kolom melintang

Wednesday, December 14, 2016

Dunia Bisa Tiru Sistem Perbankan Syariah Indonesia

Sistem perbankan syariah di Indonesia diyakini mampu menjadi referensi dalam penerapan sistem perbankan syariah di dunia.

Baik itu di negara tetangga Malaysia maupun Timur Tengah dan Eropa. Sebab, Indonesia memiliki ciri khas tersendiri.

Kepala Departemen Riset Kebanksentralan Bank Indonesia, Darsono mengemukakan, indikator Indonesia akan menjadi model perbankan syariah dunia yaitu memiliki ‘akar’ yang lebih kuat.

Di mana, perkembangan perbankan syariah di Indonesia didukung oleh komitmen dari instrumen masyarakat. Seperti, majelis ulama, badan otoritas dan lain sebagainya.

“Jadi, lapisan masyarakat tersebut cukup kuat, dan perbankannya menjangkau luas nasabah. Dan, ini berbeda dengan model pengembangannya di Malaysia atau negara lainnya,” ungkap Darsono kepada wartawan, Selasa (20/9).

Selain akar yang kuat, lanjut Darsono, ciri khas kedua adalah mengembangkan produk-produk yang memang sesuai dengan sistem perbankan syariah.

Artinya, perkembangannya didukung oleh lembaga dewan syariah nasional (DSN). Oleh karenanya, ini menjadi kelebihan, dan lembaga tersebut di negara lain belum tentu ada.

DSN itu dibentuk secara independen. Fatwa yang dikeluarkan DSN bersifat mengikat bagi semua instansi perbankan syariah di Indonesia untuk tunduk atau mematuhi. Beda di negara lain, karena lembaga fatwa atau DSN dimaksud ada pada bank syariah itu sendiri.

“Sehingga, dengan begitu banyak lahir fatwa-fatwa dari masing-masing bank dan berbeda-beda,” jelas Darsono.

Oleh sebab itu, dia menyebutkan, dengan ciri khas tersebut maka memungkinkan Indonesia menjadi model pengembangan perbankan syariah yang bagus dan kuat.

“Memang perjalanan perbankan syariah dibandingkan dengan perbankan konvensional masih singkat di Indonesia. Untuk itu, kita tidak mudah mengubahnya menjadi langsung besar.”

“Artinya, butuh suatu proses atau perjalanan. Oleh karena itu, kita kuatkan dulu pondasi atau akar dari perbankan syariah di Indonesia,” cetusnya.

Menurut Darsono, perbankan syariah diibaratkan filosofi ‘bambu’. Sebab, bambu itu tumbuhnya membutuhkan waktu yang cukup lama. Kenapa lama, karena menguatkan akarnya terlebih dahulu. Barulah, setelah itu tumbuh dan berkembang.

Sebelumnya

No comments:

Post a Comment