapat membingungkan umat.

Mengutip kriteria yang dirumuskan oleh MUI Pusat, suatu paham atau aliran keagamaan yang berkembang di masyarakat dapat dinyatakan sesat apabila memenuhi satu dari 10 kriteria berikut. Mengingkari satu dari rukun iman yang enam; mengikuti akidah yang tidak sesuai dalil syar’i (Alquran dan Sunah); menyakini turunnya wahyu setelah Alquran; mengingkari otensitas isi Alquran; melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah tafsir.

Selain itu, mengingkari kedudukan hadis nabi sebagai sumber ajaran Islam; menghina, melecehkan atau merendahkan para nabi dan rasul Allah; mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir. Berikutnya, mengubah, menambah atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syariat, seperti haji tidak ke baitullah, salat tidak fardu, tidak lima waktu; mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar’i, hanya karena bukan kelompoknya.

Inilah persoalan keagamaan yang mengitari umat Islam, terutama menjadi tantangan bagi MUI di tahun-tahun mendatang.

Editor : Dheny
Source : Banjarmasin Post Edisi Cetak

Simulasi Hadapi Gempa : Jepang

Ditulis Oleh : Rahmayanti Helmi Yanuariadi*

              Di Jepang, siapapun dianjurkan untuk mengetahui bagaimana menghadapi gempa bumi, kebakaran, asap pekat, hujan badai. Latihan menghadapi bencana ini  bisa diikuti oleh grup, sekolah, karyawan, bahkan individu jika tidak memiliki grup, dengan mendaftarkan diri ke Life Safety Learning Center, lembaga yang khusus mengurusi hal ini di Asakusa Honjo Bosaikan, Tokyo Fire Department.  Latihan ini biasanya dilakukan secara periodik.

             Saya mengikuti simulasi ini ketika menjadi murid di sekolah bahasa Jepang di Naganuma, Shibuya-Tokyo. Kami diwajibkan mengikuti kegiatan ini.  Setiap orang harus tahu di mana tempat/lapangan evakuasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Jadi, suatu hari diacarakan, sengaja seluruh murid berkelompok berjalan meninjau tempat evakuasi itu, agar jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu, tahu kemana tempat menyelamatkan diri.

              Honjo Bosaikan ini terdiri dari empat lantai: lantai 1 adalah tempat simulasi gempa bumi, lantai 2 tempat latihan bagaimana menghadapi jika  berada di ruangan berasap (jika terjadi kebakaran), latihan memadamkan kebakaran, latihan bagaimanan menyelamatkan orang lain, lantai 3 tempat latihan bagaimana menghadapi hujan badai, dan lantai 4 theater untuk melihat bagaimana penanganan bencana.

              Di ruangan earthquake simulator, ini adalah sebuah ruangan 3 x 3,5 m seperti di rumah kita. Ada meja makan, kursi, ada lemari, buffet, lampu. Empat orang masuk ke ruangan itu; setelah 10 detik berselang, tiba-tiba ruangan dibuat bergerak kencang dengan intensitas gempa 7,0. dengan tipe guncangan horizontal dan vertical. Dikatakan tipe ini seperti yang terjadi dalam kehidupan nyata.

             Yang diajarkan, jika terjadi gempa, berlindunglah di  bawah kolong meja, dengan membawa apa saja yang bisa melindungi kepala, apakah bantal, atau benda apa saja yang kuat untuk melindungi kepala dari sesuatu yang kira-kira akan menimpa. Tidak ada batasan meja harus terbuat dari apa. Intinya kita melindungi diri dari benturan benda-benda keras yang jatuh atau menimpa kita.

              Karena itu dianjurkan agar rumah-rumah tidak memajang lemari terlalu tinggi, lemari-lemari pun harus terpaku ke tembok. Pintu lemari juga dipsikirkan yang aman penguncinya, dengan perhitungan jika terjadi gempa, barang-barang tidak meluncur keluar. Di apartemen di Jepang, di rancang lemari tanam dengan sliding door atau pintu lipat, di samping juga untuk hemat ruangan.

             Latihan menghadapi bencana ini tidak pernah berhenti dilakukan masyarakat, sekolah, komunitas, dan perkantoran. Contohnya, salah satu yang tercatat pada tahun 2007, di Tokyo diselenggarakan latihan yang diikuti sekira 600 ribu warga dalam rangka memperingati 84 tahun gempa berkekuatan 6,8 SR terjadi di Tokyo 1 september 1923 yang mengakibatkan korban tewas lebih dari 140.000 orang. Juga pernah dilakukan simulasi gempa bumi di Big Sight International Exhibition Center di Tokyo pada festival Shobo Dezome. Setiap tahun ajaran barupun, secara periodik, sekolah-sekolah selalu melakukan latihan simulasi menghadapi bencana di Life Safety Learning Center. Yang jelas, meskipun berkali-kali latihan dilakukan, dan pesertanya pun sudah pernah mendapat pelatihan, tetap saja pelatihan hadapi bencana diagendakan. Yang sudah pernah mengetahui boleh tidak mengikuti pelatihan jadwal berikutnya.

Yokohama,15 Maret 2011. (Tulisan asli, sebelum diedit). Telah dimuat di Koran Tempo, 18 Maret 2011.

Ustadz Yusuf Mansur : Awas, Bahasa Kristenisasi

Ustadz Yusuf Mansur: Awas, Bahasa Alay Bentuk Kristenisasi

Baru-baru ini akun facebook Ustad Yusuf Mansur dikejutkan dengan sebuah status kontroversial. Dalam status tersebut, Ustad Yusuf yang diikuti banyak fans tersebut, menyatakan bahwa penggunaan kata “ciyus” (menurut apa yang ia temukan di google) yang berarti singkatan dari “Cinta Yesus.”

