kolom melintang

Friday, March 13, 2015

SYAIR-SYAIR PUJANGGA TENTANG KEPRIBADIAN WANITA

SYAIR PUJANGGA ARAB ,BAGIAN 1.

Gadis yang berakal itu mengimani cinta dengan pernikahan bukan dengan pacaran,

berkata Pujangga ‘Arab :

الفتاة العاقلة لا تؤمن بالحب للحب ولكنها تؤمن بالحب للزواج

Seorang gadis yang berakal itu tidak percaya kepada cinta karena cinta, tetapi ia percaya kepada cinta karena pernikahan.

_____________

Tiga Lelaki dalam hidup wanita

Berkata Pujangga ‘Arab :

في حياة المرأة ثلاث رجال : الأب وهو الرجل الذي تحترمه ،

والأخ وهو الرجل الذي تخافه ،

والزوج وهو الرجل الذي يحبها وتحبه

Didalam hidup wanita itu ada tiga lelaki :

1. Bapak, dia adalah seorang lelaki yang wanita menghormatinya

2. Saudara lelaki, dia adalah lelaki yang wanita takut kepadanya

3. Suami, dia adalah seorang lelaki yang mencintainya dan diapun mencintai lelaki tersebut.

_____________

Proses Cinta merubah akal fikiran seorang wanita

Berkata Pujangga ‘Arab :

تحب المرأة أولاً بعينيها ثم بقلبها ثم أخيراً بعقلها

wanita itu jatuh cinta awalnya dengan matanya, lalu dengan hatinya, dan akhirnya dengan akalnya.

_____________

Dahsyat !!!

Pujangga ‘Arab berkata :

عندماتبكي المرأة تتحطم قوة الرجل

ketika wanita menangis akan menghancurkan kekuatan lelaki

maksudnya :

lelaki yang berfikiran dewasa itu akan melunak ketika dihadapkan dengan tangisan wanita.

_____________

Kata-kata pujangga ‘Arab ini mirip dengan kata-kata mario teguh,

atau jangan-jangan memang Mario teguh pernah membaca sastra-sastra ‘arab yang sudah diterjemahkan..?

berkata Pujangga ‘Arab :

وراء كل رجل ناجح امرأة تحاول الفوز بمنصبه.

dibelakang setiap lelaki yang sukses itu ada wanita yang berupaya memenangkan peran lelaki tersebut.

_____________

Sebab-Sebab pertengkaran yang sering terjadi didalam rumah tangga

Berkata Pujangga ‘Arab :

يريد الرجل من المرأة أن تفهمه .. وتريد هى منه أن يحبها

. وهذا هومنشأ الخلاف بين كل زوجين.

Lelaki ingin agar wanita memahaminya…sedang wanita ingin lelaki mencintainya

dan ini adalah asal mula perselisihan diantara suami istri.

_____________

Diantara karakter wanita yang dikenali dunia adalah

suka mengungkit-ungkit pemberiannya kepada suami

Berkata Pujangga ‘Arab :

الزوجة كالدائن تتذكر كل ما قدمته لزوجها.

Istri itu bagaikan tukang kredit. Ia akan menyebut-nyebut setiap apa yang telah ia berikan kepada suaminya.

_____________

Jika engkau ingin menaklukkan istrimu

maka jadikan ia ikhlas dalam mencintaimu,

karena cinta dan benci itu merupakan perasaan yang bisa dibentuk,

andai hari ini ia tidak ikhlas mencintaimu

jika engkau mampu, besok ia akan menyerahkan segala yang ia miliki untukmu

karena ia telah ikhlas mencintaimu

Berkata Pujangga ‘Arab :

إذا أخلصت المرأة في حبك أعطتك كل شئ تملكه أنت

Jika wanita ikhlas dalam mencintaimu ia memberimu segala sesuatu yang ia miliki hanya untukmu.

_____________

karakteristik Wanita itu dunia mengenalinya

diantara karakternya adalah banyak bicara dan banyak menangis

berkata Pujangga ‘Arab :

لا تكف المرأة عن الكلام إلا لتبكي

wanita itu tidak berhenti berbicara kecuali karena menangis.

_____________

Romantisme Rumah tangga

Karena wanita ingin dimengerti

maka janganlah berdebat dengan para istri,

baik istri dalam keadaan marah maupun dalam keadaan ridha

tapi bimbinglah istri dengan kesan engkau tengah mempergaulinya

tanpa mendebatnya yang membawa kesan engkau menyudutkannya

berkata Pujangga ‘Arab :

لا تجادل امرأة غاضبة فأنت بذلك تضيع وقتك

ولا تجادل امرأة راضية فإنك بذلك تضيع وقتها

Janganlah engkau mendebat wanita yang marah karena engkau akan membuang-buang waktumu

dan janganlah engkau mendebat wanita yang ridha karena sesungguhnya engkau akan menghilangkan waktunya.

_____________

berkata Pujangga ‘Arab :

كل النساء جميلات حتى تتزوجهن

Semua wanita itu cantik sampai engkau menikahinya..

Maksudnya :

tidak ada wanita itu yang jelek,

yang jelek hanyalah yang bukan istrimu.

_____________

Gambaran wanita masa kini

berkata Pujangga ‘Arab :

تظهر المرأة ذكاءها لتحصل على عمل وتظهر غباءها لتحصل على زوج

wanita itu menampakkan kecerdasannya agar ia mendapatkan pekerjaan dan menampakkan keluguannya agar ia mendapatkan suami.

_____________

Nasehat kepada wanita

Pakar kejiwaan ‘Arab berkata :

المرأة متقلبة كريشة في مهب الريح

Wanita itu Mudah bergejolak bagaikan bulu tertiup angin

Pelajaran !!!

wahai Wanita, karena kalian itu adalah makhluq yang emosional

karena itu kalian paling mudah kesurupan, paling mudah dihipnotis,

dan paling mudah dikhianati

karena itu berhati-hatilah kalian wahai wanita

sekiranya engkau harus keluar rumah maka ajaklah mahrammu sebagai temannya,

jika tidak maka engkau akan mudah dikuasai orang sebagaimana bulu tertiup angin.

_____________

Mutiara cinta

Berhati-hatilah dalam mengenal cinta

karena bila tidak maka seumur hidupmu tak akan pernah bisa lupa

boleh saja kau jatuh cinta asalkan ingin segera menikah.

Pujangga ‘Arab berkata :

الرجل لا ينسى أول امرأة أحبها والمرأة لاتنسى أول رجل خانها

Lelaki itu tidak akan lupa dengan wanita yang pertama kali ia cinta, adapun wanita tidak akan lupa kepada lelaki yang pertama kali mengkhianatinya.

_______________

Sumber: Fathul Baari

SYAIR PUJANGGA ARAB, BAGIAN 2.

Wahai Lelaki jadilah engkau orang yang bersikap dewasa,
wahai perempuan jadilah engkau wanita yang bersifat
keibu-ibuan
Penyair ‘Arab berkata :
ﺃﺟﻤﻞ ﻣﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺍﻟﺮﺟﻮﻟﺔ .
ﺃﺟﻤﻞ ﻣﺎﻓﻲ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺍﻻﻣﻮﻣﻪ
Setampan-tampannya lelaki adalah yang dewasa
dan secantik-cantiknya wanita adalah yang keibu-ibuan.
_____________
Mutiara hikmah
Penyair ‘Arab berkata :
ﻻ ﻳﺠﺐ ﺃﻥ ﺗﻘﻮﻝ ﻛﻞ ﻣﺎ ﺗﻌﺮﻑ
ﺑﻞ ﻳﺠﺐ ﺃﻥ ﺗﻌﺮﻑ ﻛﻞ ﻣﺎ ﺗﻘﻮﻝ
Laa yajibu an taquula kulla maa ta’rif…bal yajibu an ta’rifa
kulla maa taquul
tidak wajib engkau katakan setiap apa yang engkau ketahui
tetapi wajib engkau mengetahui setiap apa yang engkau
katakan.
_____________
Diantara sifat wanita
adalah sulit menyimpan kemarahan
Pujangga ‘Arab berkata :
ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺗﻜﺘﻢ ﺍﻟﺤﺐ ﺃﺭﺑﻌﻴﻦ ﺳﻨﻪ ﻭﻻ ﺗﻜﺘﻢ ﺍﻟﺒﻐﺾ ﺳﺎﻋﺔ ﻭﺍﺣﺪﻩ
wanita itu mampu menyembunyikan cintanya empat puluh
tahun namun tidak mampu menyembunyikan kemarahannya
satu jam saja.
_____________
wahai muslimah Contohlah wanita ‘Arab yang memiliki
seindah-indahnya sifat
berkata Penyair ‘Arab :
ﺻﻔﺎﺕ ﺍﻟﻤﺮﺍﻩ ﺍﻟﻌﺮﺑﻴﻪ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﺟﻤﻞ ﺻﻔﻪ ﺍﻧﻬﺎ ﺗﺼﺒﺮ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺍﻟﻌﺮﺑﻲ
ﻭﺳﻼﻡ
Sifat wanita ‘arab itu demi Allah seindah-indahnya sifat,
sungguh ia sabar kepada lelaki ‘arab (suaminya) dan
mengucapkan salam.
_____________
Mutiara Hikmah
Penyair ‘Arab berkata :
ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺃﻋﻈﻢ ﻣﺨﻠﻮﻕ ﺇﺫﺍ ﻋﺮﻓﺖ ﻗﺪﺭ ﻧﻔﺴﻬﺎ
wanita adalah seagung-agungnya makhluq jika ia
mengetahui kudrat dirinya.
_____________
Mutiara hikmah :
ﺍﻣﺮﺃﺓ ﺑﻼ ﺣﻴﺎﺀ ﻛﻄﻌﺎﻡ ﺑﻼ ﻣﻠﺢ
wanita tanpa malu bagaikan makanan tanpa garam
_____________
Wahai Istri jangan bentak suamimu
karena rumah tangga kalian tidak akan bahagia jika
suaramu lebih tinggi dari suara suamimu
Berkata ahli hikmah :

ﺃﻏﻠﻖ ﺑﺎﺏ ﺍﻟﺴﻌﺎﺩﺓ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﺮﺗﻔﻊ ﻓﻴﻪ ﺻﻮﺕ ﺍﻟﺰﻭﺟﺔ ﻋﻠﻰ
ﺻﻮﺕ ﺍﻟﺰﻭﺝ

Pintu kebahagiaan tertutup pada rumah yang didalamnya
terdapat suara seorang istri meninggi atas suara seorang
Suami.
_____________
Wanita itu penyemarak dunia
berkata Pujangga ‘Arab :
ﺍﻟﻌﺎﻟﻢ ﺑﻼ ﺍﻣﺮﺃﺓ ﻛﺎﻟﻌﻴﻦ ﺑﻼ ﺑﺆﺑﺆﻫﺎ .…… ﻛﺤﺪﻳﻘﺔ ﺑﻼ ﺃﺯﻫﺎﺭ .…ﻛﺎﻟﺸﻤﺲ ﺑﻼ
ﺃﺷﻌﻪ .……
Dunia tanpa wanita bagaikan mata tanpa pupil, bagaikan
taman tanpa bunga, dan bagaikan matahari tanpa sinar..
_____________
Wahai Muslimah kalian jangan lemah
karena pada kalianlah letak kejayaan ummat
Wanita ‘Arab mengajarkanmu bahwa letak kekuatan ummat
itu ada pada Ibu
maka contohlah para wanita ‘arab yang kuat mendidik
anak-anaknya
berkata Pujangga ‘Arab :
ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺍﻟﻌﺮﺑﻴﻪ ﺇﺫﺍ ﺫﺑﻞ ﻋﻘﻠﻬﺎ ﻭﻣﺎﺕ … ﺫﺑﻞ ﻋﻘﻞ ﺍﻷﻣﺔ ﺑﻜﺎﻣﻠﻬﺎ
wanita ‘arab itu jika layu akalnya dan mati,..layulah akal
ummat dengan sempurnanya.
_____________
Ungkapan penuh makna dalam upaya menaklukkan hati
seorang istri
Berkata Pujangga ‘Arab :
ﻋﺒﻘﺮﻳﺔ ﺍﻟﻤﺮﺍﺓ ﺗﻜﻤﻦ ﻓﻲ ﻗﻠﺒﻬﺎ ﻭﻗﻠﺒﻬﺎ ﻫﻮ ﻧﻘﻄﺔ ﺿﻌﻔﻬﺎ
kecerdasan wanita itu terletak pada hatinya, dan hatinya
itu adalah titik kelemahannya.
maknanya :
jika engkau ingin menguasai istrimu maka pelajarilah hal-
hal yang menyentuh hatinya
karena dihatinya itulah letak kecerdasannya sekaligus letak
kelemahannya
bila engkau berhasil menyentuh titik kelemahannya
tersebut
maka ia akan tunduk dan patuh kepada dirimu
apapun keinginanmu akan ia turuti untukmu
dan seakan hilang akalnya dari apa yang akan ia lakukan
untukmu.
_____________
karena engkau cantik maka jadilah engkau wanita yang
shalihah
karena kecantikanmu menyenangkan mata,
dan keshalihahanmu menyenangkan hati
Berkata Pujangga ‘Arab :
ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺍﻟﺠﻤﻴﻠﺔ ﺗﺴﺮ ﺍﻟﻌﻴﻦ ..
ﻭﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﺔ ﺗﺴﺮ ﺍﻟﻘﻠﺐ ..
ﺍﻷﻭﻟﻰ ﺟﻮﻫﺮﺓ ﺛﻤﻴﻨﺔ ..
ﻭﺍﻟﺜﺎﻧﻴﺔ ﻛﻨﺰ ﻋﻈﻴﻢ
wanita yang cantik menyenangkan mata,
wanita yang shalihah menyenangkan hati,
wanita tipe pertama adalah permata yang berharga,
dan wanita tipe kedua adalah harta yang agung.
_____________
Wahai wanita berhati-hatilah engkau dalam mengenali
lelaki
karena lelaki punya dua jalan yang akan membunuh
perasaanmu,
berkata Pujangga ‘Arab :
ﻫﻨﺎﻙ ﻃﺮﻳﻘﺘﻴﻦ ﻟﻘﺘﻞ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺍﻟﺘﻲ ﺗﺤﺒﻚ
ﺇﻣﺎ ﺃﻥ ﺗﻘﺘﻠﻬﺎ ﺑﺼﺪﻕ .. ﺃﻭ ﺃﻥ ﺗﺤﺐ ﻏﻴﺮﻫﺎ
disana ada dua jalan untuk membunuh wanita yang engkau
cintai
jika tidak engkau membunuhnya dengan kejujuran…
atau ketika engkau mencintai wanita lain selain dirinya.
_____________
Wanita itu selayaknya menjaga telinganya dari kaum lelaki
dan lelaki selayaknya menjaga pandangannya
dari melihat wanita
karena cinta itu akan datang kepada wanita lewat jalan
pendengaran,
sedang ia datang kepada lelaki lewat jalan pandangan
Berkata Pujangga ‘Arab :
ﺍﻟﻤـﺮﺃﺓ ﺗﺤﺐ ﻋﻦ ﻃﺮﻳﻖ ﺍﻷﺫﻥ .. ﻭﺍﻟﺮﺟﻞ ﻋﻦ ﻃﺮﻳﻖ ﺍﻟﻌﻴﻦ
wanita itu jatuh cinta lewat jalan telinga..dan lelaki itu
jatuh cinta lewat jalan mata.
_____________
Kecemburan wanita seringkali membawa dirinya pada
tindak kejahatan.

berkata Pujangga ‘Arab :

ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﻻ ﺗﻮﻟﺪ ﺷﺮﻳﺮﺓ .. ﻭﺇﻧﻤﺎ ﺗﺼﺒﺢ ﻛﺬﻟﻚ ﻋﻨﺪﻣﺎ ﺗﻐﺎﺭ

"Wanita itu tidaklah dilahirkan dalam keadaan
jahat..sesungguhnya ia menjadi jahat ketika ia cemburu..".
_____________
Uniknya wanita dimata laki-laki
Pujangga ‘Arab berkata :
ﺍﻟﻤﺮﺃﻩ ﺗﺮﻯ ﻓﻲ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺑﻄﻼ ﻗﺒﻞ ﺍﻟﺰﻭﺍﺝ ﻭﺍﺳﻴﺮﺍ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﺰﻭﺍﺝ
wanita itu melihat didalam diri lelaki itu sebagai sosok
pahlawan sebelum pernikahan, dan menjadi tawanan
setelah pernikahan.
Uniknya
Wanita itu meski sebelum pernikahan ia melihat lelaki
sebagai sosok pahlawan
dan ketika selesai pernikahan ia malah menjadi tawanan,
tetapi tetap saja ia tidak mau lari dari tawanan sang
pahlawan
bahkan ia lebih senang dan bahagia dengan memilih setia
didalam penjara sang pahlawan.
_____________
Dahsyatnya wanita bagi qaum lelaki
Wanita itu jika tidak hadir dalam kehidupan seorang yang
siap menikah
maka ia bisa membawa kegalauan bagi pelakunya
Sebuah ungkapan pemuda ‘Arab ketika ia jatuh cinta :
ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﻫﻲ ﺍﻟﺸﻴﺊ ﺍﻟﺠﻤﻴﻞ ﺑﺤﻴﺎﺓ ﺍﻟﺮﺟﻞ
ﻟﻮﻻ ﻭﺟﻮﺩﻫﺎ ﺑﺤﻴﺎﺗﻪ
ﻛﺎﻧﺖ ﺣﻴﺎﺗﻪ ﺑﻼﻣﻌﻨﻰ ﻭﻻ ﻣﻀﻤﻮﻥ
ﺍﺳﻒ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﻌﻢ ﻟﻜﻦ ﻫﺎﺩ ﻫﻮ ﺍﻟﻮﺍﻗﻊ
Wanita itu adalah sesuatu yang indah dalam kehidupan
seorang lelaki
seandainya tidak ada wanita dalam hidupnya
hidupnya dalam keadaan tidak bermakna dan tidak ada
yang dapat dijamin
ma’af wahai anak paman tetapi ini adalah kenyataan.
_____________
Wanita dan lelaki itu sama-sama pernah menangis diwaktu
malam
hanya saja mereka tidak menangis dalam waktu bersamaan
berkata Pujangga ‘Arab :
ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺗﺒﻜﻲ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﺰﻓﺎﻑ ﻭﺍﻟﺮﺟﻞ ﻳﺒﻜﻲ ﺑﺎﻗﻲ ﺍﻟﻠﻴﺎﻟﻲ
Wanita itu akan menangis pada sa’at malam pertama,
sedang lelaki akan menangis di sisa-sisa malam
(qiyamullail).
_____________
Tiga Jenis Wanita yang ada hubungannya denganmu
Berkata Pujangga ‘Arab :
ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﺛﻼﺙ :
ﺍﻣﺮﺃﺓ ﺗﺤﺒﻚ ﻓﺘﺘﺰﻭﺟﻚ،
ﻭﺍﻣﺮﺃﺓ ﺗﺤﺐ ﺃﻥ ﺗﺘﺰﻭﺟﻚ،
ﻭﺍﻣﺮﺃﺓ ﺗﺘﺰﻭﺟﻚ ﻓﺘﺤﺎﻭﻝ ﺃﻥ ﺗﺤﺒﻚ
Wanita itu ada tiga jenis :
1. Wanita yang mencintaimu lalu ia menikah denganmu
2. Wanita yang ingin menikah denganmu
3. Wanita yang menikah denganmu dan berusaha untuk
mencintaimu
maksudnya :
wanita tipe no.1 adalah wanita yang sangat mencintaimu,
wanita tipe no. 2 adalah wanita yang belum jelas
mencintaimu atau tidak tapi yang jelas ia ingin menikah
denganmu
wanita tipe no.3 adalah wanita yang tidak mencintaimu
tapi berusaha mencintaimu ketika ia menikah denganmu.
_____________
Pelajaran bagi lelaki,
Jangan kau ceraikan istrimu ketika ia katakan cerai sebagai
jawaban terakhir,
tetapi gunakanlah akalmu untuk menenangkan diri dan
memikirkan solusi
karena wanita itu tidak bisa konsisten dengan ucapannya,
dan umumnya wanita itu selalu berbicara dengan emosional
bukan dengan akal.

Berkata Pujangga ‘Arab :
ﺍﺫﺍ ﻗﺎﻟﺖ ﺍﻟﻤﺮﺍﻩ ﻫﺬﺍ ﺟﻮﺍﺏ ﻧﻬﺎﺋﻲ .. ﻓﺎﻋﻠﻢ ﺑﺎﻧﻪ ﻟﻴﺲ ﻧﻬﺎﺋﻲ
apabila seorang wanita berkata ini adalah jawaban
terakhir…ketahuilah bahwasanya itu bukanlah yang
terakhir..
_____________
Motivasi untuk lelaki berwajah Standar
Wahai lelaki jangan kalian putus asa karena kau anggap
dirimu berwajah tidak tampan
ketahuilah letak ketampananmu ada pada akalmu
manfa’atkanlah
akalmu dengan benar, maka engkau akan terlihat tampan
dimata wanita,
dan fakta telah membuktikan
lihatlah dijalanan betapa banyak lelaki yang berwajah biasa
saja bahkan dibawah standar
tapi ia mampu menggandeng seorang wanita yang
cantiknya bak putri raja
dan mengalahkan para lelaki yang berwajah rupawan
Pujangga ‘Arabpun berkata :
ﻋﻘﻞ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﻓﻲ ﺟﻤﺎﻟﻬﺎ ﻭﺟﻤﺎﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻓﻲ ﻋﻘﻠﻪ
akalnya wanita terletak pada kecantikannya, adapun
ketampanan lelaki terletak pada akalnya.
_____________
Wahai wanita,
rajin-rajinlah engkau mengiasi dirimu untuk suamimu
karena lelaki itu sangat menyukai kecantikan
berkata Pujangga ‘Arab :

ﻳﺪﻭﻡ ﺟﻤﺎﻝ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ .. ﻣﺎﺩﺍﻡ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻳﺤﺒﻬﺎ

selama kecantikan wanita bertahan selama itu lelaki
menyukainya.
_____________
karena akal seorang wanita tidaklah sama seperti
rambutnya
maka selayaknya lelaki itu senantiasa berlemah lembut
membimbingnya setelah menikahinya
berkata Pujangga ‘Arab :
ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺷﻌﺮ ﻃﻮﻳﻞ ﻭﻋﻘﻞ ﻗﺼﻴﺮ
wanita itu berambut panjang dan berakal pendek.
_____________
wahai lelaki berhati-hatilah kalian dari wanita karena
mereka adalah pencuri bagimu
berkata Pujangga ‘Arab :
ﺍﻟﻤﺮﺃﻩ ﺍﻟﺠﻤﻴﻠﻪ ﺗﺴﺮﻕ ﺍﻟﻘﻠﻮﺏ ﻭﺍﻟﻤﺮﺃﻩ ﺍﻟﻔﺎﺿﻠﻪ ﺗﺴﺮﻕ ﺍﻟﻌﻘﻮﻝ
wanita yang cantik mencuri hati dan wanita yang memiliki
keutamaan mencuri akal.
_____________
Antara cinta, cemburu dan kehormatan seorang wanita
Berkata Pujangga ‘Arab :
ﻓﻰ ﺍﻟﺤﺐ ﺗﻨﺴﻰ ﺍﻟﻤﺮﺃﻩ ﻛﺮﺍﻣﺘﻬﺎ .. ﻭﻓﻰ ﺍﻟﻐﻴﺮﻩ ﺗﻨﺴﻰ ﺣﺒﻪ
dalam urusan cinta wanita lupa dengan kehormatannya,
tetapi dalam urusan cemburu wanita lupa dengan cintanya.
______________
Mengenali bagaimanakah umumnya lelaki dan wanita itu
berfikir..?
Berkata Pujangga ‘Arab :
ﻳﻔﻜﺮ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺑﺼﻤﺖ ﻭﺗﻔﻜﺮ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺑﺼﻮﺕ ﻣﺴﻤﻮﻉ
Lelaki itu berfikir dengan diam dan wanita itu berfikir
dengan suara yang didengar.
_____________
Tiga Perkara Yang tidak disukai wanita.

Berkata Pujangga ‘Arab :

ﺛﻼﺛﺔ ﻻ ﺗﺤﺒﻬﺎ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ :
- ﺍﻣﺮﺃﺓ ﺃﺟﻤﻞ ﻣﻨﻬﺎ
- ﻭﻣﻦ ﻳﺴﺄﻟﻬﺎ ﻋﻦ ﻋﻤﺮﻫﺎ
- ﻭﻣﻦ ﻳﺴﺄﻟﻬﺎ ﻋﻦ ﻣﺎﺿﻴﻬﺎ

Tiga perkara yang tidak disukai wanita :
1. ada wanita yang lebih cantik darinya
2. Orang yang menanyakan umurnya
3. Orang yang menanyakan masa lalunya.
_____________
Berhati-hatilah dari tiga perkara
Berkata Pujangga ‘Arab :
ﺛﻼﺛﺔ ﺍﻧﺘﺒﻪ ﻣﻨﻬﺎ : ﺍﻟﻤﺎﺀ ﻭ ﺍﻟﻨﺎﺭ ﻭ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ .. ﻓﺎﻟﻤﺎﺀ ﻳﻐﺮﻕ ﻭ ﺍﻟﻨﺎﺭ ﺗﺤﺮﻕ ﻭ
ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺗﺠﻨﻦ
tiga perkara berhati-hatilah engkau darinya : Air, Api, dan
Wanita…
adapun air menenggelamkan, sedangkan Api membakar,
dan wanita membuat gila..
_____________
Tiga perhiasan kehidupan
Berkata Pujangga ‘Arab :
ﺯﻳﻨﺔ ﺍﻟﻐﻨﻲ ﺍﻟﻜﺮﻡ ﻭﺯﻳﻨﺔ ﺍﻟﻔﻘﻴﺮ ﺍﻟﻘﻨﺎﻋﺔ ﻭﺯﻳﻨﺔ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺍﻟﻌﻔﺔ
perhiasannya kaya adalah dermawan, perhiasannya miskin
adalah qana’ah (mudah merasa cukup), dan perhiasannya
wanita adalah kesucian (virgin).

Syair ini saya sadur ulang dari beberapa blog website.
______________
Sumber: Fathul Baari

Thursday, March 12, 2015

KEDUDUKAN LAFADZ " كَلَّا " DALAM KAIDAH TATA BACA AL-QUR'AN

KEDUDUKAN LAFADZ " KALLAA ( كَلَّا ) DALAM KAIDAH TATA BACA AL-QURAN.

Jumlah lafadz " Kallaa " didalam Al-Qur'an itu ada 33 tempat yang jatuh berada pada separuh Al-Qur'an yang akhir dari 15 Suroh Makkiyyah.

Adapun lafadz   كَلَّا  itu dibagi menjadi 4 bagian :

(1). Lafadz كَلَّا  yang baik / sebaiknya diwaqofkan  بمعنى الردع  ( yang mempunyai arti mencegah ). Tetapi juga boleh dijadikan sebagai permulaan,  بمعنى حقا  ( yang berarti benar apabila dijadikan permulaan baca ), dimana pada Al-Qur'an ada 11 tempat :

1.  عَهدًا. كَلَّا — Suroh Maryam, Juz 16, ayat 78.
2. عَزًّا. كَلَّا — Suroh Maryam, Juz 16, ayat 81.
3. فِيمَا تَرَكـتُ كَلَّا — Suroh Al-Mu'minun, Juz 18, ayat 100.
4. شُرَكَاء كَلّا — Suroh As-Saba', Juz 22, ayat 27.
5. ثُمَّ يُنجِيه . كَلّا — Suroh Al-Ma'aarij, Juz 29, ayat 14.
6. جَنَّةَ نَعِيمٍ . كَلّا — Suroh Al-Ma'aarij, Juz 29, ayat 38.
7. اَن اَزِيدَ . كَلّا — Suroh Al - Muddatsir, Juz 29, ayat 15.
8. مُنَشَّرَةً . كَلّا — Suroh Al-Muddatsir, Juz 29, ayat 52.
9. اَسَاطِيرُ الاَوَّلِينَ . كَلّا — Suroh Al-Muthoffifin, Juz 30, ayat 13.
10. اَهَانَن . كَلّا — Suroh Al-Fajr, Juz 30, ayat 16.
11. اَخلَدَهُ . كَلّا — Suroh Al-Humazah, Juz 30, ayat 3.