Respon orangpun bervariasi. Ada yang menelan bulat-bulat. Bahkan mengkaitkan bahasa Alay sebagai produk Yahudi dan Kristen untuk menginfiltrasi Islam. Tapi ada juga yang curiga. Ustad Yusuf bukanlah tipikal pecinta “teori konspirasi” bagi beberapa orang.

Bahasa alay seperti kita tahu adalah bentuk penyimpangan dalam penggunaan bahasa Indonesia. Dalam kasus ini orang mungkin bisa berkata, “yang penting ambil hikmahnya saja” atau “ini kan intinya supaya orang lebih berbahasa Indonesia yang benar.” Namun pertanyaannya, diperbolehkankah kita suudzon / berprasangka untuk sebuah alasan yang tepat ?

Dari status ini ada 2 pesan implisit bahwa :

1. Bahasa alay (kata ciyus) adalah produk agama Kristen. Ini artinya ajaran Kekristenan merusak Bahasa Indonesia.

2. Bahasa alay adalah sarana dakwah kristenisasi yang dilakukan secara implisit. (Bahwa ketika menyebut kalimat tersebut, seolah seperti menyebut kalimat syahadat dan lalu masuk Kristen tanpa sadar)

Kedua hal ini pada akhirnya justru berpotensi menyebabkan SARA dan kebencian pada umat Kristen hanya diakibatkan oleh teori cocoklogi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Sulit dipercaya kalau ustad sekaliber Yusuf Mansur sampai mengkambinghitamkan agama lain hanya supaya umatnya tidak berbahasa alay. Apalagi hanya dengan mengandalkan google. (Kok deja vu sama kasus Rhoma Irama vs Jokowi yah?)

Ada kemungkinan akun tersebut bukan akun asli Ustad Yusuf Mansur. Memang sangat marak dan mudah bagi beberapa orang yang berusaha menanamkan fanatisme sempit secara terselubung lewat dunia maya. Dengan menggunakan “nama besar” orang tertentu, semua kata yang mereka ucapkan menjadi “believable” dan “legit.” Apalagi bila terlihat didukung jumlah fans yang banyak.

Semoga ustad Yusuf (bila memang bukan akunnya) menyadari hal ini dan mengeluarkan pernyataan kontra bahwa ia tidak terlibat menulis hal tersebut. Dengan begitu, umat tahu dimana kejelasan pola pikir dan ideologi ustad Yusuf berpijak dan mampu memilah mana yang benar dan mana yang salah

Moral of Story: Berprasangka dan Melakukan Hal Buruk untuk Suatu Kebenaran Tidaklah Tepat. Merampok rumah orang dengan alasan memberi pada orang miskin, sampai kapanpun tidak akan pernah dibenarkan.

http://unik.kompasiana.com/2013/02/09/ustadz-yusuf-mansur-awas-bahasa-alay-bentuk-kristenisasi-532137.html

Kim Jong Un Masih Ingusan

Seorang mantan mata-mata Korea Utara yang pernah mengebom sebuah pesawat Korea Selatan mengatakan Rabu ini bahwa pemimpin Korut Kim Jong-Un masih berjuang untuk mengendalikan militer.

Kim Hyun-Hee yang diperintahkan oleh Kim Jong-Il untuk membom sebuah pesawat pada tahun 1987 yang menewaskan 115 orang yakin Kim Jong Un yang belum berpengalaman itu masih berusaha untuk membentuk dirinya setelah kematian ayahnya pada Desember 2011 lalu.

"Kim Jong-Un terlalu muda dan belum berpengalaman," katanya kepada televisi Australia ABC dalam sebuah wawancara eksklusif dari Seoul, dimana dia tinggal di sebuah tempat yang dirahasiakan dikelilingi oleh para pengawalnya.

"Dia berjuang untuk mendapatkan kontrol penuh atas militer dan untuk memenangkan kesetiaan mereka. Itulah mengapa dia melakukan begitu banyak kunjungan ke pangkalan militer dan perusahaan untuk dukungan."

Ia juga telah mengumbar retorika selama berminggu-minggu dan pada Selasa kemarin mengulangi peringatan bahwa Semenanjung Korea menuju "perang termo-nuklir ". Ia pun menyarankan warga asing untuk meninggalkan Korsel pada Rabu ini.

"Korea Utara menggunakan program nuklirnya untuk menjaga orang-orangnya dan mendorong Korea Selatan dan Amerika Serikat untuk konsesi," kata Kim yang ditangkap setelah menaiki sebuah pesawat pada 1987 di Baghdad .

Dia turun selama persinggahan di Teluk dan meninggalkan sebuah bom waktu di kompartemen. Ia ditangkap ketika mencoba untuk meninggalkan Bahrain dengan menggunakan paspor palsu Jepang.

Ia menelan kapsul sianida bersama seorang rekannya. Rekannya tewas seketika, tapi ia selamat dan dibawa ke Seoul, dimana ia akhirnya mengaku dan diampuni.

Kim menerbitkan sebuah buku berjudul "Tears of My Soul" yang menggambarkan pelatihannya di sekolah mata-mata Korea Utara.

Dia menikah dengan salah seorang penjaga keamanan dan sekarang tinggal di Seoul. Ia masih takut pembunuh Korea Utara menyerangnya kapan saja.