(2). Lafadz  كَلَّا  yang tidak baik diwaqofkan dan tidak baik dijadikan permulaan baca, melainkan diwasholkan dengan ayat yang sebelumnya dan sesudahnya, yang didalam Al-Qur'an hanya ada 2 tempat, yaitu :

1. ثُمَّ كَلَّا سَيَعلَمُونَ — Suroh An-Naba' , Juz 30, ayat 5.
2. ثُمَّ كَلَّا سَوفَ تَعلَمُونَ — Suroh Al-Kautsar, Juz 30, ayat 4.

(3). Lafadz  كَلَّا  baik untuk diwaqofkan dan tidak baik untuk dijadikan permulaan baca. Tetapi baik juga untuk diwasholkan dengan ayat sebelumnya. Didalam Al-Qur'an hanya ada 2 tempat, yaitu :

1. قَالَ كَلَّا — Suroh Asy-Syu'aroo', Juz 19, ayat 15.
2. قَالَ كَلَّا — Suroh Asy-Syu'aroo', Juz 19, ayat 62.

(4). Lafadz  كَلَّا  yang baik dijadikan permulaan baca, tapi tidak baik apabila diwaqofkan. Dan didalam Al-Qur'an ada 18 tempat, yaitu :

1. كَلّا وَالقَمَر — Suroh Al-Muddatsir, Juz 29, ayat 32.
2. كَلّا اِنَّهُ تَذكِرَة — Suroh Al-Muddatsir, Juz 29, ayat 53.
3. كَلّا لَا وَزَرَ — Suroh Al-Qiyamah, Juz 29, ayat 11.
4. كَلّا بَل تُحِبُّونَ — Suroh Al-Qiyamah, Juz 29, ayat 22.
5. كَلّا اِذَا بَلَغَتِ التّرَاقِيَ — Suroh Al-Qiyamah, Juz 29, ayat 26.
6. كَلّا سَيَعلَمُونَ — Suroh An-Naba', Juz 30, ayat 4.
7. كَلّا اِنَّهَا تَذكِرَة — Suroh 'Abasa, Juz 30, ayat 19.
8. كَلّا لَمَّا يَقضِ مَا اَمَرَة — Suroh Abasa, Juz 30, ayat 23.
9. كَلّا بَل تُكَذِّبُونَ — Suroh Al-Infithor, Juz 30, ayat 9.
10. كَلّا اِنَّ كِتَابَ الفُجَّارِ — Suroh Al-Muthoffifin, Juz 30, ayat 7.
11. كَلّا اِنَّهُم عَن رَبِّهِم — Suroh Al-Muthoffifin, Juz 30, ayat 15.
12. كَلّا اِنَّ كِتَابَ الاَبرَارِ — Suroh Al-Muthoffifin, Juz 30, ayat 18.
13. كَلّا اِذَا دُكَّتِ الاَرضُ — Suroh Al-Fajr, Juz 30, ayat 21.
14. كَلّا اِنَّ الاِنسَانَ — Suroh Al- 'Alaq, Juz 30, ayat 6.
15. كَلّا لَئِن لَم يَنتَهِ — Suroh Al-'Alaq, Juz 30, ayat 15.
16. كَلّا لَا تُطِعهُ — Suroh Al-'Alaq, Juz 30, ayat 19.
17. كَلّا سَوفَ تَعلَمُونَ — Suroh At-Takatsur, Juz 30, ayat 3.
18. كَلّا لَو تَعلَمُونَ — Suroh At-Takatsur, Juz 30, ayat 5.

Bab ini saya terjemahkan dari kitab " رسالة القراء والحفاظ في غرائب القراءة والالفاظ " Karya daripada 'Alimul fadhil Al-Hafidz KH. Abdulloh Umar Semarang, yang beliau susun dengan tulisan pegon.

Mudah-mudahan bermanfaat, amiin.

( Danny Ma'shoum )

HUKUM WAQOF PADA 17 TEMPAT DALAM AL-QURAN

HUKUM WAQOF DENGAN SENGAJA PADA 17 TEMPAT YANG
DI HARAMKAN WAQOF BAGI QORI' ( Pembaca Al-Quran ).

١ . ﺍﻟﻤﻨﺢ ﺍﻟﻔﻜﺮﻳﺔ، ﺹ ٦١- ٦٢
‏( ﻭﻟﻴﺲ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﺮﺍﻥ ﻣﻦ ﻭﻗﻒ ﻭﺟﺐ ‏) ﺍﻟﻲ ﻗﻮﻟﻪ ‏( ﻭﻻ ﺣﺮﺍﻡ ﻏﻴﺮ ﻣﺎ ﻟﻪ
ﺳﺒﺐ ‏) ﻭﺣﺎﺻﻞ ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﺑﻜﻤﺎﻟﻪ ﺍﻧﻪ ﻟﻴﺲ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﺮﺍﻥ ﻭﻗﻒ ﻭﺍﺟﺐ
ﻳﺄﺛﻢ ﺍﻟﻘﺎﺭﺉ ﺑﺘﺮﻛﻪ ﻭﻻ ﻭﻗﻒ ﺣﺮﺍﻡ ﻳﺄﺛﻢ ﺑﻮﻗﻔﻪ ﻻﻧﻬﻤﺎ ﻻ ﻳﺪﻻﻥ ﻋﻠﻲ
ﻣﻌﻨﻰ ﻓﻴﺨﺘﻞ ﺑﺬﻫﺎﺑﻬﻤﺎ ﺍﻻ ﺍﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻟﺬﻟﻚ ﺳﺒﺐ ﻳﺴﺘﺪﻋﻰ ﺗﺤﺮﻳﻤﻪ
ﻭﻣﻮﺟﺐ ﻳﻘﺘﻀﻰ ﺗﺄﺛﻴﻤﻪ ﻛﺎﻥ ﻳﻘﺼﺪ ﺍﻟﻮﻗﻒ ﻋﻠﻲ ﻣﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻪ ﻭﺍﻧﻲ
ﻛﻔﺮﺕ ﻭﻧﺤﻮﻫﻤﺎ .

1. Dalam kitab " Minahul Fikriyyah, Hal 61-62.
" (Tidak ada di dalam Al Quran itu waqof wajib)— sampai
pada perkataannya—dan tidak haram selain tanpa adanya
unsur sebab. Dan yang berlaku pada arti bait ayat secara
utuh bahwa sesungguhnya tidak ada waqof wajib yang
menjadikan si pembaca berdosa sebab meninggalkannya
dan tidak pula waqof haram yang menjadikan si pembaca
berdosa sebab mewaqofkannya, karena keduanya ( waqof
wajib dan waqof haram ) tidak menunjukkan pengertian
bahwa sebab tidak adanya ( keduanya ) maka menjadi tak
teratur, kecuali jika hal tersebut menjadi sebab
keharamannya serta dihukumi berdosa seperti halnya
sengaja waqof pada lafadz " ﻣﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻪ ( tidak ada Tuhan )
ﻭﺍﻧﻲ ﻛﻔﺮﺕ ( dan sesungguhnya aku kafir ) dan
semacamnya.

٢ . ﻣﻨﺎﺭ ﺍﻟﻬﺪﻱ، ﺹ ١٣ -١٤ .
ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻮ ﺍﻟﻌﻼﺀ ﺍﻟﻬﻤﺪﺍﻧﻲ : ﻻ ﻳﺨﻠﻮ ﺍﻟﻮﺍﻗﻒ ﻋﻠﻰ ﺗﻠﻚ ﺍﻟﻮﻗﻮﻑ، ﺍﻣﺎ ﺍﻥ
ﻳﻜﻮﻥ ﻣﻀﻄﺮﺍ ﺍﻭ ﻣﺘﻌﻤﺪﺍ ﻓﺎﻥ ﻭﻗﻒ ﻣﻀﻄﺮﺍ ﻭﺍﺑﺘﺪﺃ ﻣﺎ ﺑﻌﺪﻩ ﻏﻴﺮ
ﻣﺘﺠﺎﻧﻒ ﻻﺛﻢ ﻭﻻ ﻣﻌﺘﻘﺪ ﻣﻌﻨﺎﻩ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺯﺭ .

2. Dalam kitab " Manarul Hudaa, Hal.13-14.
Telah berkata Imam Abul 'Allaa' Al Hamdaniy ; Waaqif
( Orang yg mewaqofkan/ memberhentikan bacaannya )
Jangan sampai melewati ( batas ) waqof-waqof ( yg
diharamkan ) tersebut sekalipun terpaksa atau sengaja
berhenti. Maka jikalau terpaksa berhenti dan memulai dari
( ayat ) sesudahnya tanpa sengaja melakukan kesalahan
dan tidak meyakini pada maknanya, maka tidak ada dosa
baginya.
( Lanjutan redaksi dari kitab Manarul Huda, Hal. 13-14 )

وقال شيخ الاسلام : عليه وزر ان عرف المعنى لأن الابتداء لا يكون الا اختياريا، وقال ابو بكر بن الانباري : لا اثم عليه وان عرف المعنى لان نيته الحكاية عمن قاله وهو غير معتقد لمعناه، وكذا لو جهل معناه، ولا خلاف بين العلماء ان لا يحكم بكفره من غير تعمد واعتقاد لمعناه. واما لو اعتقد معناه فانه يكفر مطلقا وقف ام لا، والوصل والوقف في المعتقد سواء. اذا علمت هذا عرفت بطلان قول من قال : لا يحل لمن يؤمن بالله واليوم الآخر ان يقف علي سبعة عشر موضعا، فان وقف عليها وابتدأ ما بعدها فانه يكفر ولم يفصل، والمعتمد ما قاله العلامة النكراوي : انه لا كراهة ان جمع بين القول والمقول لانه تمام قول اليهود والنصارى، والواقف علي ذلك كله غير معتقد لمعناه، وانما هو حكاية قول قائلها حكاها الله عنهم، ووعيدا لحقه الله بالكفار، والمدار في ذلك علي القصد وعدمه. وما نسب لابن الجزري من تكفير من وقف علي تلك الوقوف ولم يفصل فنفى ذلك نظر نعم ان صح عنه ذلك حمل علي ما اذا وقف عليها معتقدا معناها فانه يكفر سواء وقف ام لا، والقارئ والمستمع المعتقدان ذلك سواء.

Berkata Syaikhul Islam : " Bagi si pembaca adalah berdosa apabila ia mengetahui maknanya, karena sesungguhnya permulaan ( baca ) tidak akan terjadi kecuali bersifat opsional atau pilihan ( dari pembaca itu sendiri ). Telah berkata Abu Bakar Al-Anbariy : " Tidak berdosa bagi qori' meskipun mengetahui arti / maknanya, karena sesungguhnya niat qori' hanyalah menceritakan dari apa yang dikatakan dalam redaksi ayat tersebut, dan qori' bukanlah orang yang meyakini terhadap maknanya, dan hal ini berlaku pula bagi orang yang tidak tahu maknanya. Dan tidak ada perbedaan dikalangan ulama' bahwa sesungguhnya tidak bisa dihukumi kufur orang yang tidak sengaja dan yang tidak meyakini terhadap maknanya. Adapun seandainya ia meyakini terhadap maknanya, maka sesungguhnya dia dihukumi kafir secara muthlaq, baik ia mewaqofkan atau tidak, menyambung dan mewaqofkan adalah sama saja bagi orang yang meyakininya. Jikalau ia tahu hal ini dan mengerti maka batal lah pendapat orang yang mengatakan, " Tidak boleh bagi orang yang beriman kepada Alloh dan hari akhir untuk berhenti pada 17 tempat ( yang dilarang waqof ), maka apabila ia ( tetap ) waqof pada 17 tempat tersebut dan ibtidak ( mengawalinya ) pada kalimat sesudahnya maka sesungguhnya ia dihukumi kafir tanpa perlu diperinci lagi.
Adapun pendapat yang mu'tamad sebagaimana yang dikatakan oleh 'Allamah An-Nakrowiy : " Sesungguhnya  tidaklah dibenci apabila mengumpulkan jadi satu antara ucapan dan yang diucapkan, karena sesungguhnya itu adalah sempurnanya ucapan orang yahudi dan nashrani, dan orang yang waqof pada hal tersebut secara keseluruhan bukanlah orang yang meyakini akan maknanya, dan sebenarnya ia hanya menceritakan perkataan orang yang mengatakannya sebagaimana Alloh mengisahkannya tentang perkataan mereka, serta merupakan peringatan keras bagi mereka yang menyetarakan Alloh dengan ( perkataan ) orang-2 kafir tersebut, dan topik pembicaraan didalam hal ini hanya pada niat atau tidaknya.
Dan pendapat yang disandarkan kepada Ibnu Al-Jazariy terhadap pengkafiran orang yang waqof pada waqof-2 yang disebutkan tadi tanpa diperinci, maka penafian terhadap hal ini perlu dipertimbangkan, ya..apabila memang benar dari padanya terhadap permasalahan yang disebutkan tadi terdapat konsepsi dari apa yang apabila qori mewaqofkan padanya ( waqof2 tersebut ) serta meyakini maknanya, maka ia dihukumi kafir baik ia waqof atau tidak adalah sama saja, dan qori maupun pendengar yang sama-sama meyakini akan makna tersebut juga sama kufurnya.

Jadi kesimpulannya adalah, Waqof ( berhenti ) dengan
sengaja pada 17 tempat yang diharamkan waqof
sebagaimana yang tertera pada kitab " Risalatul qurro' wal
huffadz fii ghoriibil qirooati wal alfaadz " karya KH.
Abdulloh Umar, adalah haram istilahiyy ( ﺣﺮﺍﻡ ﺍﺻﻄﻼﺣﻲ )
yang berarti tidak berdosa. Sebab pada dasarnya tidak ada
waqof yang haram syar'i ( ﺣﺮﺍﻡ ﺷﺮﻋﻲ ) dalam artian
berdosa, selagi tidak ada maksud- maksud tertentu yang
dapat mengakibatkan haram dan bahkan kufur.
Adapun 17 bacaan-bacaan yang haram mewaqofkannya,
atau seumpama sengaja mewaqofkannya walaupun disitu
ada tanda waqof atau tidak, adalah sebagai berikut :
1. ﻓﻠﻤﺎ ﺍﺿﺎﺀﺕ ﻣﺎ ﺣﻮﻟﻪ — Suroh Al-Baqarah, Juz 1, ayat 17.
2. ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻬﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻮﺗﻮﺍ — Suroh Al-Baqarah, Juz 2, ayat 243.
3. ﺍﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻘﻴﺮ — Suroh Ali-Imron, Juz 4, ayat 181.
4. ﻓﺒﻌﺚ ﺍﻟﻠﻪ ﻏﺮﺍﺑﺎ — Suroh Al-Maidah, Juz 6, ayat 31.
5. ﻭﻗﺎﻟﺖ ﺍﻟﻴﻬﻮﺩ ﻳﺪ ﺍﻟﻠﻪ — Suroh Al-Maidah, Juz 6, ayat 64.
6. ﺍﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺛﺎﻟﺚ — Suroh Al-Maidah, Juz 6, ayat 73.
7. ﻭﻣﺎ ﻟﻨﺎ — Suroh Al-Maidah, Juz 7, ayat 84.
8. ﻭﻗﺎﻟﺖ ﺍﻟﻴﻬﻮﺩ — Suroh At-Taubah, Juz 10, ayat 30.
9. ﻭﻗﺎﻟﺖ ﺍﻟﻨﺼﺎﺭﻯ — Suroh At-Taubah, Juz 10, ayat 30.
10. ﻟﻔﻲ ﺿﻼﻝ ﻣﺒﻴﻦ — Suroh Yusuf, Juz 12, ayat 8.
11. ﻭﻣﺎ ﺍﻧﺘﻢ ﺑﻤﺼﺮﺧﻲّ — Suroh Ibrahim, Juz 13, ayat 22.
12. ﻟﻢ ﻳﺘﺨﺬ ﻭﻟﺪﺍ ﻭﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻟﻪ — Suroh Al-Isro' / Bani Isroil, Juz
15, ayat 111.
13. ﻭﺍﻟﺤﺎﻓﻈﺎﺕ ﻭﺍﻟﺬﺍﻛﺮﻳﻦ — Suroh Al- Ahzab, Juz 22, ayat
35.
14. ﺍﺻﻄﻔﻰ ﺍﻟﺒﻨﺎﺕ — Suroh Ash-Shoffat, Juz 23, ayat 153.
15. ﺍﻻ ﻣﻦ ﺗﻮﻟﻰ ﻭﻛﻔﺮ — Suroh Al-Ghoshyiyyah, Juz 30, ayat
24.
16. ﺍﻥ ﺍﻻﻧﺴﺎﻥ ﻟﻔﻰ ﺧﺴﺮ — Suroh Al-'Ashr, Juz 30, ayat 2.
17. ﻓﻮﻳﻞ ﻟﻠﻤﺼﻠﻴﻦ — Suroh Al-Ma'un, Juz 30, ayat 4.
Daftar 17 bacaan yang haram diwaqofkan ini sesuai yang
tercantum dalam kitab " Risalatul Qurro' wal Huffadz fii
Ghoroibil Qiroati wal Alfadz " karya KH. Abdulloh Umar
Semarang.

والله اعلم بالصواب

( Danny Ma'shoum )

Tuesday, March 10, 2015

MAHABBATULLOH

PERLUKAH RASA CINTA KEPADA ALLOH DISIAR-SIARKAN KEPADA MANUSIA


Ada pembahasan menarik dalam kitab Ihya' nya Imam Al-Ghozali tentang keadaan orang yang suka " berkoar-koar " dalam mengungkapkan rasa cintanya kepada Alloh didepan sesamanya, sebagaimana yang beliau tuturkan dalam kitab Ihya' nya , jilid 4, halaman. 328, pada bab " Al-qoulu fii 'alamati mahabbatil 'abdi Lillahi Ta'alaa ".

وقد قال بعض العارفين اكثر الناس من الله بعدا اكثرهم اشارة به كانه اراد من يكثر التعريض به في كل شيئ ويظهر التصنع بذكره عند كل احد فهو ممقوت عند المحبين والعلماء بالله عز وجل. ودخل ذو النون المصرى علي بعض اخوانه ممن كان يذكر المحبة فرآه مبتلى ببلاء فقال لا يحبه من وجد ألم ضره، فقال الرجل لكنى اقول لا يحبه من لم يتنعم بضره، فقال ذو النون ولكنى اقول لا يحبه من شهر نفسه بحبه، فقال الرجل استغفر الله واتوب اليه، فان قلت المحبة منتهى المقامات واظهارها اظهار للخير فلما ذا يستنكر. فاعلم ان المحبة محمودة وظهورها محمود ايضا وانما المذموم التظاهر بها لما يدخل فيها من الدعوى والاستكبار وحق المحب ان ينم علي حبه الخفى افعاله واحواله دون اقواله وافعاله وينبغي ان يظهر حبه من غير قصد منه الي اظهار الحب ولا الي اظهار الفعل الدال علي الحب بل ينبغي ان يكون قصد المحب اطلاع الحبيب فقط، فاما ارادته اطلاع غيره فشرك في الحب وقادح فيه كما ورد في الانجيل اذا تصدقت فتصدق بحيث لا تعلم شمالك ما صنعت يمينك فالذي يرى الخفيات يجزيك علانية واذا صمت فاغسل وجهك وادهن رأسك لئلا يعلم بذلك غير ربك فاظهار القول والفعل كله مذموم الا اذا غلب سكر الحب فانطلق اللسان واضطربت الاعضاء فلا يلاموفيه صاحبه.

Sebagian orang-orang ahli makrifah, berkata, " Manusia yang paling jauh dari Alloh itu, adalah mereka yang paling banyak isyaratnya kepada Alloh ". Seakan-akan yang berkata itu menghendaki, bahwasannya orang yang banyak menyinggung dengan Alloh pada setiap sesuatu dan melahirkan berbuat-buat dengan menyebutkanNya pada setiap orang, maka dia itu termasuk orang yang memuakkan menurut pandangan para Muhibbin ( PecintaNya yang sejati ) dan para Ulama yang mengetahui dengan Alloh azza wa jalla.

Dzun-Nun Al-Mishry masuk ketempat sebagian teman-temannya dari orang yang suka menyebutkan kecintaan. Lalu beliau melihat temannya itu mendapat suatu bencana, maka beliau berkata, " Tiada cinta kepadaNya, orang yang mendapati kepedihan kemelaratannya ". Temannya lalu menjawab, " Akan tetapi , aku mengatakan : tiada cinta kepadaNya, orang yang tiada bersenang-senang dengan kemelaratannya ".
Lalu Dzun-Nun Al-Mishry berkata, " Akan tetapi aku mengatakan " tiada cinta kepadaNya, orang yang suka memasyhurkan dirinya dengan mencintaiNya ".
Temannya lalu menjawab," Aku meminta ampun kepada Alloh dan bertobat kepadaNya ".

Jikalau engkau mengatakan, bahwa cinta itu adalah tingkat penghabisan dan menampakkannya itu termasuk menampakkan kebajikan, maka mengapa dilarang menampakkannya ?
Ketahuilah, bahwa cinta itu terpuji, dan menampakkannya itu juga terpuji. Adapun yang tercela adalah berbuat-buat melahirkannya ( memperlihatkan / menampakkan ). Karena masuk didalamnya tuduhan dan kesombongan. Dan bahwa hak orang yang mencintai itu sempurna atas kecintaannya yang tersembunyi didalamnya segala perbuatan dan hal-hal yang berkaitan dengan keadaannya, tidak pula perkataan dan perbuatannya. Dan seyogyanyalah bahwa lahirnya cinta itu, tanpa bermaksud menampakkan cinta, dan tidak juga menampakkan perbuatan yang menunjukkan kepada cinta. Akan tetapi, seyogyanya bahwa yang mencintai itu melihat hanya kepada yang dicintainya saja.
Adapun keinginannya untuk melihat yang lain, maka itu termasuk persekutuan pada cinta, dan ini tercela, sebagaimana disebutkan dalam Injil, " Apabila engkau bersedekah, maka bersedekalah, dimana tidak diketahui oleh tangan kirimu atas apa-apa yang telah diperbuat tangan kananmu ". Maka yang melihat segala yang tersembunyi itu mencukupi bagimu akan yang terang saja. Apabila engkau berpuasa, maka basuhlah wajahmu dan minyakilah rambut dikepalamu, supaya orang lain tidak mengetahui keadaanmu yang demikian itu ( berpuasa ) kecuali Tuhanmu saja. Maka menampakkan perkataan ( tentang cinta ) dan perbuatan, semua itu tercela. Kecuali apabila rasa dimabuk cinta semakin dahsyat, lalu terlepaslah lidah ( untuk mengungkapkan ) dan bergoncanglah semua anggota badan. Maka tidaklah tercela orang yang dalam keadaan demikian.

Kemudian dalam redaksi selanjutnya, Imam Al-Ghozali menuturkan dalam sebuah kisah sebagai suatu pembelajaran ;

حكى ان رجلا راى من بعض المجانين ما استجهله فيه فاخبر بذلك معروفا الكرخى رحمه الله فتبسم، ثم قال يا اخى له مجنون صغارا وكبارا وعقلاء ومجانين فهذا الذى رأيته من مجانينهم ومما يكره التظاهر بالحب بسبب ان المحب إن كان عارفا وعرف احوال الملائكة في خبهم الدائم وشوقهم اللازم الذى به يسبحون الليل والنهار لا يفترون ولا يعصون الله ما أمرهم ويفعلون ما يؤمرون لا ستنكف من نفسه ومن اظهار حبه وعلم قطعا انه من اخس المحبين في مملكته وان حبه انقص من حب كل محب الله. قال بعض المكاشفين من المحبين عبدت الله تعالى ثلاثين سنة باعمال القلوب والجوارح على بذل المجهود واستفراغ الطاقة حتى ظننت ان لى عند الله شيئا فذكر اشياء من مكاشفات آيات السموات في قصة طويلة قال في آخرها فبلغت صفا من الملائكة بعدد جميع ما خلق الله من شيئ فقلت من انتم فقالوا نحن المحبون لله عز وجل نعبده ههنا منذ ثلثمائة الف سنة ما خطر على قلوبنا قط سواه ولا ذكرنا غيره قال فاستحييت من اعمالى فوهبتها لمن حق عليه الوعيد تخفيفا عنه في جهنم فاذن من عرف نفسه وعرف ربه واستحيا منه حق الحياء  خرس لسانه عن التظاهر بالدعوى، نعم يشهد علي حبه حركاته وسكناته واقدامه واحجامه وتردداته.

Diceritakan, bahwasannya seorang laki-laki melihat dari sebagian orang gila, terhadap apa yang tidak diketahuinya ( tentang keadaan orang gila tersebut ). Lalu ia menceritakan hal itu kepada Makruf Al-Karkhi rohimahulloh, maka beliau tersenyum dan kemudian berkata ," Hai saudaraku..Dia ( Alloh ) mempunyai orang-orang yang mencintaiNya, baik yang kecil maupun yang besar, yang berakal maupun yang gila, maka yang engkau lihat ini adalah dari orang-orang gila-Nya.
Diantara yang memakruhkan memperlihatkan kecintaan, adalah disebabkan bahwasannya yang bercinta itu jikalau dia orang 'arif dan mengetahui akan hal ihwal malaikat, tentang kecintaan mereka yang berkekalan dan kerinduan mereka yang terus menerus dan yang demikian itu mereka mengucapkan tasbih siang dan malam, yang tidak pernah merasa letih dan tidak sekalipun mendurhakai Alloh, terhadap apa yang disuruhNya kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang disuruh itu, niscaya ia mencegah kesombongan dirinya dari memperlihatkan cintanya ( kepada Alloh ). Dan ia ( orang gila tadi ) tahu dengan pasti, bahwa melahirkan ( memperlihatkan kecintaan ) itu termasuk orang bercinta yang terkeji dalam kerajaanNya. Dan kecintaannya itu termasuk yang terkurang dari kecintaan setiap orang yang mencintai Alloh.
Sebagian orang yang memperoleh Kasyaf ( tersingkapnya hijab atau tabir ) dari orang-orang yang bercinta ( para muhibbin ) itu berkata, " Aku beribadah kepada Alloh Ta'ala selama tiga puluh tahun dengan amal perbuatan hati dan anggota badan, dengan mencurahkan segala tenaga dan mengkosongkan tenaga. Sehingga aku menyangka bahwa aku mempunyai sesuatu pada Alloh ".
Lalu disebutkannya beberapa perkara dari mukasyafah ( terbukanya tirai gaib ) tanda-tanda langit dalam suatu kisah yang panjang. Ia mengatakan pada akhir kisah itu, " Maka aku sampai pada suatu shof ( barisan ) dari para malaikat dengan jumlah bilangan semua apa yang telah diciptakan Alloh dari sesuatu. Lalu aku bertanya, " siapa kamu ?". Mereka menjawab :" Kami adalah para pecinta Alloh Azza wa Jalla. Kami beribadah kepadaNya disini semenjak tiga ratus ribu tahun. Tiada tergores sedikitpun dihati kami selain Alloh, dan tidak pernah kami berdzikir selain Dia ".
Maka orang yang memperoleh Kasyaf itu berkata, " Aku malu dari amal perbuatanku. Lalu aku berikan dia kepada orang yang berhak kepadanya janji adzab agar meringankan daripadanya didalam neraka Jahannam ".
Ya, disaksikan atas kecintaannya itu oleh gerak geriknya, ketenangannya, maju-mundurnya, dan pulang perginya.

Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita sebagai bahan perenungan.

* Danny Ma'shoum, Selasa 11-03-2015. Sidoarjo.

Sunday, March 8, 2015

CANDAAN PENUH HIKMAH SYAIKHINA MAEMOEN ZUBEIR, SARANG.

CANDAAN PENUH HIKMAH DARI SYAIKHINA  MAEMOEN ZUBEIR, SARANG.

Kisah ini saya terima dari Gus Idris Djamaluddin ( putra dari Syaikhina Al-Mursyid Mbah Kyai Djamaluddin Ahmad, TambakBeras ) ketika saya masih duduk dibangku sekolah SP, tahun 1999.
Beliau bercerita ketika tabarrukan di pesantren Al-Anwar asuhan Syaikhina Maemoen Zubeir, bahwa penyamaran Gus Idris bersama temannya diketahui oleh Mbah Moen ( panggilan akrab beliau dikalangan santri ). Suatu hari beliau berdua dipanggil Mbah Moen yang hendak mengajaknya makan bersama didalam rumahnya, dengan satu loyang penuh lauk dan sayur mereka bertiga pun menyantap makanan itu bersama-sama. Ditengah moment itu Mbah Moen berhenti makan dan berkata pada keduanya,

" Sudah Gus, silahkan lanjutkan makannya,..dihabiskan lho ya ", kata beliau.
Keduanya pun kaget, karena makanan di nampan itu masih banyak sekali, dan salah satu dari mereka nyelethuk,

" Maaf Kyai, tapi ini masih banyak sekali makanannya ".

Mbah Moen lalu tersenyum dan berkata , " Sudah, makan saja, kalau gurunya yang nyuruh ya harus dilaksanakan to gus ".

Mendapat jawaban seperti itu keduanya tak bisa berkutik lagi dan segera saja menghabiskan makanan itu sampai bersih. Dan beliau dengan setia menunggui mereka berdua menghabiskannya.

" Sudah habis, Mbah ", sahut mereka berdua setelah sekuat tenaga menghabiskan makanan satu nampan itu.
Tiba-tiba Mbah Moen nyelethuk ,

" iki anak'e Kyai gedhe kok nggragas tenan olehe mangan, ora gelem tirakat blas "  ( Ini putra Kyai besar kok banyak betul makannya, tidak mau tirakat sama sekali ) kata beliau sambil tertawa terkekeh-kekeh.

Gus Idris dan temanya pun terbengong-bengong mendapat celethukan tersebut.

( hehehe....ngapunten Gus Idris, murid njenengan iki pancen nduablek, ngapunten nggeh )

Saturday, March 7, 2015

TERAPI ALA SUFI


MENU ALA KEDAI SUFI

           PEDASNYA SAMBAL COBAAN ALA KEDAI SUFI

Sambal cobaan ini pedasnya bukan main. Tapi melihat aromanya cukup membuat mata jadi merem melek. Tapi di kedai ini juga menyediakan obat yang menjadi penawarnya usai menikmati sambal cobaan ini. Tetapi di daftar menu kali ini diberi pengumuman besar-besaran agar tidak mencoba-coba sambal cobaan, alias jangan menantang ujian atau menguju Iman, karena pasti akan berbahaya sebab nafsu yang pertama kali menginginkannya, sehingga sulit dibedakan antara benar-benar menjalani cobaan atau putus asa dari cobaan.
Bayangkan, setiap berdesis atas pedasnya sambal ini selalu membuat hamba geleng-geleng kepala sambil kipas-kipas. Sesekali mengeluh, sesekali istighfar, sesekali bilang Masya Allooooohhh.., bahkan jika ia tak mampu menahan pedasnya sambal ini bisa-2 ia curiga, su udzhon kepada Alloh SWT.
Jadi biarkan saja menu itu langsung dari takdirNya, karena Ia Maha Tahu bagaimana sambal ini diberikan kepada hamba-2Nya. Walaupun sesungguhnya sambal cobaan Alloh ini tidak hanya pedas dan keras di mulut jiwa, tetapi kadang terasa manis dan indah mempesona.
Tapi di Kedai Sufi ini juga meramu menu untuk terapi seusai seseorang memakan sambal cobaan. Makan tanpa sambal kadang kurang nikmat, dan kehidupan tanpa cobaan kadang membuat kita lupa. Semua itu memang cara Alloh mencintai kita.
Agar rasa pedas dan pedih di lidah jiwa kita usai, sekarang kita ambil minuman dari gelas kesabaran yang diambil dari air keridhoan. Lalu buanglah rasa pedas itu dengan meludahi hawa nafsu kita sendiri, oleh karena rasa pedas itu adalah luapan pedihnya nafsu terhadap sambal ini.
Kita renungkan dengan hati yang lapang, bahwa ketikq kita usai memakan sambal ini, kita akan dinaikkan derajat kuta oleh Alloh SWT. Sehingga kita mesti juga makan buah-buahan manis dari pohon syukur. Nah, setelah itu baru kita nonton film yang mengisahkan hikmah-2 dibalik sambal cobaan ini, biar ada relaksasi rohani dan mengembalikan semuanya kepada Sang Pemberi Ujian.
Masya Alloh, nikmatnyaaaa..

——————
NASI PECEL ORGANIK ALA KEDAI SUFI.

Makanan organik sudah begitu langka di negeri subur gemah ripah loh jinawi ini. Sayur mayur sudah terkontaminasi penuh dengan pestisida, sehingga malah tidak menyehatkan. Kedai sufi menyediakan menu spesial tradisional, yaitu Pecel Organik.

Pecel ini, terdiri dari beberapa campuran bumbu sambel yang maknyusss ;

1. Cabe merah yang dipetik dari ladang semangat mencintai Alloh dan RosulNya.
2. Kacang tanah yang ditanam dalam bumi Yaqin.
3. Bawang putih yang diambil dari ladang Amal.
4. Garam Istighfar.
5. Gula Sholawat Nabi.
6. Lalu ditumbuk dengan tahlil atau kalimah thoyyibah lainnya.
7. Kemudian dituangkan dalam wadah doa yang dicampur dengan air taubat.

Adapun nasinya, adalah nasi yang dimasak dari beras Organik Ruhani. Karena nasi ini tidak terkontaminasi oleh pupuk kimia nafsu dan hama syetan. Ditanah yaqin padinya ditanam, dan ketika menua isinya semakin khusyuk dan tawaddhu'.
Kemudian sayurnya terdiri dari daun-daun yang dibersihkan dengan air taubat. Walaupun ia tumbuh dari biji-biji Iman dalam hati, ia tumbuh subur diladang yang disinari cahaya matahari kaum 'Arifin. Dan tentunya Pecel Organik ini disajikan diatas lembar daun KemuliaanNya.

Jangan lupa, ketika makan, setiap suapan yang masuk dibibir rindu kita, ikuti dengan menyebut NamaNya, dengan bacaan Bismillah.

——————
TEH POCI ALA KEDAI SUFI

Teh ini benar-2 menyegarkan jiwa, membuang kolesterol dalam hati, menyemangatkan ibadah, dan membuat hati husnudzhon dan optimis kepada rahmat Alloh SWT.
Itulah yang disajikan dalam menu kedai sufi kali ini. Semua pelanggan biasanya selalu memesan teh poci ini, baik diminum sesudah menikmati menu lain atau sebagai penghantar.
Selain daunnya baru dipetik dari kebun makrifat, teh ini disajikan dengan tata cara tang unik. Para pelayannya dan penyeduh teh ini diwajibkan berwudhu terlebih dahulu, dan setiap seduhannya membaca bismillah sembari terus berdzikir dalam hatinya.
Sekali kita menyeruput teh ini, kita terus ingin minta tambah, dan anehnya semakin banyak saja penikmat teh ini. Kebun tehnya juga semakin subur dan makmur.

Baiklah, mari kita kedapur sejenak melihat sang koki sedang menyiapkan teh poci ini.

Daun-daun teh segar yang dipetik dari kebun MAKRIFAT ternyata cukup beragam. Ada daun yang mengembang dengan nama daun TAUBAT, daun KHOUF dan daun ROJA', serta daun TAFAKKUR. Lalu daun satu lagi dipetik dengan tangan TAWAKKAL, IKHLAS dan RIDHO. Kemudian ada daun teh yang dinamakan dengan daun ZUHUD, QONA'AH dan SYUKUR.
Daun- daun tadi dimasak dalam tungku ISTIQOMAH dan dibakar oleh api COBAAN. Ketika mulai mendidih airnya membunyikan gemuruh suara DZIKRULLOH didalamnya. Setelah itu dituangkan dalam gelas-gelas MAHABBAH, dan siap diminum melalui bibir kerinduan Ilahi, disertai rasa syukur tiada tara.
Semakin diminum, semakin dahaga, semakin tiada tara dalam FANA'nya hamba. Karena BAQO'Nya ada dihadapannya.

Seteguk teh poci ala sufi ini, entah bagaimana rasanya.
Silahkan coba sendiri....

                            
SALAM KEDAI & CAHAYA SUFI ( Edisi 61, Hal : 57-60 ).

Friday, March 6, 2015

SEJARAH " USTADZ ", ANTARA GELAR DAN OTORITAS KEILMUAN

SEJARAH USTADZ: ISTILAH “USTADZ” BERASAL
DARI IRAN (PERSIA)

Ustadz (bahasa Arab jamak , asatidz) adalah istilah
yang sangat sering dipakai di Indonesia untuk
panggilan kalangan orang yang dianggap pintar dan
ahli di bidang ilmu agama. Ustadz sejajar dengan
istilah buya, kyai, da’i, mubaligh. Di sebagian
pesantren, pengasuh/pimpinan pesantren disebut
Ustadz. Di sebagian pesantren yang lain, ustadz
statusnya di bawah kyai.

PENGERTIAN DAN DEFINISI USTADZ

Sebenarnya, kata ustadz bukan asli bahasa Arab. Ia
adalah kata ajami (non-Arab) persisnya bahasa Persia
(Iran) yang kemudian dijadikan bahasa Arab
(muarrob).[1]
Asal kata dari ustadz (ﺃُﺳﺘﺎﺫ ) adalah ustad.
Dalam kamus Arab-Arab Al-Mu’jamul Wasith (ﺍﻟﻤﻌﺠﻢ
ﺍﻟﻮﺳﻴﻂ) kata ustadz memiliki beberapa makna sebagai
berikut:
ﺍﻷُﺳﺘﺎﺫ – ﺃُﺳﺘﺎﺫ :
ﺍﻷُﺳﺘﺎﺫ : ﺍﻟﻤﻌﻠِّﻢ .
ﻭ ﺍﻷُﺳﺘﺎﺫ ﺍﻟﻤﺎﻫﺮ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﻨﺎﻋﺔ ﻳُﻌﻠِّﻤﻬﺎ ﻏﻴﺮَﻩ .
ﻭ ﺍﻷُﺳﺘﺎﺫ ﻟﻘﺐ ﻋﻠﻤﻲ ﻋﺎﻝٍ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﺎﻣﻌﺔ . ﻭﺍﻟﺠﻤﻊ : ﺃَﺳﺎﺗﺬﺓ ،
ﻭﺃَﺳﺎﺗﻴﺬ
1. pengajar
2. orang yang ahli dalam suatu bidang industri dan
mengajarkan pada yang lain.
3. Julukan akademis level tinggi di universitas.
Jamaknya adalah asatidzah dan asatiidz.

USTADZ ADALAH PAKAR SPESIALIS TINGKAT
TINGGI

Pengertian lain dari kata ustadz adalah orang yang
sangat ahli dalam suatu bidang.
Menurut pengertian ini, maka seseorang tidak pantas
disebut Ustadz kecuali apabila dia memiliki keahlian
dari 18 atau 12 ilmu atau bidang studi. Dalam sastra
Arab seperti ilmu nahwu, shorof, bayan, badi’,
ma’ani, adab, mantiq, kalam, perilaku, ushul fiqih,
tafsir. hadits.[2]
Konon, orang pertama yang mendapat gelar ustadz
adalah Kafur Al Ikhsyidi Al Isfirayini.
Di negara Arab, istilah ustadz merujuk pada dosen
atau ahli/akademisi yang memiliki kepakaran di
bidang tertentu. Seperti pakar tafsir dikatakan ﺍﻷﺳﺘﺎﺫ
ﻓﻲ ﺍﻟﺘﻔﺴﻴﺮ

PENGERTIAN DAN PEMAKAIAN NAMA USTADZ
DI INDONESIA

Sedang di Indonesia, seperti disebut di muka, kata
ustadz merujuk pada banyak istilah yang terkait
dengan orang yang memiliki kemampuan ilmu agama
dan bersikap serta berpakaian layaknya orang alim.
Baik kemampuan riil yang dimilikinya sedikit atau
banyak.
Orang yang disebut ustadz antara lain: da’i,
mubaligh, penceramah, guru ngaji Quran, guru
madrasah diniyah, guru ngaji kitab di pesantren,
pengasuh/pimpinan pesantren (biasanya pesantren
modern).

PENGERTIAN USTAD DI INDIA, PAKISTAN DAN
BANGLADESH

Kata ustad (tanpa huruf ‘z’ juga cukup populer
dipakai di India, Pakistan dan Bangladesh (dulu
ketiga negara ini bernama Hindustan). Namun dengan
konotasi makna yang berbeda.
Di ketiga negara tersebut, ustad lebih dikenal sebagai
master or maestro yaitu orang yang memiliki keahlian
khusus tertentu terutama di bidang seni. Baik seni
sastra atau musik. Dan umumnya beragama Islam
sedang yang Hindu biasanya disebut Pandit (pundit).
Tidak semua pemusik dapat kehormatan mendapat
julukan ustad. Beberapa seniman yang mendapat
julukan ustad di India dan Pakistan antara lain:
Ustad Salamat Ali Khan, Ustad Nusrat Fateh Ali Khan,
Ustad Talib Hussain Pakhawaji, Ustad Muhammad
Hussain Alvi, Ustad Tafo Khan, dll.

ASAL MULA KATA USTADZ

Dr. Ali Jasim Salman dalam kitab Mausuah al-Akhta’
al-Lughawiyah as-Syai’ah ( ﻣﻮﺳﻮﻋﺔ ﺍﻷﺧﻄﺎﺀ ﺍﻟﻠﻐﻮﻳﺔ
ﺍﻟﺸﺎﺋﻌﺔ) menguraikan sebagai berikut: kata ustadz
(Arab, ﺃﺳﺘﺎﺫ ) berasal dari bahasa Persia klasik yang
dalam bahasa Persia (Iran) ditulis istad (Persia,
ﺇﺳﺘﺎﺩ ). Dari segi arti ia mendekati kata khwaja
(ﺧﻮﺍﺟﺔ ) sebuah kata bahasa Parsi yang bermakna
pengajar, tuan, atau orang tua.
Menurut suatu pendapat, asal penyebutan “ustadz”
berasal dari kisah sejarah di mana kalangan elit suatu
komunitas tertentu mendidik anak-anak mereka
secara private dengan mendatangkan para pengajar ke
istana mereka. Ketika mereka kuatir akan istri-istri
mereka takut berselingkuh dengan para guru private
ini, maka mereka mengebiri guru privat tersebut
supaya hati mereka tenang saat para guru itu
memasuki rumah mereka. Orang yang dikebiri dalam
bahasa kaum tersebut adalah ‘ustadz’. Seiring
berjalannya waktu, maka setiap guru diberi julukan
sebagai orang yang dikebiri. Saat praktik itu tidak
terjadi lagi saat ini, maka julukan ‘ustadz’ lah yang
dipakai saat ini.
Namun Al-Khaffaji dalam Shifa al-Ghalil fima fi Kalam
al-Arab min ad-Adakhil tidak sependapat dengan
asumsi di atas. Ia menyatakan: Kata ustadz dengan
makna “orang yang dikebiri” tidak ada dalam kosa
kata para ahli bahasa maupun kalangan awam di era
Jahili (pra Islam). Karena ustadz mengajar anak kecil
dengan gaji tinggi.
Kata ustadz tidak terdapat dalam syair Jahili atau era
pra Islam dan bukanlah bahasa Arab. Ia berasal dari
bahasa Persia. Semua huruf dalam ustadz adalah
bentuk asal. Seandainya ia berasal dari bahasa Arab,
niscaya huruf asalnya adalah astadza ( ﺃﺳﺘـَﺬ ) ikut
wazan fu’lal ( ﻓُﻌﻼﻝ ) bukan dari satadza ( ﺳَﺘـَﺬ َ).
Apabila tidak, niscaya ia ikut wazan af’al ( ﺃﻓﻌﺎﻻ). Ini
tidak ada dalam bahasa Arab. Penduduk Irak
memakainya karena hubungan mereka dengan bangsa
Parsi (Iran). Lalu mereka pindah ke Teluk dan Suriah
lalu ke belahan negara Arab yang lain.
Istilah ustadz lalu dimaknai secara umum sebagai
profesi tenaga ahli seperti ahli hukum, pengacara di
pengadilan di mana profesi ini setingkat dengan level
pengajar di perguruan tinggi.
Kata ustadz tidak ada bentuk muannats (bentuk
perempuan) karena ia bukan sifat. Jadi, yang benar
adalah kata ustadz dipakai untuk laki-laki dan
perempuan
Muhammad Al-Murtadha Az-Zubaidi dalam kitab Tajul
Arus min Jawahiril Qamus menyatakan: Guru kami
menjelaskan tentang kata ustadz. Kata ini berasal
dari kata yang populer yang harus dijelaskan
walaupun ia bukan berasal dari bahasa Arab. Huruf
hamzah yang menjadi asal telah membuat penulis
buku As-Syihab Al-Fayyumi memasukkannya dalam
daftar huruf hamza. Ia mengatakan, ustadz adalah
kata non-Arab (ajami); maknanya adalah orang yang
ahli di bidang tertentu.
Menurut Al-Hafidz Abul Khattab bin Dihya dalam kitab
Al-Muttarib fi Ash’ari Ahlil Maghrib demikian: Ustadz
bukan kata bahasa Arab dan tidak terdapat di syair
Jahiliyah. Masyarakat awam memakai kata ini apabila
mereka mengagungkan orang yang disuka mereka
menyebutnya dengan ustadz seperti orang yang ahli
dengan pekerjaannya. Karena ketika dia mendidik
anak-anak maka seakan-akan dia seorang ustadz
karena kebaikan perilakunya. Segolongan ahli di
Baghdad mengisahkan hal ini pada saya salah
satunya adalah Abul Faraj bin Al-Jauzi. Dia berkata:
Saya mendengar dari guru bahasaku Abu Manshur Al-
Jawaliq dalam kitabnya Al-Mu’arrob.
==================
[1] Lihat kitab [ ﺍﻟﻼﻣﻊ ﺍﻟﻌﺰﻳﺰﻱ ﺷﺮﺡ ﺩﻳﻮﺍﻥ ﺍﻟﻤﺘﻨﺒﻲ ﻷﺑﻲ
ﺍﻟﻌﻼﺀ ﺍﻟﻤﻌﺮّﻱ ] hal. 1/27
[2] Lihat kitab [ ﺍﻟﻤﻌﺮّﺏ ﻟﻠﺠﻮﺍﻟﻴﻘﻲ ] hal. 25.

Source: alkhoirot.net

AHLUL QUR'AN ADALAH KELUARGA ALLOH

AHLUL QUR'AN adalah AHLULLOH.

Sebagaimana Hadist yang diriwayatkan Imam An-Nasai dalam kitabnya " Fadhoilul Qur'an ", Hal. 98 -99 ;

اخبرنا عبيد الله ابن سعيد عن عبد الرحمن قال : حدثني عبد الرحمن بن بديل ميسرة عن ابيه عن انس ابن مالك قال : قال رسول الله صلي الله عليه وسلم : ان لله اهلين من خلقه، قالوا : ومن هم يا رسول الله ؟ قال : اهل القرآن هم اهل الله وخاصته.

اسناده حسن فرجاله كلهم ثقات سوي عبد الرحمن بن بديل، قال عنه الحافظ لا بأس به انظر التقريب ١/٤٧٣ ووثقه الطيالسي وقد صحح هذا الحديث المنذري في الترغيب والترهيب انظر ٢/٣٥٤، والبوصيرى في مصباح الزجاجة بزوائد ابن ماجه ورقة ١٤. وقد اخرجه احمد في مسنده ٣/١٢٧ ،١٢٨، ٢٤٢ ، والحاكم في المستدرك ١/٥٥٦، وابن ماجه في سننه رقم ٢١٥، وابو داوود الطيالسي ذكره البوصيرى والدارمي في سننه رقم ٣٣٢٩، والبزار في مسنده ذكره القرطبي في تفسيره ١/١.

" Telah memberitahukan kepada kami 'Ubaidulloh ibn Sa'id dari 'Abdur Rohman, yang berkata : Abdur Rohman ibn Bidyl bercerita kepadaku dari ayahnya dari Anas ibn Malik, berkata Anas : Rosululloh SAW bersabda : " Sesungguhnya Alloh memiliki keluarga dari makhluk ciptaanNya ". Maka berkata para sahabat, " Siapakah mereka wahai Rosululloh ?, Rosululloh berkata ;" Ahlul Qur'an itulah keluarganya Alloh, dan orang-orang yang dihususkanNya ".

Isnad Hadist ini hasan dan para rijalul hadistnya  semuanya terpercaya kecuali Abdur Rohman ibn Bidyl/ Budayl, Al Hafidz ibnu Hajar berkata tentangnya, " tidak ada masalah dengan Abdur Rahman ibn Bidyl " Lihat kitab At-Taqrib juz 1 / Hal. 473, dan Imam At-Thoyalisy menganggapnya sebagai rowi yang tsiqoh. Imam Al Hafidz Al Mundziry mensohihkannya sebagaimana dalam kitabnya At-Targhib wat Tarhib, jilid 2, Hal. 354, serta Imam Al-Bushiry dalam kitabnya yang berjudul Mishbahuz Zujaajah bi Zawaaidi bni Majah, lembar ke 14. Imam Ahmad ibn Hanbal mengeluarkan riwayat hadist ini dalam Musnadnya, jilid 3, Hal. 127, 128, 242, dan Imam Al-Hakim dalam Mustadrok nya , jilid 1, Hal. 556. Imam Ibnu Majah dalam kitab Sunan nya pada No. 215, dan Imam Abu Dawud At-Thoyalisy sebagaimana yang dituturkan Imam Al-Bushiry dan Imam Ad-Darimi dalam Sunan Ad-Darimi, No. 3329, dan Imam Al-Bazzar didalam Musnad nya sebagaimana yang telah dituturkan Imam Al-Qurthuby didalam Tafsirnya jilid 1, Hal. 1.

IMAM AN-NAWAWI RELA MEMBUJANG AGAR WAKTU BELAJARNYA TIDAK SIA-SIA

DEMI AGAR WAKTU BELAJARNYA TIDAK SIA-SIA, IMAM AN - NAWAWY RELA MEMBUJANG SEUMUR HIDUPNYA.

Didalam Kitab " Qimatuz zaman 'indal Ulama' "nya Syaikh Fattah Abu Ghuddah, Hal. 72. sebagai berikut ;

النووي كان لا يأكل الا اكلة واحدة في اليوم والليلة.

قال ابو الحسن ابن العطار، ذكر لي شيخنا رحمه الله تعالي انه كان لا يضيع له وقتا، لا في ليل ولا في نهار الا في الاشتغال بالعلم حتى في الطريق يكرر او يطالع، وانه دام علي هذا ست سنين، ثم اخذ في التصنيف والافادة والنصيحة وقول الحق، ويشرب شربة واحدة عند السحر، ويمتنع من اكل الفواكه والخيار، ويقول : اخاف ان يرطب جسمي ويجلب لي النوم، ولم يتزوج.

" Abul Hasan al Atthor berkata ; " Guruku ( Imam An-Nawawi Asy-Syafi'iy ) pernah menuturkan kepadaku, bahwa beliau tidak pernah menyia-nyiakan waktunya sesaat pun, waktunya senantiasa habis untuk menuntut ilmu, bahkan dijalan pun beliau selalu mutholaah kitab atau mengulang-ulang pelajaran/ hafalannya dan hal ini berlangsung selama 6 tahun. Beliau juga mengarang, mengajar, memberi nasehat dalam hal kebaikan. Sehari semalam beliau hanya makan dan minum sekali ( itupun ) pada akhir waktu isya' ( sahur ). beliau tidak mau makan buah-buahan dan mentimun karena khawatir tubuhnya menjadi lemah dan membuatnya mudah mengantuk, dan beliau membujang sampai akhir hayatnya ".

Dan bahkan dituturkan pula pada Hal. 73 tentang keseharian beliau yang pas-pasan, tapi tidak menyurutkan tekadnya untuk terus belajar dan mengajar serta mengarang kitab..

تقشف النووي وتخشنه في مطعمه وملبسه وعيشه.

ولازم الاشتغال والتصنيف ونشر العلم، والعبادة والاوراد والصيام والذكر، والصبر علي العيش الخشن في المأكل والملبس ملازمة كلية لا مزيد عليها، ملبسه ثوب خام، وعمامته سختيانية صغيرة. وتوفي سنة ٦٧٦ رحمه الله تعالي، فكانت حياته ٤٥ سنة، وترك من المؤلفات الكثيرة العظيمة ما قسموه على ايام حياته فكان لكل يوم فيها اربعة كراريس.

" Beliau selalu sibuk mengarang kitab, menyebarkan ilmu, beribadah, baik dzikir maupun puasa dan sabar terhadap kehidupannya yang serba pas-pasan, baik dari segi sandang dan pangan. Pakaian beliau terbuat dari kain yang sederhana dan surbannya terbuat dari bahan sejenis kulit . Beliau wafat pada tahun 676 H, pada usia relatif masih muda, yaitu 45 tahun, dengan meninggalkan banyak karangan kitab dalam jumlah banyak. Dimana jika jumlah karangan kitab beliau dibagi dengan jumlah usianya maka akan didapati bahwa beliau mengarang setiap harinya 4 kitab.

Bersambung....

KESERIUSAN PARA ULAMA' SALAF DALAM BELAJAR

KESERIUSAN IMAM AL-JAHIDZH, AL-FATH DAN IMAM ISMA'IL AL-QODHI DALAM MENUNTUT ILMU

وروي الخطيب البغدادي في كتابه " تقييد العلم " ص. ١٣٩ : عن ابي العباس المبرد، قال : ما رايت احرص علي العلم من ثلاث : الجاحظ— عمرو بن بحر إمام اهل الادب، ولد سنة ١٦٣، ومات سنة ٢٥٥ —، والفتح بن خاقان — الاديب الشاعر احد الاذكياء، من ابناء الملوك، اتخذه الخليفة المتوكل العباشي وزيرا له واخا، واجتمعت له خزانة كتب حافلة من اعظم الخزائن، توفي سنة ٢٤٧—، واسماعيل بن اسحاق القاضي— امام الفقيه المالكي البغدادي، ولد سنة ٢٠٠، ومات سنة ٢٨٢—.
فاما الجاحظ فانه كان اذا وقع بيده كتاب قرأه من اوله الى اخره، اي كتاب كان، حتي انه كان يكتري دكاكين الوراقين ويبيت فيها للنظر في الكتاب.
واما الفتح بن خاقان فانه كان يحمل الكتاب في كمه او في خفه، فاذا قام من بين يدي المتوكل للبول او الصلاة، اخرج الكتاب فنظر فيه وهو يمشي، حتي يبلغ الموضع الذي يريده، ثم يصنع مثل ذلك في رجوعه، الي ان يأخذ مجلسه. فاذا اراد المتوكل القيام لحاجة، اخرج الكتاب من كمه او خفه، وقرأه في مجلس المتوكل الي حين عوده.
واما اسماعيل بن اسحاق القاضي، فاني ما دخلت عليه قط الا رايته وفي يده كتاب ينظر فيه او ينقض الكتاب. *(1).

—————
*(1). انتهى بزيادة يسيرة من " معجم الأدباء " لياقوت الحماوي ١٦ : ٧٥، في ترجمة الجاحظ.

" Diriwayatkan oleh Al-Khatib Al-Baghdady didalam kitabnya " Taqyidul 'Ilm ", Hal. 139, dari Abi Abbas Al-Mubarrid, bahwa ia tidak melihat orang yang serius dan bersemangat dalam menuntut ilmu kecuali tiga orang, yaitu ;
1. Al-Jahidz Amr bin Bahr, Imam para sasterawan, yang lahir tahun 163 H. dan wafat tahun 255 H.
2. Al-Fath bin Khaqan, seorang yang jenius, sasterawan, berdarah bangsawan. Kholifah Al-Mutawakkil Al-'Abbasyi mengangkat beliau sebagai menteri, bahkan menganggapnya sebagai saudara. Beliau ( Al-Fath bin Khaqan ) menguasai kitab-kitab yang berada di perpustakaan-perpustakaan besar pada waktu itu. Beliau wafat tahun 247 H.
3. Ismail bin Ishaq Al-Qadhi, seorang imam dan ahli fiqh madzhab Al-Maliki, berasal dari Baghdad yang lahir tahun 200 H dan wafat tahun 282 H.

Apabila Al-Jahidzh mendapatkan satu kitab, beliau langsung membaca dan mengkhatamkannya. Bahkan beliau menyewa beberapa toko kitab yang ada dipinggir-pinggir jalan dan bermalam disana, dengan tujuan ingin melihat dan membaca kitab-kitab yang ada disana.

Adapun Al-Fath bin Khaqan, beliau selalu menyelipkan buku dilengan bajunya atau disela-sela sepatunya. Apabila beliau keluar dari majelis Al-Mutawakkil ( gurunya ), misalnya untuk mengambil wudhu atau buang air kecil, beliau mengeluarkan buku tersebut dan membacanya sambil berjalan sampai tiba didepan kamar mandi. Dan juga apabila beliau kembali dari kamar mandi, beliau melakukan hal yang sama ( membaca sambil berjalan sampai ketempat majelis gurunya ). Dan apabila Al-Mutawakkil ( gurunya ) keluar sebentar dari majelisnya karena suatu urusan, maka Al-Fath segera mengeluarkan bukunya dari sela-sela sepatunya atau lengan bajunya, dan membacanya sampai guru beliau kembali kemajelisnya.

Begitupula Ismail bin Ishaq Al-Qadhi, sebagaimana dikatakan Imam Al-Khatib Al-Baghdady : " Saya tidak masuk kerumah Ismail bin Ishaq, kecuali selalu mendapatkan beliau sedang membaca ". (*)

——————
(*). Telah selesai kutipan dari kitab Taqyidul 'Ilm dengan sedikit tambahan dari kitab Mu'jamul Udaba', Karya daripada Syaikh Yaqut Al-Hamawy, Jilid 16, Hal. 75, pada bab biografi Al- Jahidzh.

* Keterangan ini saya sadur dari kitab " Qimatuzzaman ' indal 'Ulama, Hal. 39-40, Karya Syaikh Abdul Fattah Abu Ghuddah rahimahulloh, ( Lahir tahun 1336 H. Wafat tahun 1417 H ) cetakan ke-10, penerbit Maktab Al-Mathbu'at Al-Islamiyyah.

Danny Ma'shoum.

SEBUAH ANALISA HADIST DALAM KITAB IHYA' ULUMIDDIN, BAG :4

Mengkaji Ulang Tuduhan Hadis Palsu
Kitab Ihya’ (Bag Akhir, IV)
Mengkaji Ulang Tuduhan Hadis Palsu Kitab
Ihya’ (Bag Akhir, IV)
(Ibnu Jauzi telah menuduh 30-an hadis dalam kitab
Ihya’ sebagai hadis palsu. Namun setelah dikaji
ulang berdasarkan penilaian ahli hadis lainnya
ternyata banyak mengandung kesalahan)
ﺍﻟﺠﺰﺀ ﺍﻟﺮﺍﺑﻊ
Hadis XXV
No. 3737 Hal. 124
ﺣﺪﻳﺚ " ﻣَﺎ ﻋَﻈُﻤَﺖْ ﻧِﻌْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻋَﻠَﻰ ﻋَﺒْﺪٍ ﺇِﻟَّﺎ ﻛَﺜُﺮَﺕْ ﺣَﻮَﺍﺋِﺞُ
ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻓَﻤَﻦْ ﺗَﻬَﺎﻭَﻥَ ﺑِﻬِﻢْ ﻋَﺮَﺽَ ﺗِﻠْﻚَ ﺍﻟﻨِّﻌْﻤَﺔَ ﻟِﻠﺰَّﻭَﺍﻝِ "
** ﺃﺧﺮﺟﻪ ﺍﺑﻦ ﻋﺪﻱ ﻭﺍﺑﻦ ﺣﺒﺎﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﻀﻌﻔﺎﺀ ﻣﻦ ﺣﺪﻳﺚ
ﻣﻌﺎﺫ ﺑﻦ ﺟﺒﻞ ﺑﻠﻔﻆ " ﺇِﻟَّﺎ ﻋَﻈُﻤَﺖْ ﻣَﺆُﻭْﻧَﺔُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ، ﻓَﻤَﻦْ
ﻟَﻢْ ﻳَﺤْﺘَﻤِﻞْ ﺗِﻠْﻚَ ﺍﻟْﻤَﺆُﻭْﻧَﺔَ . . . ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ " ﺭﻭﺍﻩ ﺍﺑﻦ ﺣﺒﺎﻥ ﻓﻲ
ﺍﻟﻀﻌﻔﺎﺀ ﻣﻦ ﺣﺪﻳﺚ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﻭﻗﺎﻝ : ﺇﻧﻪ ﻣﻮﺿﻮﻉ ﻋﻠﻰ
ﺣﺠﺎﺝ ﺍﻷﻋﻮﺭ .
‘Semakin besar nikmat dari Allah kepada seorang
hamba, maka akan semakin banyak kebutuhan
orang lain kepadanya. Barangsiapa yang
mempermainkan orang-orang (yang membutuhkan
tersebut), maka ia telah mempersiapkan lenyapnya
nikmat tersebut’ (Al-Iraqi: Diriwayatkan oleh Ibnu
‘Adi dan Ibnu Hibban dalam kitab al-Dlu’afa’ dari
Muadz bin Jabal dengan redaksi yang berbeda. Ibnu
Hibban juga meriwayatkannya dalam kitab al-
Dlu’afa’ dari Ibnu Abbas. Ibnu Hibban berkata:
Hadis ini palsu, yang disampaikan oleh Hajjaj al-
A’war)
Al-Sakhawi dan al-Fattanni:
Hadis ini diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam kitab
Syu’ab al-Iman (No: 7400/7664), Abu Ya’la, dan
al-‘Askari dari Muadz bin Jabal secara marfu’. Dari
sekian riwayat yang ada, sebagian saling
memperkuat yang lain (al-Maqashid al-Hasanah
I/583 dan Tadzkirah al-Maudlu’at I/64)
Catatan Penulis:
Diriwayatkan juga oleh al-Hafidz Ibnu Hajar dalam
kitab Lisan al-Mizan (No: 937), al-Qudla’i dalam al-
Musnad (No: 743), Musnad Syihab (No: 798) dan
Ibnu Abi al-Dunya dalam Qada’ al-Hawaij -nya (No:
48)
Hadis XXVI
No. 3377 Hal. 296
ﺣﺪﻳﺚ " ﻣﻌﺎﺫ ﺍﻟﻄﻮﻳﻞ "
** ﺑﻄﻮﻟﻪ ﻓﻲ ﺻﻌﻮﺩ ﺍﻟﺤﻔﻈﺔ ﺑﻌﻤﻞ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﻭﺭﺩ ﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ ﻟﻪ
ﻣﻦ ﻛﻞ ﺳﻤﺎﺀ ﻭﺭﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻟﻪ ﺑﻌﺪ ﺫﻟﻚ ﻋﺰﺍﻩ ﺍﻟﻤﺼﻨﻒ ﺇﻟﻰ
ﺭﻭﺍﻳﺔ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﺍﻟﻤﺒﺎﺭﻙ ﺑﺈﺳﻨﺎﺩﻩ ﻋﻦ ﺭﺟﻞ ﻋﻦ ﻣﻌﺎﺫ ﻭﻫﻮ
ﻛﻤﺎ ﻗﺎﻝ ﺭﻭﺍﻩ ﻓﻲ ﺍﻟﺰﻫﺪ ﻭﻓﻲ ﺇﺳﻨﺎﺩﻩ ﻛﻤﺎ ﺫﻛﺮ ﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﺴﻢ ،
ﻭﺭﻭﺍﻩ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﺠﻮﺯﻱ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻮﺿﻮﻋﺎﺕ
‘Sesungguhnya Allah menciptakan tujuh malaikat
sebelum Allah menciptakan langit dan bumi,
kemudian Allah menciptakan langit dan menjadikan
malaikat sebagai penjaga pintu di setiap langit.
Maka malaikat pencatat amal naik ke langit dengan
membawa amal seseorang sejak pagi hingga sore.
Amal itu bercahaya seperti matahari, hingga ketika
naik ke langit yang paling rendah, amal itu
dibersihkan. Malaikat penjaga itu berkata kepada
malaikat pencatat amal: Pukulkan amal ini ke wajah
pemiliknya. Aku adalah malaikat penjaga ghibah
(ngrumpi/rasan-rasan). Aku ditugaskan oleh
Tuhanku agar tidak meninggalkan perbuatan orang
yang suka ngrumpi. Kemudian datang malaikat
pencatat yang membawa amal saleh, ia
membersihkannya dan memperbanyaknya, sehingga
ketika sampai ke langit kedua, malaikat penjaga
berkata: Berhenti dan pukulkan amal ini ke muka
pemiliknya. Ia menghendaki dengan amalnya ini
untuk mencari kesenangan dunia. Saya
diperintahkan oleh Tuhan saya supaya tidak
meninggalkannya. Malaikat pencatat amal naik
dengan membawa amal yang bercahaya, amal
sedekah, puasa dan salat. Malaikat pencatat
terkagum-kagum dan melewati langit ketiga.
Malaikat penjaga berkata: Berhenti dan pukulkan
amal ini ke wajah pemiliknya. Aku adalah malaikat
‘sombong’ yang diperintahkan oleh Tuhanku agar
tidak meninggalkan amalnya. Malaikat pencatat
amal membawa amal seseorang yang berkilau
seperti bintang, amal tasbih, salat, haji dan umrah,
hingga ia melewati langit keempat. Malaikat
penjaga berkata: Berhenti dan pukulkan amal ini ke
perut dan pantat pemiliknya. Aku adalah malaikat
‘bangga diri’. Tuhanku memerintahkan aku agar
tidak meninggalkan orang yang suka
membanggakan diri. Malaikat pencatat membawa
amal yang seperti pengantin yang dihias ke langit
kelima. Malaikat penjaga berkata: Berhenti dan
pukulkan ke wajah pemiliknya dan bebankan ke
pundaknya. Aku adalah malaikat ‘dengki’, dia telah
iri hati kepada orang-orang yang belajar dan
beramal, dan dia selalu iri terhadap orang yang
mendapat kebaikan dalam ibadah, Tuhanku
memerintahkan aku agar tidak meninggalkannya.
Malaikat pencatat membawa amal ibadah salat,
zakat, haji, umrah dan puasa, mereka melewati
langit keenam. Maka malaikat penjaga berjata:
Berhenti dan pukulkan ke wajah pemiliknya. Dia
tidak memiliki belas kasihan sedikitpun pada orang
lain, jika orang lain ditimpa musibah, maka ia
bergembira. Aku adalah malaikat ‘kasih sayang’
Tuhanku memerintahkanku agar tidak
meninggalkan amalnya . Malaikat pencatat itu
membawa amal ibadah puasa, salat, nafkah, zakat,
ijtihad dan wira’i, amal itu menggelegar seperti petir
dan bersinar seperti matahari, amal itu dikawal oleh
3000 malaikat dan melewati langit ketujuh. Malaikat
penjaga berkata: Berhenti dan pukulkan ke wajah
dan tubuhnya, kuncilah di dalam hatinya. Aku
menjadi penghalang bagi setiap amal yang tidak
bertujuan mencari ridla Tuhan. Dia beramal tidak
karena Allah, dia menginginkan pangkat dan
popularitas di kotanya. Aku diperintahkan oleh
Tuhanku agar tidak meninggalkan amal tersebut.
Setiap amal yang dilakukan tidak karena Allah,
maka dia telah berbuat riya’ (pamer). Dan Allah
tidak menerima amal orang yang penuh pamrih.....
(al-Iraqi: Hadis yang panjang ini tentang naiknya
malaikat pencatat amal dan peNo:lakan para
malaikat di setiap langit, sebagaimana menurut al-
Ghazali, adalah riwayat Abdullah Ibnu Mubarak dari
Muadz, begitu juga dalam kitab al-Zuhd yang salah
satu perawinya tidak disebut. Hadis ini dicantumkan
oleh Ibnu al-Jauzi dalam kitab al-Maudlu’at)
Ibnu al-Jauzi:
Hadis ini palsu yang dikarang oleh seorang yang
sudah masyhur, Ahmad bin Abdullah al-Juwaibari
dari Yahya bin Salam al-Ifriqi dari Tsaur bin Yazid.
Juwaibari adalah manusia paling dusta yang sudah
banyak memalsukan hadis Rasul Saw tanpa
terhitung. Abdullah bin Wahb adalah tukang
pemalsu hadis. Ibnu Hibban menyebutnya: Dia
adalah Dajjal, yang memalsukan hadis. Qasim al-
Makfuf digolongkan oleh Ibnu Hibban sebagai
pemalsu hadis. Di jalur riwayat lain ada Abd al-
Wahid bin Zaid, menurut Yahya bin Ma’in: Dia tidak
ada apa-apanya. Menurut al-Bukhari, Nasa’i, dan
Fallas: Dia matruk. Sedangkan perawi Ya’qub,
Ahmad, Hasan, Ali bin Ibrahim adalah orang-orang
yang tidak diketahui. Dari jalur Ali, kami tidak
meragukan lagi kepalsuannya. Ada banyak perawi
yang tidak diketahui, baik identitasnya maupun
perilakunya. Diantara perawinya adalah Qasim bin
Ibrahim, yang meriwayatkan hadis tanpa ada
dasarnya. (al-Maudlu’at III/161)
Jalaluddin al-Suyuthi
secara umum Jalaluddin al-Suyuthi sependapat
dengan Ibnu al-Jauzi (al-La’ali al-Mashnu’ah
II/284)
Ali al-Kannani:
Hadis ini disebutkan oleh al-Hafidz al-Mundziri
dalam kitabnya al-Targhib dari kitab al-Zuhd karya
Ibnu Mubarak. Al-Mundziri berkata: Tanda-tanda
kepalsuan hadis ini sudah tampak baik secara
riwayat maupun teks hadisnya. Wallahu A’lam.
(Tanzih al-Syariah II/289)
Hadis XXVII
No. 4138 Hal. 305
ﺣﺪﻳﺚ " ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻳَﺘَﺠَﻠَّﻰ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﻋَﺎﻣَّﺔً ﻭَﻟِﺄَﺑِﻲ ﺑَﻜْﺮٍ ﺧَﺎﺻَّﺔً "
** ﺃﺧﺮﺟﻪ ﺍﺑﻦ ﻋﺪﻱ ﻣﻦ ﺣﺪﻳﺚ ﺟﺎﺑﺮ . ﻭﻗﺎﻝ ﺑﺎﻃﻞ ﺑﻬﺬﺍ
ﺍﻹﺳﻨﺎﺩ ﻭﻓﻲ ﺍﻟﻤﻴﺰﺍﻥ ﻟﻠﺬﻫﺒﻲ ﺃﻥ ﺍﻟﺪﺍﺭﻗﻄﻨﻲ ﺭﻭﺍﻩ ﻋﻦ
ﺍﻟﻤﺤﺎﻣﻠﻲ ﻋﻦ ﻋﻠﻲ ﺑﻦ ﻋﺒﺪﺓ ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﺪﺍﺭﻗﻄﻨﻲ ﺃﻥ ﻋﻠﻲ ﺑﻦ
ﻋﺒﺪﺓ ﻛﺎﻥ ﻳﻀﻊ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻭﺭﻭﺍﻩ ﺍﺑﻦ ﻋﺴﺎﻛﺮ ﻓﻲ ﺗﺎﺭﻳﺦ
ﺩﻣﺸﻖ ﻭﺍﺑﻦ ﺍﻟﺠﻮﺯﻱ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻮﺿﻮﻋﺎﺕ ﻣﻦ ﺣﺪﻳﺚ ﺟﺎﺑﺮ ﻭﺃﺑﻲ
ﺑﺮﺩﺓ ﻭﻋﺎﺋﺸﺔ .
‘Sesungguhnya Allah menampakkan kepada
manusia secara umum, dan kepada Abu Bakar
secara khusus’ (Al-Iraqi: Diriwayatkan oleh Ibnu
‘Adi dari riwayat Jabir. Ia berkata: Hadis ini batil
dengan sanad tersebut. Disebutkan dalam kitab
Mizan al-I’tidal , al-Dzahabi, bahwa Daruqutni
meriwayatkannya dari al-Mahamili dari Ali bin
Abadah. Daruqutni berkata, bahwa Ali bin Abadah
memalsukan hadis. Ibnu ‘Asakir juga
meriwayatkannya dalam kitab Tarikh Damaskus
(XXX/160-163). Dan Ibnu al-Jauzi
mencantumkannya dalam kitab al-Maudlu’at)
Ibnu al-Jauzi:
Hadis ini tidak benar dari semua jalur riwayatnya.
Dari jalur riwayat Anas yang pertama, maka disana
ada Muhammad bin Abdi, menurut Abu Bakar al-
Khatib: Hadis ini tidak ada dasarnya bagi orang
yang memiliki pengetahuan, Muhammad bin Abdi
telah memalsukan hadis baik secara sanad maupun
matan (teks hadis). Yang kedua terdapat Banus, dia
majhul tidak diketahui.
Dari jalur riwayat Jabir yang pertama, Muhammad
bin Khalid menjadi perawi tunggal, yang dituduh
sebagai pendusta. Yang kedua ada Ali bin Abadah,
menurut Daruquthni: Dia memalsukan hadis. (al-
Maudlu’at I/307)
Jalaluddin al-Suyuthi:
Ibnu Hibban memiliki dua jalur riwayat. Riwayat
pertama terdapat perawi yang bernama Ahmad al-
Yamami, ia dituduh sangat pendusta. Riwayat kedua
terdapat perawi bernama Abdullah bin Waqid, ia
dinilai matruk. Tetapi Ahmad bin Hanbal
mengomentarinya: Dia tidak memiliki kesalahan
yang berarti. Dari jalur lain adalah sebuah hadis
yang diriwayatkan oleh Abu Husain bin Basyran
dalam kitab Fawaid- nya dari Ali bin Abi Thalib (al-
La’ali al-Mashnu’ah I/263)
Al-Fattanni:
Hadis ini punya banyak riwayat. Dari Anas dan Jabir
ada banyak jalur riwayat, dari Abu Hurairah hanya
satu riwayat. Tetapi kesemuanya tersebut memiliki
kelemahan. Sementara dari jalur riwayat Aisyah
belum ada yang mengomentarinya, para perawinya
adalah orang-orang terpercaya kecuali Abu
Qatadah (Abdullah bin Waqid) yang masih
diperselisihkan. Dengan demikian, riwayat ini sesuai
dengan standar kriteria hadis hasan (Tadzkirah al-
Maudlu’at I/93)
Catatan Penulis:
Diriwayatkan juga oleh al-Hakim (No: 4463) dan
Abu Nuaim (al-Hilyah V/11).
Hadis XXVIII
No. 4238 Hal. 376
ﺣﺪﻳﺚ " ﻣَﺎ ﻣِﻦْ ﻋَﺒْﺪٍ ﻳُﺨْﻠِﺺُ ِﻟﻠﻪِ ﺃَﺭْﺑَﻌِﻴْﻦَ ﻳَﻮْﻣًﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﻇَﻬَﺮَﺕْ
ﻳَﻨَﺎﺑِﻴْﻊُ ﺍﻟْﺤِﻜْﻤَﺔِ ﻣِﻦْ ﻗَﻠْﺒِﻪِ ﻋَﻠَﻰ ﻟِﺴَﺎﻧِﻪِ "
** ﺃﺧﺮﺟﻪ ﺍﺑﻦ ﻋﺪﻱ ﻭﻣﻦ ﻃﺮﻳﻘﻪ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﺠﻮﺯﻱ ﻓﻲ
ﺍﻟﻤﻮﺿﻮﻋﺎﺕ ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻣﻮﺳﻰ ﻭﻗﺪ ﺗﻘﺪﻡ .
‘Tidak seorangpun yang ikhlas kepada Allah selama
40 hari, kecuali akan tampak pancaran sumber
hikmah dari dalam hatinya yang keluar melalui
mulutnya’ (Al-Iraqi: Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Adi dan
Ibnu al-Jauzi dalam kitab al-Maudlu’at dari Abu
Musa)
Ibnu al-Jauzi:
Hadis ini tidak benar jika dari Rasulullah Saw. Sebab
dari jalur Abu Ayyub, terdapat seorang perawi
bernama Yazid bin Abd al-Raman al-Wasithi,
menurut Ibnu Hibban, dia sering salah, buruk
praduganya, kontradiksi dengan perawi yang lebih
terpercaya, tidak boleh berdalil dengan dia. Ada lagi
yang bernama Hajjaj, dia dinilai negative. Begitu
pula Muhammad bin Ismail, dia majhul. Seorang
perawi yang bernama Makhul tidak pernah
berjumpa dengan Abu Ayyub, para ulama menilai
Makhul lemah hadisnya.
Dari jalur Abu Musa, Ibnu ‘Adi menilai hadis ini
munkar. Terdapat perawi yang majhul, yaitu Abd al-
Malik. Sementara dari jalur Ibnu Abbas, terdapat
perawi yang dikomentari oleh Ahmad dan Nasa’i:
Siwar bin Mush’ab adalah matruk. Yahya bin Ma’in
berkata: Dia tidak dipercaya, hadisnya tidak boleh
ditulis (al-Maudlu’at III/145)
Jalaluddin al-Suyuthi:
Hadis ini memiliki jalur lain yang tidak menyebutkan
Muhammad bin Ismail dan Yasid (keduanya dinilai
sangat lemah), yaitu dari Makhul secara mursal.
Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Nuaim (al-Hilyah
X/70), Hannad dalam kitab al-Zuhd (No: 678), Ibnu
Abi Syaibah dalam kitab al-Mushannaf (No: 34344),
dan diperkuat oleh hadis Ibnu Abi al-Dunya dalam
kitab Dzamm al-Dunya (dan al-Baihaqi dalam kitab
Syu’ab al-Iman No: 10531) dari Shafwan bin Salim
secara mursal, yang berbunyi:
ﻣَﻦْ ﺯَﻫَﺪَ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺃَﺳْﻜَﻦَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺍﻟْﺤِﻜْﻤَﺔَ ﻓِﻲ ﻗَﻠْﺒِﻪِ
‘Barangsiapa berperilaku zuhud di dunia, Allah akan
memasukkan kata hikmah ke dalam hatinya.’ (al-
La’ali al-Mashnu’ah II/277)
Ali al-Kannani:
Hadis ini melalui jalur Ibnu Abbas disebutkan oleh
Ruzain al-‘Abdari dalam kitab Jami’ -nya. Al-Hafidz
al-Mundziri berkata: Saya tidak temukan hadis
tersebut dengan sanad yang sahih atau hasan,
hadis ini hanya ditemukan dalam kitab-kitab dlaif,
seperti kitab al-Kamil V/307 (Ibnu ‘Adi) dan
lainnya. (Tanzih al-Syariah II/305)
Al-Sakhawi:
Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Nuaim dalam kitab
al-Hilyah dari jalur Makhul dari Abu Ayyub secara
mursal, dan sanadnya dlaif. Imam Ahmad juga
meriwayatkannya dalam kitab al-Zuhd secara
mursal, tanpa menyebut Abu Ayyub (al-Maqashid
al-Hasanah I/209)
Catatan Penulis:
Diriwayatkan juga oleh Ibnu Mubarak (al-Zuhd No:
1014) dan Musnad al-Qudla’i (No: 466).
Hadis XXIX
No. 4291 Hal. 409
ﺣﺪﻳﺚ " ﺗَﻔَﻜُّﺮُ ﺳَﺎﻋَﺔٍ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﻋِﺒَﺎﺩَﺓِ ﺳَﻨَﺔٍ "
** ﺃﺧﺮﺟﻪ ﺍﺑﻦ ﺣﺒﺎﻥ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻌﻈﻤﺔ ﻣﻦ ﺣﺪﻳﺚ ﺃﺑﻲ
ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺑﻠﻔﻆ ﺳﺘﻴﻦ ﺳﻨﺔ ﺑﺈﺳﻨﺎﺩ ﺿﻌﻴﻒ ﻭﻣﻦ ﻃﺮﻳﻘﻪ ﺍﺑﻦ
ﺍﻟﺠﻮﺯﻱ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻮﺿﻮﻋﺎﺕ ﻭﺭﻭﺍﻩ ﺃﺑﻮ ﻣﻨﺼﻮﺭ ﺍﻟﺪﻳﻠﻤﻲ ﻓﻲ
ﻣﺴﻨﺪ ﺍﻟﻔﺮﺩﻭﺱ ﻣﻦ ﺣﺪﻳﺚ ﺃﻧﺲ ﺑﻠﻔﻆ " ﺛﻤﺎﻧﻴﻦ ﺳﻨﺔ "
ﻭﺇﺳﻨﺎﺩﻩ ﺿﻌﻴﻒ ﺟﺪﺍ ﻭﺭﻭﺍﻩ ﺃﺑﻮ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﻦ ﻗﻮﻝ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ
ﺑﻠﻔﻆ " ﺧﻴﺮ ﻣﻦ ﻗﻴﺎﻡ ﻟﻴﻠﺔ " .
‘Berfikir sejenak lebih utama daripada ibadah
selama satu tahun’ (Al-Iraqi: Diriwayatkan oleh Abu
Syaikh [Ibnu Hibban] dalam kitab al-‘Adzamah dari
riwayat Abu Hurairah dengan redaksi ’60 tahun’
dengan sanad yang lemah. Dan Ibnu al-Jauzi
mencantumkannya dalam kitab al-Maudlu’at. Juga
diriwayatkan oleh Abu Mansur al-Dailami dalam
Musnad al-Firdaus dari riwayat Anas dengan
redaksi ’80 tahun’, sanadnya sangat lemah. Begitu
pula Abu Syaikh dari ucapan Ibnu Abbas dengan
teks ‘lebih baik daripada ibadal semalam’)
Ibnu al-Jauzi:
Hadis ini tidak benar. Dalam sanadnya ada dua
perawi yang sangat pendusta. Pertama Ishaq bin
Najih, Ahmad berkata: Dia manusia paling dusta.
Yahya bin Ma’in berkata: Dia dikenal pendusta dan
pemalsu hadis. Al-Fallas berkata: Dia berdusta atas
nama Nabi Muhammad Saw secara terang-
terangan. Kedua adalah Utsman, menurut Ibnu
Hibban: Dia memalsukan hadis atas nama orang-
orang terpercaya (al-Maudlu’at III/144)
Jalaluddin al-Suyuthi:
Hadis ini diperkuat oleh riwayat al-Dailami dan Abu
Syaikh (Ibnu Hibban) dalam kitab al-Adzamah . (al-
La’ali al-Mashnu’ah II/276)
Hadis XXX
No. 4385 Hal. 463
ﺣَﺪِﻳْﺚُ " ﻗَﺎﻝَ ﻟِﻲ ﺟِﺒْﺮِﻳْﻞُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡُ ﻟِﻴَﺒْﻚِ ﺍﻟْﺈِﺳْﻠَﺎﻡُ ﻋَﻠَﻰ
ﻣَﻮْﺕِ ﻋُﻤَﺮَ "
** ﺃﺧﺮﺟﻪ ﺃﺑﻮ ﺑﻜﺮ ﺍﻵﺟﺮﻱ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﺸﺮﻳﻌﺔ ﻣﻦ ﺣﺪﻳﺚ
ﺃﺑﻲ ﺑﻦ ﻛﻌﺐ ﺑﺴﻨﺪ ﺿﻌﻴﻒ ﺟﺪﺍ ﻭﺫﻛﺮﻩ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﺠﻮﺯﻱ ﻓﻲ
ﺍﻟﻤﻮﺿﻮﻋﺎﺕ
‘Jibril berkata kepadaku bahwa (umat) Islam akan
menangis atas kematian Umar’ (Al-Iraqi:
Diriwayatkan oleh Abu Bakr al-Ajuri dalam kitab al-
Syariah dari riwayat Ubay bin Ka’ab dengan sanad
yang sangat lemah. Dan Ibnu al-Jauzi
mencantumkannya dalam kitab al-Maudlu’at)
Al-Haitsami:
Hadis ini diriwayatkan oleh al-Tabrani, salah satu
perawinya adalah Habib, sekretaris raja, dia adalah
matruk dan sangat pendusta. (Majma’ al-Zawaid
IV/101).